Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Pandu Husada

Faktor-Faktor Risiko Hipertensi Diastolik Pada Usia Dewasa Muda Yelly Nursakinah; Ahmad Handayani
JURNAL PANDU HUSADA Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v2i1.5426

Abstract

Hipertensi atau tekanan darah tinggi di definisikan sebagai nilai tekanan darah sistolik ?140 mmHg dan atau tekanan darah diastolic ?90 mmHg. Tekanan darah diastolik lebih sering mengalami peningkatan pada usia dibawah 50 tahun. Hipertensi diastolik (Diastolic Hypertension) didefinisikan sebagai tekanan darah diastolik dengan nilai 90 mmHg atau lebih. Hipertensi diastolik biasanya terjadi pada usia muda atau usia pertengahan, yaitu sekitar 3050 tahun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara usia, jenis kelamin, indeks massa tubuh, aktivitas fisik, dan riwayat keluarga dengan hipertensi diastolic pada usia dewasa muda. Penelitian ini merupakan survey analitik dengan desain cross sectional. Hasil penelitian didapatkan faktor yang berhubungan dengan hipertensi diastolic pada usia dewasa muda adalah indeks massa tubuh (P=0,022). Jadi, terdapat hubungan antara indeks massa tubuh dengan hipertensi diastolik pada usia dewasa muda pada karyawan dan karyawati di Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.
Karakteristik Demografi Korban Pembunuhan Yang Diperiksa Di Departemen Forensik Dan Medikolegal RS Bhayangkara TK II Medan Purwoko, Firda Syakirina; Ritonga, Mistar; Parinduri, Abdul Gafar; Handayani, Ahmad
JURNAL PANDU HUSADA Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v5i2.20741

Abstract

Abstrak: Pembunuhan ialah sesuatu aksi melenyapkan nyawa seorang dengan metode melanggar hukum, maupun yang tidak melawan hukum, pembunuhan diatur dalam Pasal KUHP. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatra Utara, Provinsi SUMUT kasus pembunuhan tahun 2013 terdapat 118 kasus yang terdaftar sedangkan pada tahun 2017 menurun menjadi 98 kasus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik demografi korban pembunuhan yang diperiksa di Departemen Forensik dan Medikolegal RS Bhayangkara TK II Medan. Desain penelitian ini deskriptif dengan pendekatan restospektif. Penelitian ini dilakukan di Di Departemen Forensik Dan Medikolegal RS Bhayangkara TK Il Medan. Populasi yang digunakan dari penelitian ini adalah semua korban pembunuhan yang diperiksa di Departemen Forensik dan Medikolegal RS Bhayangkara TK II Medan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total population sampling dari data sekunder periode Agustus 2020 – Maret 2022. Didapatkan total 90 kasus pembunuhan di departemen forensik dan medikolegal RS Bhayangkara TK II Medan, Median usia rentang 30 tahun dengan subjek dalam penelitian ini mayoritas berjenis kelamin laki-laki yaitu 74 kasus (82,2%). Data sebab kematian tersering pada subjek penelitian adalah kekerasan tumpul, dengan jumlah sebanyak 50 kasus (37,5%). Regio tubuh yang paling banyak menyebabkan kematian adalah regio kepala sebanyak 50 kasus (55,6%). Korban Pembunuhan sebagian besar berusia 26 sampai 35 tahun sebanyak 20 kasus (22,2 %) dan sebagian besar berjenis kelamin laki-laki. Sebab kematian paling banyak diakibatkan oleh trauma tumpul paling banyak terjadi pada regio kepala.
Hubungan Tingkat Pendidikan Dan Status Sosial Ekonomi Terhadap Tingkat Pengetahuan Tentang Faktor Risiko Penyakit Jantung Koroner Pada Pasien Penyakit Jantung Koroner Handayani, Ahmad; Nasution, Ria Wenny
JURNAL PANDU HUSADA Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v5i1.18619

Abstract

Latar Belakang: Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO) dan juga data dari USA's Centers for Disease Control dan Prevention (CDC), penyakit yang membunuh setidaknya 17 juta orang per tahun ialah penyakit jantung dan stroke, yang mana data tersebut jumlahnya secara global hampir sepertiga dari semua kematian. Berdasarkan American Heart Association (AHA), menyatakan bahwa penyakit jantung koroner juga sebagai penyebab 1 dari 7 kematian di Amerika Serikat yang mana data tersebut  menewaskan sekitar 3% orang dewasa lanjut usia. Faktor risiko penyakit jantung dapat dibedakan menjadi 2 faktor yaitu  faktor yang tidak dapat dimodifikasi seperti usia pasien, jenis kelamin, dan predisposisi genetik keluarga dan juga ada faktor yang dapat dimodifikasi seperti dislipidemia, hipertensi, diabetes melitus, kebiasaan merokok, kurangnya aktivitas fisik dan pola diet yang menyebabkan obesitas. Metode: Analitik observasional dengan pendekatan observasional, minimal sampel penelitian ini 100 pasien penyakit jantung koroner yang dianalisis dengan menggunakan analisis univariat dan akan dilakukan analisis bivariat dengan metode chi-square untuk menguji hubungan tingkat pendidikan dan sosial ekonomi terhadap tingkat pengetahuan tentang faktor risiko penyakit jantung koroner pada pasien penyakit jantung koroner. Hasil: Hasil analisis bivariat dari 106 sampel data kuesioner pasien penyakit jantung koroner di Rumah Sakit Mitra Medika Amplas untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan dan status sosial ekonomi dengan tingkat pengetahuan tentang faktor resiko penyakit jantung koroner pada pasien penyakit jantung koroner, setelah dilakukan uji Chi Square diperoleh nilai p=0,000 (p0,05). Kesimpulan: Terdapat adanya hubungan antara tingkat pendidikan dan status sosial ekonomi terhadap tingkat pengetahuan tentang faktor risiko penyakit jantung koroner pada pasien penyakit jantung koroner di Rumah Sakit Mitra Medika Amplas.