Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Dosis Inokulum dan Lama Fermentasi Eceng Gondok dengan Neurospora Crassa Sebagai Bahan Pakan Sumber Energi Maslami, Vebera; Purnamasari, Dwi Kusuma; Wiryawan, K. G.; Erwan, Erwan; Syamsuhaidi, Syamsuhaidi; Noersidiq, Azhary; Fahrullah, Fahrullah; Hidayah, Hidayatul
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 26, No 3 (2024): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.26.3.138-146.2024

Abstract

Eceng gondok (Eichhornia crassipes) adalah tanaman air yang melimpah namun sering dianggap sebagai gulma dan potensi sebagai pakan alternatif untuk unggas karena kandungan nutrisinya yang baik.Namun, tingginya kandungan serat kasar menjadi kendala utama dalam pemanfaatannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi dosis inokulum dan lama inkubasi terhadap kandungan energi, bahan organik (BO) dan pH eceng gondok yang difermentasi menggunakan Neurospora crassa. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap pola faktorial dengan variasi dosis inokulum (1%, 2%, 3%) dan lama inkubasi (5 dan 7 hari). Hasil penelitian menunjukkan bahwa fermentasi eceng gondok pada dosis 1% dan lama fermentasi 7 hari  dapat menurunkan kandungan serat kasar. Kesimpulan dari penelitan ini adalah dosis inokulum 1% dengan lama fermentasi 5 hari dapat menurunkan kandungan  serat kasar 23,57%, dengan kandungan energi 3753,38 Kkal/kg, kandungan bahan organik 89,77% dan pH 7,47.
Pengaruh Dosis Inokulum dan Lama Fermentasi Eceng Gondok dengan Neurospora Crassa Sebagai Bahan Pakan Sumber Energi Maslami, Vebera; Purnamasari, Dwi Kusuma; Wiryawan, K. G.; Erwan, Erwan; Syamsuhaidi, Syamsuhaidi; Noersidiq, Azhary; Fahrullah, Fahrullah; Hidayah, Hidayatul
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 26 No 3 (2024): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.26.3.138-146.2024

Abstract

Eceng gondok (Eichhornia crassipes) adalah tanaman air yang melimpah namun sering dianggap sebagai gulma dan potensi sebagai pakan alternatif untuk unggas karena kandungan nutrisinya yang baik.Namun, tingginya kandungan serat kasar menjadi kendala utama dalam pemanfaatannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi dosis inokulum dan lama inkubasi terhadap kandungan energi, bahan organik (BO) dan pH eceng gondok yang difermentasi menggunakan Neurospora crassa. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap pola faktorial dengan variasi dosis inokulum (1%, 2%, 3%) dan lama inkubasi (5 dan 7 hari). Hasil penelitian menunjukkan bahwa fermentasi eceng gondok pada dosis 1% dan lama fermentasi 7 hari  dapat menurunkan kandungan serat kasar. Kesimpulan dari penelitan ini adalah dosis inokulum 1% dengan lama fermentasi 5 hari dapat menurunkan kandungan  serat kasar 23,57%, dengan kandungan energi 3753,38 Kkal/kg, kandungan bahan organik 89,77% dan pH 7,47.
Analisis Penanda dan Petanda dalam Kumpulan Puisi Tanah Laut Separuh Nafasku Karya Ida Komalasari Riswandi, Muhammad; Hidayah, Hidayatul; Harpriyanti, Haswinda
Sajak: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Sastra, Bahasa, dan Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/s.2026.26699

Abstract

Poetry as a literary work is a form of linguistic expression that is rich in signs which construct meaning and represent human experiences and life reflections. This study employs a qualitative method using Ferdinand de Saussure’s semiotic approach, focusing on the relationship between signifier and signified in poetry. The research data are obtained from four poems in the poetry collection Tanah Laut Separuh Nafasku by Ida Komalasari. Data collection is conducted through close reading and note-taking techniques on words, phrases, and poetic lines containing signifier and signified elements. Data analysis is carried out by identifying signifiers and signifieds and interpreting their relationships to reveal the meanings constructed in the poems. The findings indicate that the distinctive characteristic of Ida Komalasari’s poetry lies in the use of signifiers derived from bodily experiences, time, and human biological conditions to form signifieds that represent existential reflections on mortality, loneliness, and human limitations. The relationship between signifier and signified produces contemplative and personal meanings, distinguishing Ida Komalasari’s poems from abstract tendencies in existential poetry.