Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

GERAKAN RENCANA AKSI KELURAHAN MENUJU SATU SEHAT BERBASIS STATUS SOSIAL EKONOMI DI KELURAHAN LINGKAR SELATAN KECAMATAN PAAL MERAH KOTA JAMBI Noerjoedianto, Dwi; Hubaybah, Hubaybah; Augina Mekarisce, Arnild; Amir, Andy; Muldiasman, Muldiasman
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 2 No. 5 (2024): Oktober
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v2i5.1338

Abstract

Gerakan Rencana Aksi Kelurahan menuju satu sehat berbasis status sosial ekonomi merupakan inisiatif yang berfokus pada partisipasi masyarakat untuk meningkatkan kemandirian dalam mengakses layanan kesehatan. Pola gerakan masyarakat ini sejalan dengan program pemerintah tentang hidup sehat. Penelitian ini menggunakan metode Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan 20 peserta mewakili 57 RT di Kelurahan Lingkar Selatan, Kecamatan Paal Merah, Kota Jambi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan kesadaran peserta, terbukti dari perbandingan nilai pre-test dan post-test yang meningkat baik dari nilai minimal, maksimal, maupun rata-rata. Sebagai tindak lanjut, gerakan satu sehat diimplementasikan melalui percontohan di RT 02 dan RT 03, diikuti dengan kegiatan monitoring dan evaluasi yang melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan pemuda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gerakan ini sangat dirasakan keberhasilannya oleh masyarakat, yang tercermin dalam indikator pelaksanaan dan partisipasi aktif dalam kegiatan. Kata Kunci : Gerakan Rencana Aksi, Satu Sehat
Hubungan Usia, Sikap Kerja, Durasi Kerja, dan Masa Kerja dengan Kejadian Low Back Pain (LBP) pada Pengendara Ojek Online di Kota Jambi Evany, Abib Putra; Rini, Willia Novita Eka; Noerjoedianto, Dwi; Aswin, Budi; Muldiasman, Muldiasman
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Edisi Januari
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v4i3.1408

Abstract

Low back pain (LBP) adalah nyeri yang dirasakan pada daerah punggung bawah di daerah diskus intervertebralis lumbal dan sakralis (L5-S1). Faktor resiko low back pain, yaitu Usia, Sikap, Durasi kerja, masa kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara Usia, sikap kerja, durasi kerja, dan masa kerja pada pengendara ojek online di Kota Jambi. Penelitian kuantitatif dengan desain observasional merupakan metodologi yang digunakan. Tujuan dari pendekatan cross sectional adalah untuk mengetahui hubungan antara usia, sikap kerja, durasi kerja, dan masa kerja dengan resiko terjadinya Low Back Pain (LBP) pada pengendara ojek online di Kota Jambi. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah Accidental sampling mengambil responden yang kebetulan ditemui di suatu tempat yang sesuai dengan konteks penelitian. Jumlah sampel yaitu 100 sampel yang merupakan pengendara Ojek Online di Kota Jambi. Hasil penelitian terhadap 72 responden yang mengalami keluhan (LBP) dan 28 orang yang tidak mengalami keluhan low back pain (LBP). Ditemukan hubungan yang signifikan antara variabel durasi kerja dan masa kerja dengan keluhan (LBP). Tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara variabel usia dan sikap kerja hal ini disebabkan oleh homogenitas postur berkendara responden. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa lebih banyak pengendara ojek online di Kota Jambi yang mengalami keluhan LBP dari pada yang tidak mengalami keluhan LBP.
The Relationship of Individual Characteristics, Work Stress and Work Fatigue with Patient Safety Culture at X Hospital, East Tanjung Jabung Regency in 2025 Agusnawati, Agusnawati; Guspianto, Guspianto; Asparian, Asparian; Amir, Andy; Kalsum, Ummi; Eka Rini, Willia Novita; Muldiasman, Muldiasman
Jurnal KESANS : Kesehatan dan Sains Vol 5 No 6 (2026): KESANS: International Journal of Health and Science
Publisher : Rifa'Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/kesans.v5i6.604

Abstract

Introduction: Patient safety is a fundamental component of hospital service quality and is strongly influenced by patient safety culture. Various individual factors, including demographic characteristics, job stress, and work-related fatigue, are considered to play an important role in shaping patient safety culture in hospitals. Objective: The study population consisted of all hospital staff, both clinical and non-clinical, with a total sample of 197 respondents selected using proportional random sampling. Method: This study employed an observational analytic design with a cross-sectional approach. Result and Discussion: showed that patient safety culture at RSUD X, Tanjung Jabung Timur Regency, was predominantly in the low category. Bivariate analysis indicated a significant relationship between gender and patient safety culture, while age, education level, employment status, length of work, job stress, and work fatigue were not significantly associated with patient safety culture. Multivariate analysis revealed that gender was the most dominant factor associated with patient safety culture. Conclusions: patient safety culture at RSUD X still requires improvement, and gender is the most influential individual factor related to patient safety culture
Individual Characteristics and Organizational Factors Related to Patient Safety Culture at Regional General Hospital X, East Tanjung Jabung Regency in 2025 Sartika, Yuli Maya; Guspianto, Guspianto; Muldiasman, Muldiasman; Amir, Andy; Kalsum, Ummi; Eka Rini, Willia Novita; Asparian, Asparian
Jurnal KESANS : Kesehatan dan Sains Vol 5 No 6 (2026): KESANS: International Journal of Health and Science
Publisher : Rifa'Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: Patient safety culture is an important indicator of service quality and safety in hospitals. A low level of patient safety culture implementation may increase the risk of patient safety incidents. This study aimed to analyze individual and organizational factors associated with the implementation of patient safety culture at RSUD X, Tanjung Jabung Timur Regency. Objective: . The study population consisted of 340 individuals, with a sample of 198 respondents selected using proportionate stratified random sampling. Method: This study employed a quantitative cross-sectional design. Result and Discussion: The results showed that patient safety culture at RSUD X remained at a low level, with a mean score of 67.65. Bivariate analysis indicated significant associations between gender, employment status, and educational level with patient safety culture, as well as between leadership and management systems with patient safety culture. Multivariate analysis revealed that gender, employment status, education, leadership, training, management systems, and safety climate were associated with the implementation of patient safety culture, with education identified as the dominant factor after controlling for other variables., Conclusions: : Strengthening human resource capacity and continuously improving organizational factors are necessary to enhance patient safety culture in hospitals