Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Peran Fisioterapi Pada Kasus Dismenore Dengan Metode Massage Effleurage: Literature Review Prasanna Dwianda Nugraha; Dini Nur Alviah
Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary Vol. 2 No. 1 (2025): Multidisciplinary Approach
Publisher : Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dismenore merupakan masalah yang umum yang dialami oleh remaja perempuan. Di Indonesia dismenore dialami sekitar 60-70% dan 15% mengalami nyeri hebat. Bagian yang rentan adalah daerah perut. Nyeri dismenore dapat mempengaruhi kehidupan individu. Intervensi berbasis Massage effleurage merupakan metode penanganan nyeri pada dismenore di kalangan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas intervensi berbasis massage effleurage pada nyeri dismenore. Penelitian literature review dilakukan dengan menggunakan pencarian PICO di database seperti Google Scholar. Didapat 5 jurnal yang memenuhi kriteria dan menyatakan bahwa intervensi berbasis Massage Effleurage menunjukkan efek yang signifikan terhadap penurunan nyeri pada dismenore. Dapat disimpulkan bahwa intervensi berbasis massage effleurage efektif dalam penurunan nyeri dismenore pada remaja.
PENGARUH PERAN FISIOTERAPI PADA TENNIS ELBOW DENGAN METODE DEEP FRICTION : LITERATURE REVIEW Suci Salma Ismawati; Samuel Roland Siregar; Dini Nur Alviah
Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary Vol. 2 No. 1 (2025): Multidisciplinary Approach
Publisher : Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kejadian tennis elbow mulai dari ditemukan 1% hingga 3% dari populasi umum dan mencapai 50% pada pemain tenis. Sekitar 5% dari jumlah semua pasien tennis elbow adalah pemain tennis. Angka kejadian tennis elbow berkisar antara 1.3 % sampai 2.8% pada populasi secara umum dan 15% pada pekerjaan berisiko tinggi terjadinya tennis elbow seperti pedagang daging, ibu rumah tangga, pegawai laboratorium dan pegawai industri pengolahan ikan. Bagian yang rentan adalah tangan. Tennis Elbow pada tangan dapat mempengaruhi kehidupan individu. Intervensi berbasis Deep Friction Massage merupakan metode penanganan tennis elbow dalam meningkatkan kemampuan fungsional individu lengan dengan tennis elbow. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas intervensi berbasis deep friction massage terhadap fungsional lengan pada pasien tennis elbow. Penelitian literature review dilakukan dengan menggunakan pencarian PICO di database seperti Google Scholar. Didapat 5 jurnal yang memenuhi kriteria dan menyatakan bahwa intervensi berbasis deep friction massage. menunjukkan efek yang signifikan terhadap peningkatan fungsional lengan dan rentang gerak individu dengan tennis elbow. Dapat disimpulkan bahwa intervensi berbasis tennis elbow efektif dalam perbaikan fungsional dan peningkatan rentang gerak.
PENGARUH KUALITAS TIDUR DENGAN GEJALA DEPRESI PADA PASIEN PASCA STROKE: NARRATIVE REVIEW Rifka Novita Sari; Dini Nur Alviah; Noraeni Arsyad
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Januari
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/hswfzk67

Abstract

Stroke merupakan salah satu penyebab utama kecacatan dan kematian yang berdampak luas terhadap kondisi fisik, kognitif, dan psikologis penderitanya. Pada fase pasca stroke, gangguan kesehatan mental seperti depresi sering kali muncul dan berpotensi menghambat proses rehabilitasi serta menurunkan kualitas hidup pasien. Salah satu faktor yang diduga berperan penting dalam munculnya gejala depresi pada pasien pasca stroke adalah kualitas tidur yang buruk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kualitas tidur dan gejala depresi pada pasien pasca stroke melalui pendekatan narrative review. Metode penelitian dilakukan dengan menelusuri literatur ilmiah dari beberapa basis data daring yang relevan, dengan kriteria inklusi artikel yang diterbitkan dalam rentang tahun 2015–2025, melibatkan pasien pasca stroke, serta menilai kualitas tidur dan gejala depresi menggunakan instrumen yang tervalidasi. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa sebagian besar penelitian melaporkan adanya hubungan yang signifikan antara kualitas tidur yang buruk dengan peningkatan gejala depresi pada pasien pasca stroke. Pasien dengan gangguan tidur, seperti insomnia dan kualitas tidur yang rendah, cenderung memiliki tingkat depresi yang lebih tinggi dibandingkan pasien dengan kualitas tidur yang baik. Hubungan antara kedua variabel tersebut bersifat dua arah, di mana gangguan tidur dapat memperburuk depresi dan sebaliknya. Temuan ini mengindikasikan bahwa kualitas tidur merupakan faktor penting dalam kesehatan mental pasien pasca stroke. Implikasi dari penelitian ini menekankan pentingnya penilaian dan intervensi terhadap kualitas tidur sebagai bagian dari pendekatan perawatan komprehensif guna mendukung pemulihan psikologis dan meningkatkan kualitas hidup pasien pasca stroke.