Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Investigasi Pengaruh Model Problem Based Learning Berbasis Pendekatan Saintifik terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik Kelas IV Sekolah Dasar Rahayu, Putri; Apriani, Yeni; Affandy, Harry; Silitonga, Manda Ulina Br
Sulawesi Tenggara Educational Journal Vol 5 No 3: Desember (2025)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/seduj.v5i3.1422

Abstract

Kemampuan berpikir kritis menjadi kompetensi esensial yang harus dikembangkan sejak jenjang pendidikan dasar. Namun, praktik pembelajaran di sekolah dasar masih didominasi oleh pendekatan berpusat pada guru, sehingga kurang memberi ruang bagi peserta didik untuk terlibat aktif dalam pemecahan masalah kontekstual. Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh penerapan model Problem Based Learning berbasis pendekatan saintifik terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas IV sekolah dasar pada muatan IPA dan Bahasa Indonesia. Desain penelitian menggunakan kuasi-eksperimen dengan pendekatan kuantitatif, melibatkan peserta didik kelas IV di SD Negeri Gugus 2 Kampung Baru. Pembelajaran dilaksanakan pada Tema Kayanya Negeriku, Subtema Kekayaan Sumber Energi di Indonesia. Kelompok eksperimen memperoleh perlakuan pembelajaran menggunakan model PBL berbasis pendekatan saintifik, sedangkan kelompok pembanding mengikuti pembelajaran konvensional. Pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan berpikir kritis disusun berdasarkan indikator berpikir kritis meliputi interpretasi, analisis, evaluasi, dan inferensi. Data dianalisis menggunakan uji statistik parametrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL berbasis pendekatan saintifik memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis peserta didik dibandingkan dengan pembelajaran konvensional. Peserta didik pada kelas PBL menunjukkan peningkatan yang lebih tinggi pada seluruh indikator berpikir kritis, khususnya dalam kemampuan menganalisis permasalahan kontekstual dan mengevaluasi solusi berdasarkan bukti.
Implikatur Konversasional dan Konvensional sebagai Strategi Humor dalam Acara “Lapor Pak!”: Conversational and Conventional Implicatures as Humor Strategies in the Show “Lapor Pak!” Apriani, Yeni; Setiawan, Teguh; Wibowo, Anindia Wahyu Pratiwi Randri
Pena : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 16 No. 3 (2026): Pena: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/pena.v16i3.56506

Abstract

This study examines the types and forms of implicatures used as humor strategies in the Indonesian digital comedy talk show “Lapor Pak!”. This study is motivated by the prevalence of utterances containing implied meanings in multi-party interactions among the players, making them interesting for pragmatic analysis. This study aims to describe the types of conversational and conventional implicatures and their linguistic realizations such as declarative, interrogative, imperative, and exclamatory as humor strategies in multi-party conversations. A descriptive qualitative approach is used, with data sourced from the actors’ utterances in the episode Lagi, “Komandan Ussy Bikin Andhika Tak Berkutik!” uploaded on the YouTube channel 7 Comedy. Data were collected through observation and recording techniques and analyzed using pragmatic identity and distribution methods. The findings indicate two types of conversational implicatures (11 data) and conventional implicatures (4 data). Conversational implicatures arise from the neglect of the maxims of Quality and Relevance (Grice, 1975), which trigger hyperbole and cognitive dissonance, while conventional implicatures are triggered by specific lexical meanings (attraction, bete) that function as reframing and metapragmatic commentary. These two types are manifested in declarative, interrogative, imperative, and exclamatory sentences. The main findings indicate that humor in multi-participant situational comedy is not produced by a single utterance but is constructed collaboratively through sequential responses and negotiation of meaning among participants. This research enriches the study of pragmatics by revealing the relationship between types of implications and mechanisms of collaborative humor in multi-participant conversations, extending the application of Grice's pragmatics beyond monologue or formal discourse.