Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENEGAKAN HUKUM DALAM MENANGGULANGI KEJAHATAN SIBER (CYBER CRIME) DI ERA DIGITAL (Studi Kasus Peretasan Data Pengguna Bank BSI) Armayanti, Rika; Permata, Dhira Ahzara; Cahyani, Srikandi Regita; Fitrianto, Bambang
Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 9 No. 11 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3783/causa.v9i11.9199

Abstract

Penelitian ini membahas pentingnya penegakan hukum dalam menanggulangi cyber crime di era digital dan upaya untuk mencegahnya. Metode yang digunakan adalah analisis yuridis normatif untuk mengeksplorasi undang-undang terkait, literatur hukum, dan dokumen relevan. Bank semakin rentan terhadap ancaman seperti peretasan data dan kejahatan dunia maya lainnya, dengan kasus nyata seperti peretasan data yang terjadi pada tahun 2023 pada Bank Syariah Indonesia (BSI). Temuan utama mencakup kompleksitas regulasi yang masih belum memadai untuk mengatasi dinamika cyber crime yang cepat berkembang. Indonesia masih menghadapi tantangan dalam menghadapi kejahatan siber yang semakin canggih dan intens. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan perlunya pembaharuan hukum yang lebih adaptif dan komprehensif untuk menanggapi ancaman kejahatan siber yang berkembang pesat. Dengan implementasi yang tepat, diharapkan Indonesia dapat meningkatkan efektivitas penanggulangan cyber crime, melindungi aset digital, dan meminimalisir dampak negatif terhadap individu, perusahaan, dan negara secara keseluruhan.
Etika Profesi Hukum di Bawah Tekanan Kepentingan Politik dan Ekonomi Fahri, Yusril; Nasution, Dito Aditia Darma; Permata, Dhira Ahzara; Armayanti, Rika; Siregar, Fazru Muwazir; Nainggolan, Andreas
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7146

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran etika profesi hukum dalam konteks tekanan dari kepentingan politik dan ekonomi. Penelitian ini menyoroti dilema etika yang dihadapi oleh praktisi hukum, seperti pengacara dan hakim, yang sering kali harus menyeimbangkan antara menjaga keadilan dan merespons tuntutan eksternal. Pengaruh kekuatan politik dan ekonomi dapat mengancam integritas dan objektivitas profesional hukum, yang berpotensi menyebabkan konflik kepentingan dan pelanggaran etika. Makalah ini menekankan pentingnya mematuhi kode etik dan menjaga kemandirian profesional sebagai strategi untuk mengatasi tekanan tersebut. Pada akhirnya, makalah ini mengemukakan pentingnya landasan etika yang kuat dalam profesi hukum untuk memastikan kepercayaan publik dan keadilan dalam masyarakat.
Tanggung Gugat Bank Terhadap Penipuan Skema Social Enginering dalam Transaksi Digital Fitrianto, Bambang; Lestari, Cut Anggi; Gusnita, Deviyanti; Permata, Dhira Ahzara; Sipakar, Erwin Juliandi
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 3 No. 4 (2025)
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v3i4.1574

Abstract

The development of information technology and the digitalization of banking services have significantly increased the use of digital transactions, offering efficiency and convenience while simultaneously giving rise to increasingly complex cybercrimes. One prevalent form of cybercrime in digital banking practices is fraud through social engineering schemes. This type of fraud exploits psychological manipulation to obtain customers’ confidential information, authentication codes, or unauthorized transaction approvals, resulting in substantial financial losses. In the context of banking law, social engineering fraud raises legal issues concerning banks’ liability for customer losses, particularly in determining the boundary between bank negligence and customer fault. The Indonesian banking regulatory framework has incorporated prudential principles, risk management, and consumer protection measures. However, regulations specifically addressing banks’ liability in cases of social engineering fraud remain insufficient and lack comprehensive clarity, leading to potential legal uncertainty and inconsistent dispute resolution. This study aims to analyze banks’ liability for social engineering fraud in digital transactions from the perspective of banking law and customer protection. The research employs a normative legal method with statutory and conceptual approaches by examining banking regulations, consumer protection laws, and legal doctrines related to liability and negligence. The findings indicate that banks may be held liable when customer losses arise from weaknesses in security systems, failure to properly implement prudential principles, or inadequate customer protection and education measures. Therefore, clearer legal regulation is necessary to define the allocation of liability between banks and customers in order to ensure legal certainty and strengthen customer protection in digital banking transactions.