Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Pandu Husada

Karakteristik Demografi Korban Pembunuhan Yang Diperiksa Di Departemen Forensik Dan Medikolegal RS Bhayangkara TK II Medan Purwoko, Firda Syakirina; Ritonga, Mistar; Parinduri, Abdul Gafar; Handayani, Ahmad
JURNAL PANDU HUSADA Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v5i2.20741

Abstract

Abstrak: Pembunuhan ialah sesuatu aksi melenyapkan nyawa seorang dengan metode melanggar hukum, maupun yang tidak melawan hukum, pembunuhan diatur dalam Pasal KUHP. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatra Utara, Provinsi SUMUT kasus pembunuhan tahun 2013 terdapat 118 kasus yang terdaftar sedangkan pada tahun 2017 menurun menjadi 98 kasus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik demografi korban pembunuhan yang diperiksa di Departemen Forensik dan Medikolegal RS Bhayangkara TK II Medan. Desain penelitian ini deskriptif dengan pendekatan restospektif. Penelitian ini dilakukan di Di Departemen Forensik Dan Medikolegal RS Bhayangkara TK Il Medan. Populasi yang digunakan dari penelitian ini adalah semua korban pembunuhan yang diperiksa di Departemen Forensik dan Medikolegal RS Bhayangkara TK II Medan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total population sampling dari data sekunder periode Agustus 2020 – Maret 2022. Didapatkan total 90 kasus pembunuhan di departemen forensik dan medikolegal RS Bhayangkara TK II Medan, Median usia rentang 30 tahun dengan subjek dalam penelitian ini mayoritas berjenis kelamin laki-laki yaitu 74 kasus (82,2%). Data sebab kematian tersering pada subjek penelitian adalah kekerasan tumpul, dengan jumlah sebanyak 50 kasus (37,5%). Regio tubuh yang paling banyak menyebabkan kematian adalah regio kepala sebanyak 50 kasus (55,6%). Korban Pembunuhan sebagian besar berusia 26 sampai 35 tahun sebanyak 20 kasus (22,2 %) dan sebagian besar berjenis kelamin laki-laki. Sebab kematian paling banyak diakibatkan oleh trauma tumpul paling banyak terjadi pada regio kepala.
Panjang Telapak Kaki Berhubungan Positif Dengan Tinggi Badan Pada Suku Aceh Di Kota Medan Salsabilla, Natasya; Parinduri, Abdul Gafar
JURNAL PANDU HUSADA Vol 7, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v7i2.26506

Abstract

Abstrak: Identifikasi adalah penentuan dan pemastian identitas orang hidup maupun mati berdasarkan ciri khas yang terdapat pada orang tersebut dengan membandingkan data Antemortem dan Postmortem. Menurut standar Interpol, identifikasi identitas benar apabila berhasil diuji oleh  minimal satu pemeriksaan primer atau dua pemeriksaan sekunder. Tujuan penelitian untuk mengetahui apakah ada hubungan panjang telapak kaki terhadap tinggi badan pada suku Aceh di Kota Medan. Rancangan penelitian deskriptif analitik dengan desain cross sectional yang menggunakan metode random sampling (dipilih secara acak) dan memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi sebanyak 96 sampel. Responden laki-laki lebih tinggi dibandingkan responden perempuan. Tidak terdapat perbedaan yang bermakna atau signifikan pada telapak kaki kiri dan kanan pada laki-laki maupun perempuan. Telapak kaki pada responden laki-laki lebih panjang daripada respon perempuan. Adanya korelasi positif dan signifikan terhadap peningkatan panjang telapak kaki kanan dan kiri, baik pada laki-laki maupun perempuan, maupun secara keseluruhan, maka tinggi badan akan semakin meningkat. Berdasarkan analisis regresi, hasil regresi forensik mengenai identifikasi antara panjang telapak kaki dengan tinggi badan pada suku Aceh di Kota Medan memiliki pengaruh yang signifikan. Terdapat hubungan positif dan signifikan antara panjang telapak kaki dengan tinggi badan masyarakat suku Aceh di Kota Medan. Semakin panjang telapak kaki, tinggi badan semakin meningkat.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Minat Mahasiswa Profesi Dokter Terhadap Ilmu Kedokteran Forensik Dan Medikolegal Di Rsud Drs. H. Amri Tambunan Parinduri, Abdul Gafar; Ritonga, Devi Handayani
JURNAL PANDU HUSADA Vol 7, No 3 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v7i3.29121

Abstract

Latar Belakang: Ilmu kedokteran forensik dan medikolegal berperan penting dalam proses penegakan hukum. Namun, minat mahasiswa kedokteran terhadap bidang ini masih tergolong rendah. Tingkat pengetahuan diduga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi minat mahasiswa. Tujuan: Mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan minat mahasiswa profesi dokter terhadap ilmu kedokteran forensik dan medikolegal di RSUD Drs. H. Amri Tambunan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross-sectional. Sampel terdiri dari 75 mahasiswa profesi dokter Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara yang telah menjalani stase forensik, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan dan minat, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan baik (36,0%) dan minat tinggi (41,3%). Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan minat mahasiswa profesi dokter terhadap  ilmu kedokteran  forensik dan  medikolegal (p = 0,026).  Kesimpulan: Tingkat pengetahuan berhubungan secara signifikan dengan minat mahasiswa profesi dokter terhadap ilmu kedokteran forensik dan medikolegal.