Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS TRANSAKSI PEMBAYARAN UTANG PIUTANG UANG (QARDH) DENGAN JASA MENANAM PADI DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM Asfihani, Asfihani; Muhibban, Muhibban; Muhammad Misbakul Munir
Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 6 No. 4 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3783/causa.v6i4.6157

Abstract

Dalam kehidupan manusia, hubungan antar individu sangat beragam, seperti masalah hak dan kewajiban, harta, jual beli, kerja sama dalam berbagai bidang, pinjam meminjam, sewa menyewa, penggunaan jasa dan kegiatan-kegiatan lainnya yang sangat diperlukan manusia dalam kehidupan sehari-hari, diatur dalam fiqih muamalah. Penelitian ini secara teoretis bermanfaat dalam memperkaya khazanah keilmuan hukum ekonomi syari’ah, khususnya tentang utang piutang, sedangkan secara praktis penelitian ini berguna sebagai pedoman bagi masyarakat dalam transaksi utang piutang uang yang dikembalikan dengan jasa khususnya di Desa Samparwadi Kecamatan Tirtayasa . Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data dalam bentuk wawancara dan dokumentasi. Metode ini dilakukan untuk memperoleh data tentang gambaran praktik akad utang piutang uang dibayar dengan jasa menanam padi milik orang yang mengutangkan di Desa Samparwadi Kecamatan Tirtayasa . Semua data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis data induktif. Berdasarkan hasil penelitian, ternyata pelaksanaan akad transaksi utang piutang dibayar dengan jasa menanam padi yang terjadi di Desa Samparwadi Kecamatan Tirtayasa dilakukan dengan akad secara lisan dan tidak dicatat atau tidak dibuatkan bukti tertulis antara kedua belah pihak sehingga transaksi ini terasa mudah dan tidak berbelit belit seperti transaksi di bank atau instansi lainnya. Bentuk transaksi termasuk akad yang tidak bernama karena tidak jelas dalam hukum. Sedangkan tinjauan hukum Islam terhadap akad hutang piutang uang dibayar dengan jasa menanam padi Di Desa Samparwadi Kecamatan Tirtayasa relevan dengan akad ijarah yang ada dalam Hukum Islam sehingga dapat dikatakan bahwa syarat dan rukun akad dalam ijarah relevan dengan praktek hutang piutang diganti dengan tenaga kerja (menanam padi), artinya pembayaran sewa (ujrah) sudah diambil sebelum bekerja. Setelah pekerjaan selesai maka tidak ada lagi ujrah karena sudah diambil diawal.
Properties of Bio-Oil and Biochar Produced through Co-Pyrolysis of Pennisetum purpureum and HDPE Plastic Waste at Various Feedstock Ratios and Temperatures Asfihani, Asfihani; Azhari, Azhari; Setiawan, Adi
Reaktor Volume 26 No.1 April 2026
Publisher : Department of Chemical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/reaktor.26.1.%p

Abstract

This study investigates the co-pyrolysis of elephant grass (Pennisetum purpureum) and HDPE plastic waste to evaluate the properties of the resulting bio-oil and biochar. The process was conducted in a fixed-bed batch reactor under a nitrogen atmosphere using a two-stage heating scheme at 300 °C and 450 °C, with biomass–HDPE weight ratios of 100:0, 90:10, 75:25, 60:40, and 50:50. The method used in this work includes integration of product yield analysis, thermophysical characterization, GC–MS-based chemical composition analysis, and ANOVA statistical validation to determine the optimum conditions for Pennisetum purpureum–HDPE co-pyrolysis. The results indicate that the addition of HDPE does not increase the absolute yield of bio-oil but significantly enhances its energy quality. The calorific value of the bio-oil increased from 10,579 cal/g for pure biomass to a maximum of 12,029.91 cal/g at a 75:25 ratio, accompanied by a compositional shift from oxygenated compounds toward a dominance of fatty acid methyl esters (FAME) and medium- to long-chain hydrocarbons. At the same ratio, biochar exhibited the highest yield (44.93%) while maintaining characteristics suitable for energy applications. These findings identify the 75:25 biomass–HDPE ratio as the optimum condition based on both experimental and statistical evidence, and demonstrate that biomass–HDPE co-pyrolysis is an effective strategy for waste utilization and for enhancing the quality of renewable energy products.