Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Problem, Emotion Focused Coping, Spiritual Teistik untuk Meningkatkan Ketangguhan Mental Sebagai Pembentuk Wellbeing Wahyu Kurnia Saputra; Suciani Latif; Akhmad Harum; Rafli Ramadan; Rezki Auliah Alimuddin; Muthmainnah
MATAPPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 7 Nomor 4 Tahun 2024
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/matappa.v7i4.3642

Abstract

Ketangguhan mental adalah kemampuan seseorang untuk mengatasi tekanan, tantangan, atau kesulitan dalam kehidupan dengan cara yang positif dan adaptif. Strategi problem focused coping sebagai usaha untuk mengelola masalah yang dihadapi dengan berfokus pada pemecahan masalah dapat meningkatkan ketangguhan mental individu. Selain itu, strategi emotion focused coping juga dapat meningkatkan ketangguhan mental individu. Individu yang memiliki kemampuan mengatasi tekanan emosional yang baik, memiliki tingkat ketangguhan mental yang lebih baik pula. Spiritual teistik memiliki pandangan mengenai manusia sebagai makhluk yang memiliki potensi atau fitrah spiritual religius sehingga mampu merespon nilai-nilai ilahiyah melalui qolbunya dan mengaktualisasikannya dalam rangka mencapai kehidupan personal dan sosial yang sejahtera dan bermakna. Strategi problem, emotion focused coping dan spiritual teistik yang digunakan sebagai upaya membantu mitra untuk meningkatkan ketangguhan mentalnya dilakukan dalam kegiatan individu dan kelompok. Sehingga, mitra dapat memiliki tingkat ketangguhan mental yang semakin baik. Hal tersebut dapat dijadikan dasar untuk mewujudkan wellbeing yang baik dan sehat secara fisik, jasmani, maupun rohani. Metode pelaksanaan dalam pengabdian ini dilakukan dalam beberapa tahapan yang memuat teknik pengabdian, pelatihan dan pendampingan program yang dilaksanakan melalui beberapa tahapan yakni: 1) Tahap persiapan; 2) Tahap pendekatan dan identifikasi masalah; 3) Pelaksanaan strategi problem, emotion focused coping dan spiritual teistik dengan Joyfull Learning (dalam bentuk katarsis menulis, focus group discussion, spiritual sojourn serta aktivitas menyenangkan dan menarik lainnya); 4) Evaluasi dan laporan akhir. Setelah pelaksanaan program, mitra menunjukkan perubahan yang positif, dimana hasil pengukuran akhir menunjukkan 11 orang (61%) mitra memiliki tingkat ketangguhan mental tinggi dan 7 orang lainnya (39%) berada pada tingkat sedang. Ketangguhan mental yang tinggi menjadi tolak ukur mitra memiliki kesejahteraan psikologis yang baik yang terlihat pada perubahan perilaku mitra yang sudah mampu menerima dirinya, membangun hubungan positif dengan orang lain, mandiri, menyesuaikan diri dengan lingkungannya, memiliki tujuan hidup dan mampu mengembangkan dirinya kearah yang lebih baik.
Efektivitas Layanan Bimbingan dan Konseling di Sekolah Islam Terpadu: Studi Kasus di SMPIT Mentari Ilmu Maulana, Reza; Marjan, Raihan Luluil; Thalita, Ratu; Rafli Ramadan; Nur Khalishah; Ahdan Muhammad Fazri; Farida, Nur Aini
At-Tathbīq: Journal of Education and Learning Vol. 1 No. 2 (2025): At-Tathbīq: Journal of Education and Learning
Publisher : CV. Kayaswara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

enelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas layanan Bimbingan dan Konseling (BK) di SMPIT Mentari Ilmu dalam mendukung perkembangan siswa secara akademik, sosial, dan spiritual. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan BK telah berjalan dengan baik dalam membimbing siswa, meskipun masih terdapat kendala seperti keterbatasan waktu dan tenaga guru BK serta kurangnya sosialisasi layanan kepada siswa. Analisis data menunjukkan bahwa 70% siswa memahami keberadaan layanan BK, namun hanya 45% yang aktif memanfaatkannya. Faktor utama yang memengaruhi efektivitas layanan adalah dukungan sekolah, peran wali kelas, serta keterlibatan orang tua. Kesimpulannya, layanan BK di sekolah SMP IT Mentari Ilmu efektif dalam membentuk karakter dan memberikan bimbingan holistik apabila diintegrasikan dengan nilai-nilai Islam dan pendekatan partisipatif antara guru, siswa, dan orang tua. Oleh karena itu, penelitian ini juga menegaskan bahwasannya pentingnya suatu evaluasi yang di lakukan secara berkala terhadap program BK agar layanan yang diberikan tetap sesuai dengan kebutuhan perkembangan siswa. Selain itu juga, peningkatan kompetensi konselor melalui pelatihan berkelanjutan diperlukan untuk memperkuat kemampuan mereka dalam menghadapi berbagai dinamika siswa di sekolah. Dengan demikian, layanan BK dapat terus berkembang dan memberikan dampak yang optimal terhadap pembentukan karakter serta peningkatan kesejahteraan belajar di lingkungan sekolah.