Putri, Ghina’a Jayanthi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Persepsi Siswa terhadap Pembelajaran Makna Frase Bahasa Inggris Menggunakan Metode Tanya-Jawab melalui Medi Deani, Amira; Alfalah, Adib; Putri, Ghina’a Jayanthi; Perizga, Andiana; Yusmanika
Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Vol. 3 No. 6 (2024): November 2024
Publisher : Raja Zulkarnain Education Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55909/jpbs.v3i6.649

Abstract

Buku pegangan siswa untuk mata pelajaran Bahasa Inggris kelas X SMA tidak memuat materi kumpulan frase yang dimaknai ke dalam satu kata bahasa Inggris. Oleh karena, digunakan media ganda yakni papan tulis dan bahan ajar sederhana yang berisi kumpulan frase dari berbagai perspektif yang masih harus diisi dengan satu kata sebagai sinonomnya dalam bahasa Inggris. Penelitian ini betujuan untuk mendeskripsikan: 1) persepsi siswa terhadap pembelajaran memaknai frase bahasa Inggris menggunakan metode tanya-jawab melalui media ganda; 2) sama-tidaknya persepsi siswa terhadap pembelajaran memaknai frase bahasa Inggris menggunakan metode tanya-jawab melalui media ganda per kelompok sampel. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Teluk Bintan pada semester ganjil tahun ajaran 2024/2025. Populasi penelitian ini adalah para siswa kelas X yang mengikuti pembelajaran memaknai frase bahasa Inggris menggunakan metode tanya-jawab melalui media ganda. Mereka berjumlah 71 siswa; terbagi dari 36 kelas X.1 dan 35 kelas X.2. Sampel ditetapkan sebanyak 61 siswa; terbadi dari 31 siswa kelas X.1 dan 30 kelas X.2. Untuk mengumpulkan data persepsi siswa terhadap pembelajaran memaknai frase bahasa Inggris menggunakan metode tanya-jawab melalui media ganda digunakan instrumen kuesioner. Untuk memvalidasi data dan hasil analisis data digunakan daftar cek-ricek. Data persepsi siswa terhadap pembelajaran memaknai frase bahasa Inggris menggunakan metode tanya-jawab melalui media ganda dianalis menggunakan prosedur statistik deskriptif yakni frekuensi dan persen. Hasil penelitian: 1) persepsi siswa terhadap pembelajaran memaknai frase bahasa Inggris menggunakan metode tanya-jawab melalui media ganda berkategori sangat suka; 2) persepsi siswa terhadap pembelajaran memaknai frase bahasa Inggris menggunakan metode tanya-jawab melalui media ganda tidak berbeda per kelompok sampel.
Rhetorical Strategies in Political Campaign Banners: Language Use in the 2024 Election in Pekanbaru City Perizga, Andiana; Nurhaliza; Charlina, Charlina; Deani, Amira; Putri, Ghina’a Jayanthi; Wahyudin, Syabrina
GERAM (Gerakan Aktif Menulis) Vol. 14 No. 1 (2026): GERAM (Gerakan Aktif Menulis)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Islam Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/geram.2026.25332

Abstract

This study aims to analyze the rhetorical strategies employed in campaign banners of legislative candidates in the 2024 General Election in Pekanbaru City using the Aristotelian rhetorical framework of ethos, pathos, and logos. The study adopts a qualitative approach with a descriptive method based on textual analysis of the verbal and visual messages contained in campaign banners. Data were collected through stratified purposive sampling and analyzed to identify the forms, dominant tendencies, and implications of rhetorical strategy use in visual-based political campaigning. The findings indicate that ethos is the most dominant rhetorical strategy. Candidates’ credibility is constructed through the emphasis on personal identity, political track records, social and local affiliation, religious legitimacy, and narratives of integrity and leadership responsibility. Pathos functions as a supporting strategy manifested through political promises, personal and religious appeals, as well as creative humor to establish emotional closeness with voters. Meanwhile, logos appears in a limited and simplified form, primarily through references to technocratic capacity and institutional functions, indicating the existence of rational constraints inherent in campaign banners as static visual media. This study concludes that the ethos–pathos–logos hierarchy in campaign banners is contextual and shaped by media characteristics as well as the social configuration of the local community.