Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol, Etil Asetat, dan N-heksana Jintan Hitam (Nigella sativa) dengan Variasi Pelarut dan Waktu Maserasi Lusti, Nur Fara; Pratiwi, Nunik; Musaidah, Siti; Audina, Risti Ifa; Atwiyandani, Indah; Dianson, Arkila Destha; Mukaromah, Ana Hidayati
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 7 (2024): Transformasi Teknologi Menuju Indonesia Sehat dan Pencapaian Sustainable Development G
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Antioksidan adalah senyawa yang dapat mencegah dan memperbaiki kerusakan sel-sel akibar paparan radikal bebas. Jintan hitam (Nigella sativa L.) merupakan tanaman herbal yang memiliki manfaat sebagai antioksidan, antialergi, antiinflamasi, dan imunomodulator. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hasil rendaman, uji fitokimia dan aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol, etil asetat, dan n-heksana jintan hitam (Nigella sativa L.) yang direndam dengan variasi jumlah pelarut (1:3, dan 1:6) dan waktu maserasi (24, 48, dan 72 jam). Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan penelitian ilmuilmuterapan. Jintan hitam diambil dari salah satu daerah di Kota Solo dibuat variasijumlah bahan terhadap pelarut(1:3 dan 1:6) dan waktu maserasi (24, 48 dan 72 jam) dengan melihat aktivitas antioksidan ekstrak etanol, etil asetat, dann-heksan jintan hitam (Nigella sativa L.). Hasil penelitian menunjukkan bahwauji fitokimia ekstrak etanol, etil asetat, dan n-heksan mengandung senyawa metabolit sekunder flavonoid, alkaloid, saponin, fenolik, dan tannin. Aktivitas antioksidam ekstrak etanol perbandingan pelarut (1:3 dan 1:6) dan waktu maserasi (24, 48 dan 72 jam) berturut-turut yaitu 29,2927; 40,8521; 35,9411; 34,9394;40,3616; dan 39,0700 ppm. Hasil aktivitas antioksidan ekstrak etil asetat perbandingan pelarut (1:3 dan 1:6) dan waktu maserasi (24, 48 dan 72 jam) berturut-turut yaitu 47,0429; 33,3480; 20,0169; 45,7956;30,3761, dan 18,4260 ppm. Hasil aktivitas antioksidan ekstrak n-heksan perbandingan pelarut (1:3 dan 1:6)dan waktu maserasi (24, 48 dan 72 jam) berturut-turut yaitu 40,3834; 71,5680; 27,6170; 50,7628; 37,1368;dan 43,1974. Kesimpulan aktivittas antioksidan ekstrak etanol, etil asetat, dan n-heksan jintan hitam(Nigella sativa L.) memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat. Kata kunci : Nigella_sativa, Aktivitas_antioksidan, Etanol, Etil_asetat, N-heksan
Profil Kadar Kolesterol Total dan Trigliserida Berdasarkan Usia dan Jenis Kelamin terhadap Risiko Kardiovaskular Lusti, Nur Fara; Yusuf, Arfina; Gunawan, I Agus Adi
Jurnal Sains Farmasi Dan Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2026): Januari - April
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Heart disease is a leading cause of morbidity and mortality worldwide. Elevated total cholesterol and triglyceride levels are major risk factors influenced by age and gender. Therefore, analyzing lipid profiles based on demographic characteristics is important for cardiovascular risk assessment. This study aimed to analyze total cholesterol and triglyceride levels based on age and gender as indicators of cardiovascular disease risk. This descriptive study involved 41 respondents. The variables analyzed included age, gender, total cholesterol levels, and triglyceride levels. Total cholesterol levels were classified as normal (<200 mg/dL) and abnormal (≥200 mg/dL), while triglyceride levels were classified as normal (<150 mg/dL) and abnormal (≥150 mg/dL). Data were analyzed descriptively and presented as distribution tables and percentages. The results showed that 70.7% of respondents had abnormal total cholesterol levels, while 75.6% had normal triglyceride levels. Higher total cholesterol and triglyceride levels tended to occur in the 40–59 year age group. Both male and female respondents showed proportions of abnormal lipid levels that may increase cardiovascular risk. In conclusion, abnormal lipid profiles are still commonly found and may contribute to increased cardiovascular disease risk.