Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Penambahan Serat Daun Nanas Terhadap Konduktivitas Termal pada Material Komposit Bermatriks Polyurethane Afifi, Rizki Fahmi; Cahyandari, Dini; Pujianto, M. Edi; Amin, Muh
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 7 (2024): Transformasi Teknologi Menuju Indonesia Sehat dan Pencapaian Sustainable Development G
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan serat daun nanas pada kompositberbasis polyurethane (PU) sebagai material insulasi termal ramah lingkungan. Serat daun nanas digunakandalam variasi fraksi volume 0%, 10%, 20%, dan 30%. Pengujian konduktivitas termal dilakukan pada suhu140ºC menggunakan alat uji Gunt Humberg WL 420. Hasil pengujian menunjukkan bahwa konduktivitastermal untuk fraksi serat 0%, 10%, 20%, dan 30% masing-masing adalah 5,4 W/mK, 4,67 W/mK, 3,57W/mK, dan 2,5 W/mK. Penambahan serat daun nanas menurunkan konduktivitas termal dari 0,54 W/mKmenjadi 2,9 W/mK, yang meningkatkan kemampuan insulasi termal komposit. Resistensi termal untuksetiap spesimen adalah 11,79 ºC/W, 13,63 ºC/W, 17,84 ºC/W, dan 25,4 ºC/W, dengan komposit 30% seratmenunjukkan resistensi tertinggi sebesar 34,48 ºC/W. Penambahan serat daun nanas terbukti meningkatkanresistensi termal, menjadikannya alternatif potensial untuk material insulasi yang ramah lingkungan. Kata kunci: Serat daun nanas, konduktivitas termal, komposit polyurethane, insulasi termal, resistensitermal.
Implementasi Pelatihan Gambar 3D sebagai Solusi untuk Peningkatan Keterampilan Siswa Sanggar Belajar saefudin, Slamet; Cahyandari, Dini; Subri, Muhammad; Nugroho, Hanityo Adi; Afif, Ilham Yustar; Rohman, Taufik; Pujianto, M. Edi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknik Vol 7, No 1 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknik (JPMT)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jpmt.7.1.29-34

Abstract

Sanggar Belajar (SB) merupakan lembaga pendidikan bagi anak-anak tenaga kerja Indonesia (TKI) di Malaysia, yang meskipun berada di negara maju, menghadapi tantangan besar dalam menyediakan pendidikan yang setara dengan siswa lokal. Akses dan fasilitas pendidikan yang terbatas mengakibatkan kurangnya keterampilan dan pengetahuan teknologi di kalangan siswa SB. Salah satu keterampilan penting yang belum banyak dikuasai adalah pemodelan dan gambar tiga dimensi (3D), yang dapat meningkatkan kreativitas siswa. Program pelatihan gambar 3D ini dirancang sebagai bagian dari pengabdian masyarakat untuk mendukung pengembangan kreativitas siswa SB Al-Amin Sentul, Malaysia. Metode yang digunakan adalah dengan pelatihan tatap muka secara langsung yang dilakukan dengan tahapan pretest, presentasi, tutorial dan praktik serta diakhiri dengan posttest untuk mengevaluasi pelaksanaan kegiatan. Hasil menunjukkan terjadi peningkatan dalam pengetahuan dan pemahaman peserta pelatihan dengan skor 60,43 menjadi 64,8. Meskipun mengalami peningkatan yang kurang signifikan namun hal ini menjadi upaya untuk meningkatkan pendidikan bagi warga Indonesia di luar negeri.
Implementasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Untuk Meningkatkan Kemandirian Energi Masyarakat Mahfud, Akhmad Ulum; Saefudin, Slamet; Sutarto; Nugroho, Hanityo Adi; Pujianto, M. Edi; Subri, Muhammad; Muntasiroh, Laily; Afif, Ilham Yustar
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknik Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknik (JPMT)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan energi listrik di Indonesia terus meningkat seiring dengan pertumbuhan populasi, perkembangan industri, dan pembangunan infrastruktur. Namun, ketergantungan pada sumber energi fosil yang semakin menipis serta dampak negatif terhadap lingkungan menuntut adanya solusi energi alternatif yang lebih berkelanjutan. Energi matahari merupakan salah satu potensi energi terbarukan yang dapat dimanfaatkan secara optimal di Indonesia, mengingat letaknya yang berada di wilayah tropis dengan intensitas radiasi matahari yang tinggi. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai pemanfaatan energi terbarukan melalui edukasi serta pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk penerangan jalan umum (PJU) di Kelurahan Sambirejo, Semarang. Metode yang digunakan meliputi observasi awal, sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, pemasangan PJU panel surya, serta evaluasi keberhasilan program. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai energi terbarukan, serta keberhasilan instalasi PJU panel surya yang berfungsi dengan baik dalam menerangi jalan warga. Keberhasilan program ini membuktikan bahwa pemanfaatan energi matahari dapat menjadi solusi yang efektif dan berkelanjutan dalam mengurangi ketergantungan pada energi konvensional. Diharapkan, program ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk mengadopsi teknologi energi terbarukan guna mendukung kemandirian energi dan pembangunan berkelanjutan.
Diversifikasi Produk Tempe melalui Penerapan Teknologi Tepat Guna untuk Industri Rumah Tangga: Product Diversification of Tempe through the Application of Appropriate Technology for Household Industries Saefudin, Slamet; Pujianto, M. Edi; Puspita, Nurul; Rohman, Taufik
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 1 (2026): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v11i1.10848

Abstract

Tempe is a traditional Indonesian food with high nutritional value, particularly in its plant-based protein content. However, its market value remains relatively low when sold only in fresh form due to its limited shelf life, fluctuating raw material prices, and the lack of innovation in derivative products. This community service program was carried out to support the diversification of tempe products by applying appropriate technology for Tempe Jowo Household Industry (IRT), the partner. The implementation methods included problem observation, socialization, and training, as well as the application of technology through a slicing machine, an oil spinner, and a hand sealer for packaging. The results showed a significant increase in the partner's knowledge and skills, with the average post-test score rising from 60 to 82. More than 80% of participants were able to properly practice the production techniques for tempe chips, including slicing, temperature-controlled frying, and hygienic packaging. The application of appropriate technology improved production efficiency, reducing processing time by 30–40% compared to manual methods. The resulting tempe chips had a crunchier texture, better flavor, a longer shelf life, and more hygienic, attractive packaging. With product innovation and technological support, the partner IRT enhanced competitiveness and expanded market opportunities for modern retail and online platforms.