Wirawan, Oliva Lili Wangsa
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL ANGKA 1-10 PADA ANAK USIA 3-4 TAHUN MELALUI KEGIATAN BERMAIN VARIATIF DENGAN MEDIA LOOSE PART DI SPS BOUGENVILLE 20 RAMBIPUJI JEMBER Khodijah, Khodijah; Sugiarto, Muhammad Agus; Wirawan, Oliva Lili Wangsa
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 03 September 2025 In Press
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.30488

Abstract

This research aims to enhance number recognition skills through varied play methods using loose parts media for children aged 3-4 years at SPS Bougenville 20 Rambipuji Jember. The expected benefit for children is an increased ability to recognize numbers through varied play methods using loose parts media. The method used is classroom action research, aimed at improving number recognition from 1-10 for children aged 3-4 years through varied play activities with loose parts media. The subjects of this research are 20 children aged 3-4 years. During the observation process, the researcher was directly involved in the research both inside and outside the classroom. The results of the research in Cycle I and Cycle II showed that: in Cycle I, 5 children or 25% received the Not Developed (BB) score, while 12 children or 60% received the Developing (MB) score. In Cycle I, there was an increase where 3 children or 15% out of 20 children scored Developing as Expected (BSH) and the Developing Very Well (BSB) score did not experience an increase, remaining at 0%. In Cycle II, the ability to recognize numbers 1-10 in children aged 3-4 years through varied play activities with loose parts media at SPS Bougenville 20 Rambipuji Jember reached the success indicator of 80%. With 4 children or 20% out of 20 children achieving the Developing as Expected (BSH) score, while the Developing Very Well (BSB) score was 16 children or 80% out of 20 children. In this Cycle II, the number of children who received the Developing (MB) and Not Developed (BB) scores was 0%.
KEPEMIMPINAN DAN MANAJEMEN PAUD DALAM MENDUKUNG PENDIDIKAN INKLUSIF DI KABUPATEN JEMBER Priatiningsih, Selasi; Wirawan, Oliva Lili Wangsa
CENDEKIA PENDIDIKAN Vol 4 No 4 (2025): Edisi: November
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cendekiapendidikan.v4i4.7786

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis kepemimpinan dan manajemen Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan inklusif di Kabupaten Jember. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus. Subjek penelitian meliputi kepala PAUD, guru, dan tenaga pendukung. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala PAUD memegang peran strategis dalam membangun visi, kebijakan, dan budaya lembaga yang mendukung pendidikan inklusif. Kepemimpinan yang diterapkan bersifat partisipatif dan transformasional, serta berorientasi pada pembinaan profesional guru. Kepala PAUD menjalankan fungsi manajemen secara terpadu melalui perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, serta pengawasan dan evaluasi yang berorientasi pada inklusi. Pendidikan inklusif diimplementasikan melalui integrasi program inklusi dalam rencana kerja lembaga, pembelajaran berdiferensiasi, kolaborasi dengan orang tua dan tenaga ahli, serta supervisi berkelanjutan. Faktor pendukung meliputi komitmen pimpinan, budaya lembaga yang terbuka, dan kerja sama tim, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan kompetensi guru, sarana prasarana, dan pendanaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan visioner dan manajemen yang sistematis merupakan kunci utama dalam mendukung keberhasilan pendidikan inklusif di PAUD. Temuan penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pengelola PAUD dan pemangku kebijakan dalam memperkuat layanan PAUD inklusif.