Penelitian ini dilaksanakan di Desa Ponggok, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, dengan tujuan untuk mengkaji konsumsi pakan, produktivitas telur, serta kualitas fisik telur yang dipengaruhi oleh pakan yang dicampur secara mandiri dengan tambahan feed additive. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk mengumpulkan data melalui observasi langsung, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk menyajikan temuan penelitian secara komperhensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas peternak berusia antara 51-60 tahun, dengan 52% di antaranya memiliki pendidikan terakhir setingkat SD. Meskipun tingkat pendidikan tergolong rendah, pengalaman beternak mereka sudah lebih dari 10 tahun dan menunjukkan keahlian yang mumpuni. Di Desa Ponggok 40% peternak ayam layer memilih strain ayam malindo yang dikenal memiliki produksi telur yang tinggi, konsumsi pakan rendah, serta angka kematian yang rendah. Rata-rata konsumsi pakan tercatat sebesar 120 gram per ekor setiap harinya, dengan pemberian pakan dilakukan dua kali dalam sehari yakni pada pagi dan siang. Penggunaan feed additive pada campuran pakan terbukti memberikan dampak positif terhadap konsumsi pakan, HDP, berat telur, tekstur cangkang telur, serta warna cangkang. Rata-rata berat telur mencapai 52% yang berada dalam kategori berat standar. Sementara itu, rata-rata warna cangkang telur sebanyak 44% berada pada kategori 9(Camel), dan tekstur cangkang telur sebanyak 72% berada pada kualitas mutu 1 (halus).