Kanker merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia, dengan kanker payudara sebagai jenis kanker yang paling banyak ditemukan di Indonesia, yaitu sebesar 28,7%. Kanker payudara tidak hanya menyerang wanita usia lanjut, tetapi juga dapat terjadi pada usia muda. Apabila tidak terdeteksi sejak dini, kanker payudara dapat berkembang menjadi keganasan yang berisiko tinggi terhadap kesehatan dan keselamatan penderita. Salah satu upaya pencegahan yang sederhana, efektif, dan dapat dilakukan secara mandiri oleh wanita adalah Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI). Berdasarkan hasil analisis situasi dan wawancara awal dengan wanita usia subur di Desa Blang Bayu Kecamatan Syamtalira Bayu Kabupaten Aceh Utara, diketahui bahwa sebagian besar responden belum mengetahui tentang SADARI, manfaat deteksi dini kanker payudara, serta langkah-langkah pencegahannya. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan melalui sosialisasi dan edukasi SADARI menggunakan metode ceramah, diskusi, serta media leaflet. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan, di mana nilai rata-rata peserta meningkat dari 56,3 sebelum edukasi menjadi 85,7 setelah edukasi. Nilai minimum meningkat dari 40 menjadi 70, sedangkan nilai maksimum meningkat dari 75 menjadi 100. Peningkatan ini menunjukkan bahwa sosialisasi SADARI efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran wanita usia subur terhadap pentingnya deteksi dini kanker payudara sebagai langkah awal pencegahan di masyarakat.