Stroke merupakan salah satu penyebab utama kecacatan dan kematian yang berdampak luas terhadap kondisi fisik, kognitif, dan psikologis penderitanya. Pada fase pasca stroke, gangguan kesehatan mental seperti depresi sering kali muncul dan berpotensi menghambat proses rehabilitasi serta menurunkan kualitas hidup pasien. Salah satu faktor yang diduga berperan penting dalam munculnya gejala depresi pada pasien pasca stroke adalah kualitas tidur yang buruk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kualitas tidur dan gejala depresi pada pasien pasca stroke melalui pendekatan narrative review. Metode penelitian dilakukan dengan menelusuri literatur ilmiah dari beberapa basis data daring yang relevan, dengan kriteria inklusi artikel yang diterbitkan dalam rentang tahun 2015–2025, melibatkan pasien pasca stroke, serta menilai kualitas tidur dan gejala depresi menggunakan instrumen yang tervalidasi. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa sebagian besar penelitian melaporkan adanya hubungan yang signifikan antara kualitas tidur yang buruk dengan peningkatan gejala depresi pada pasien pasca stroke. Pasien dengan gangguan tidur, seperti insomnia dan kualitas tidur yang rendah, cenderung memiliki tingkat depresi yang lebih tinggi dibandingkan pasien dengan kualitas tidur yang baik. Hubungan antara kedua variabel tersebut bersifat dua arah, di mana gangguan tidur dapat memperburuk depresi dan sebaliknya. Temuan ini mengindikasikan bahwa kualitas tidur merupakan faktor penting dalam kesehatan mental pasien pasca stroke. Implikasi dari penelitian ini menekankan pentingnya penilaian dan intervensi terhadap kualitas tidur sebagai bagian dari pendekatan perawatan komprehensif guna mendukung pemulihan psikologis dan meningkatkan kualitas hidup pasien pasca stroke.
Copyrights © 2026