Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

A WACANA PROGRAM BANSOS UNTUK KORBAN JUDI ONLINE DALAM TINJAUAN MAṢLAḤAḤ AL-MURSALAH PERSPEKTIF WAHBAH AZ-ZUḤAILI Afin, Muhammad; Muhammad, Azmy
Syariah: Journal of Fiqh Studies Vol 2 No 2 (2024): Syariah: Journal of Fiqh Studies
Publisher : Bidang Penelitian Dan Penulisan Karya Ilmiah (bp2ki) Ma'had Aly Lirboyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61570/syariah.v2i2.81

Abstract

The Minister of Human Development and Cultural Affairs, Muhadjir Effendy, opened the opportunity for victims of online gambling to be included in Social Welfare Integrated Data (DTKS) so that they could receive social assistance. The victims are family members or close relatives who have been financially harmed by online gambling perpetrators. This programme sparked support and opposition from various circles. The emergence of these differing views is influenced by varying perspectives on assessing the maṣlaḥaḥ (public interest) of the program. Indeed, in the context of Islamic law, maṣlaḥaḥ can be used as a basis for legitimizing something, a method known as al-maṣlaḥaḥ al-mursalah. However, according to Wahbah az-Zuḥaili in Uṣūl al-Fiqh al-Islāmi, the measure of maṣlaḥah is not human logic but the legitimacy of syariat regarding a particular form of maṣlaḥah. According to Wahbah az-Zuḥaili, human reasoning will always differ in assessing maṣlaḥah, as seen in the differing opinions of some scholars regarding the maṣlaḥah of social assistance programs. The aim of this study is to analyze the discourse surrounding the social assistance program for victims of online gambling from the perspective of al-maṣlaḥaḥ al-mursalah, according to Wahbah az-Zuḥaili. To achieve this goal, the research method used was qualitative, with a library research approach. The data collection technique involves reviewing various literature, including classical and contemporary scholars' books, scientific articles, and other relevant sources. The results of this study indicate that this program is in line with the standards of the concept of al-maṣlaḥaḥ al-mursalah, as outlined by Wahbah az-Zuḥaili.
BIMBINGAN ANAK-ANAK MENGAJI AL QUR’AN DI YAYASAN AR ROHMAH DESA SEMBORO KIDUL KECAMATAN SEMBORO KABUPATEN JEMBER Zainudin, Agus; Nurholilah, Siti; Ernawati, Sitti; Naim, Zulfa Nadrotun; Rohana, Siti; Hidayat, Rahmad Nur; Robiussani, Muhammad; Afin, Muhammad
MIMBAR INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 5 No 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Biro Administrasi dan Akademik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/mimbarintegritas.v5i1.7699

Abstract

Pendidikan agama memiliki peran strategis dalam pembentukan karakter anak, khususnya melalui pembelajaran membaca Al-Qur’an yang benar sesuai kaidah tajwid. Yayasan Omah Yatim Ar-Rohmah Semboro sebagai lembaga pendampingan anak yatim dan dhuafa telah menjalankan program mengaji, namun masih ditemukan anak yang belum lancar membaca, belum tepat dalam mad dan tajwid, serta belum fasih melafalkan huruf hijaiyah. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an anak secara teknis sekaligus menumbuhkan adab dan motivasi belajar. Kegiatan dilaksanakan setelah Magrib hingga menjelang Isya di Yayasan Omah Yatim Ar-Rohmah, Dusun Semboro Kidul, Desa Semboro, Kecamatan Semboro, Kabupaten Jember dengan melibatkan 25 anak usia 7–13 tahun. Metode pelaksanaan meliputi observasi awal melalui uji baca, pembelajaran bertahap (pengenalan huruf hijaiyah, latihan makharijul huruf, dan penguatan tajwid dasar), serta penerapan Metode Alimna melalui latihan terarah, pengulangan, dan pembiasaan membaca. Evaluasi dilakukan melalui tes praktik membaca surat-surat pendek dengan indikator kelancaran, ketepatan makhraj, panjang-pendek bacaan, dan penerapan tajwid. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek kognitif (40% menjadi 85%), afektif (50% menjadi 90%), dan psikomotorik (35% menjadi 80%). Hambatan utama berupa kurang fokus dan kedisiplinan anak dapat diatasi melalui arahan tegas, konsekuensi mendidik, serta pendampingan khusus bagi anak yang belum memahami tajwid. Program ini efektif meningkatkan kompetensi membaca Al-Qur’an sekaligus memperkuat pembiasaan adab dan karakter cinta Al-Qur’an pada anak.