Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Validasi Simplisia dan Ekstrak Kulit Batang Wilalondahi (Archidendron lucyi) sebagai Bahan Aktif Obat Tradisional Devin, Devin; Ali, Nur Fitriana Muhammad; Tanjung, Asbar; Ramadan, Leski; Kurniawan, Yedith; Haris, Restu Nur Hasanah; Irwan, Irwan
Journal of Herbal, Clinical and Pharmaceutical Science (HERCLIPS) Vol 6 No 01 (2024): HERCLIPS VOL 06 NO 01
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/herclips.v6i01.8796

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memvalidasi penggunaan empiris kulit batang Wilalondahi (Archidendron lucyi) yang telah lama dimanfaatkan sebagai agen hemostatik dan penyembuh luka oleh masyarakat Sulawesi Tenggara. Mengingat hingga saat ini belum terdapat informasi terkait komposisi dan karakteristik kulit batang tumbuhan Wilalondahi dalam Monograf Farmakope Herbal Indonesia, maka penelitian dapat menambahkan data baru mengenai aspek fisik, kimia, dan fitokimia dari simplisia kulit batang tersebut sebagai kontribusi terhadap pengembangan informasi tanaman herbal di Indonesia. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa simplisia kulit batang Wilalondahi memiliki karakteristik berdasarkan parameter spesifik dan non-spesifik. Parameter spesifik meliputi analisis makroskopik, yang menunjukkan warna putih kecoklatan, bau khas, rasa hambar, dan tekstur serbuk kasar; analisis mikroskopik, yang mengidentifikasi butir amilum, rambut penutup, dan berkas pembuluh sebagai fragmen pengenal; serta kadar sari larut etanol dengan nilai rata-rata 7%, yang memenuhi standar Farmakope Herbal Indonesia (≥6,7%). Parameter non-spesifik mencakup kadar air sebesar 7,3%, kadar abu total 8,4%, dan kadar abu tidak larut asam 1,1%, yang keseluruhannya sesuai dengan batas standar (≤10% untuk kadar air, ≤10,2% untuk kadar abu total, dan ≤2% untuk kadar abu tidak larut asam). Skrining fitokimia mengungkap keberadaan flavonoid dan tanin sebagai senyawa bioaktif utama, yang berpotensi memiliki aktivitas antiinflamasi dan hemostatik, mendukung potensi kulit batang Wilalondahi sebagai bahan baku obat herbal.
Utilization of Wilalondahi (Archidendron lucyi) as an Antihemorrhagic and Wound Healing Alternative Based on Ethnomedicine Fitriani, Rezky Dwi; Naiym, Jannatun; Suhardin, Suhardin; Ali, Nur Fitriana Muhammad; Ramadan, Leski; Haris, Restu Nur Hasanah; Irwan, Irwan
Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIKA) Vol. 7 No. 3 (2025): Volume 7 Nomor 3 Desember 2025
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (Salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36590/jika.v7i3.1246

Abstract

Hemorrhage is a leading cause of rapid death, particularly postpartum hemorrhage. One of the triggers is perineal wounds which, if not properly treated, can lead to complications such as bacterial infections. The people of Lalonggasumeeto, Southeast Sulawesi, empirically use Wilalondahi (Archidendron lucyi) bark to treat wounds. However, scientific evidence regarding its anti-inflammatory and wound-healing activities remains unavailable. This study evaluates the in vivo effect of Wilalondahi bark extract gel on the wound healing process in mice (Mus musculus). Methods included phytochemical screening, total flavonoid measurement, and observation of incision wounds. Parameters measured were healing duration, erythema, edema, and crusting. Results showed that the 96% ethanol extract of Wilalondahi bark contains a total flavonoid content of 65,67 mg QE/g. The extract demonstrated significant wound healing and anti-inflammatory activity (p < 0,05). The 15% concentration (P3) showed the most effective results, with wounds completely healed and crusts detached by day 9. Furthermore, the extract treatment was proven to effectively reduce inflammatory symptoms such as erythema and edema, showing comparable effectiveness to the positive control.