Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Strategi Bermain Stick Angka Dalam Meningkatkan Kemampuan Berhitung Permulaan Anak Usia 5-6 Tahun Muslihatun Maulidian; Suci Karlina; Muhamad Marzuki
Jurnal Pendidikan AURA (Anak Usia Raudhatul Atfhal) Vol. 5 No. 2 (2024): Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Pendidikan AURA (Anak Usia Raudhatul Atfhal)
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/aura.v5i2.1777

Abstract

Kemampuan berhitung permulaan adalah salah satu pembelajaran yang diajarkan kepada anak usia dini terutama pada anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini berfokus pada peningkatan kemampuan berhitung permulaan pada anak RA Hidayatul Ihsan NWDI Tebaban yang masih kurang karena strategi dan metode mangajar guru yang masih konvensional. Oleh karena itu diperlukan strategi permainan yang bisa meningkatkan kemampuan berhitung permualaan anak usia 5-6 tahun yaitu strategi bermain stick angka. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini menggunakan dua siklus yaitu siklus I dan siklus II. Subjek pada penelitian ini adalah anak kelompok B RA Hidayatul Ihsan NWDI Tebaban. Data penelitian didapatkan melalui tes, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian pada siklus I menunjukkan adanya peningkatan yaitu persentase anak yang Mulai Berkembang (MB) 13%, Berkembang Sesuai Harapan (BSH) 27% dan Berkembang Sangat Baik (BSB) 27%. Jumlah ini masih belum mencapai indikator keberhasilan BSB yang ditentukan yaitu 80%. Sehingga penelitian dilanjutkan ke siklus II. Pada pertemuan ke II siklus II, Jumlah persentase Mulai Berkembang 7%, Berkembang Sesuai Harapan 13% dan Berkembang Sangat Baik (BSB) 80% dan penelitian ini dapat dikatakan berhasil. Berdasarkan hasil penelitian melalui permainan stick angka secara keseluruhan terbukti efektif dalam meningkatkan prestasi kemampuan berhitung permulaan anak
Adaptasi Sosial Anak Usia 4-5 tahun Pasca Perceraian Orang tua dan Implikasinya Terhadap Proses Belajar di PAUD Muslihatun Maulidian; Sri Wahyuni; Muhamad Marzuki
Jurnal Pendidikan AURA (Anak Usia Raudhatul Atfhal) Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan AURA (Anak Usia Raudhatul Atfhal)
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/aura.v6i1.2327

Abstract

Perceraian orang tua dapat berdampak signifikan terhadap adaptasi sosial anak usia dini, khususnya dalam lingkungan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses adaptasi sosial anak usia 4-5 tahun pasca perceraian orang tua dan dampaknya terhadap proses belajar di PAUD. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, penelitian ini melibatkan wawancara dengan orang tua, guru, serta observasi langsung terhadap anak di PAUD Al Yusro desa Moyot Kabupaten Lombok Timur NTB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang mengalami perceraian cenderung mengalami kecemasan, menarik diri dari interaksi sosial, serta mengalami kesulitan dalam berkonsentrasi saat belajar. Namun, dukungan emosional yang kuat dari orang tua, guru, dan lingkungan sekolah dapat membantu anak menyesuaikan diri dan tetap berkembang secara optimal. Oleh karena itu, peran PAUD sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung adaptasi sosial anak pasca perceraian orang tua
Narasi Spritual di Tiktok: Strategi Mikro-Dakwah dan Budaya Partisipatif Generasi Z di Indonesia Muhamad Marzuki; Lalu Haqqulyakin Mulyawan; Muhammad Yani; Muhammad Athar; Ferdiansyah, Daeng Sani
Kediri Journal of Journalism and Digital Media (KJOURDIA) Vol. 4 No. 1 (2026): KJOURDIA: Kediri Journal of Journalism and Digital Media
Publisher : Fakultas Usluhuddin dan Dakwah IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/kjourdia.v4i1.3714

Abstract

The phenomenon of digital da’wah has undergone a significant transformation alongside the development of social media, particularly the TikTok platform, which is highly popular among Generation Z. Da’wah, which was previously hierarchical in nature, has shifted toward a more participatory model, where religious messages are conveyed through short narratives, humor, music, and engaging visuals. This study aims to describe the micro-da’wah strategies employed by young Muslim creators on TikTok and to analyze how participatory culture shapes the dynamics of disseminating Islamic values in the digital sphere. Using a descriptive qualitative approach based on digital ethnography, data were collected through online observation and content analysis of 100 videos from five Indonesian Muslim TikTok creators. The findings indicate that TikTok micro-da’wah presents four main narrative patterns: (1) reflective-spiritual narratives, (2) religious humor narratives, (3) motivational narratives, and (4) dialogical narratives. These contents reflect a new form of da’wah communication grounded in participatory culture, in which audiences actively contribute to shaping, interpreting, and spreading religious messages. This study concludes that TikTok has become an interactive space for da’wah that fosters a “digital ummah” and opens opportunities for innovative Islamic communication strategies in the era of participatory culture.