Nasran
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Kemampuan Belajar Siswa Abad 21 Melalui Keterampilan 4C Sukmawati; Anjelina Yofita Goo; Sunarto Amus; Nasran; Shofia Nurun Alanur; Dwi Septiwiharti
An Nafi': Multidisciplinary Science Vol. 1 No. 02 (2024): An Nafi’
Publisher : CV Edujavare Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

After participating in learning activities, students measure and assess their learning ability. This process is verified through testing, and the learning outcomes are expressed in symbols, such as numbers, letters, or sentences that describe the attained learning outcomes. In order to improve students' 21st-century learning abilities in Civic Education subjects in the eighth grade at Bukal Public Junior High School No. 8, two goals of this research are to: (1) describe how 4C skills are implemented; and (2) describe the factors that facilitate or impede the implementation of 4C skills in Civic Education subjects in the eighth grade at Bukal Public Junior High School No. 8. Bukal Public Junior High School No. 8 in Buol Regency is the site of the research. Five students, one civic education instructor, and the principal of the school make up the seven subjects of this study. Qualitative research using a descriptive approach is the research methodology employed. Documentation, interviews, and observation were used to obtain data. The results of the research found in the learning phase are (1) the implementation of 4C skills at Bukal Public Junior High School No. 8, Buol Regency, as follows: critical thinking, for example, when the teacher asks questions to students in class during the learning process, none of them are able to answer the questions. Communication, for example, communication skills in classroom learning, not all students are able to communicate well. Collaboration, for example, students can collaborate with their peers during learning. Creativity, for example, creative skills in student learning are still lacking in creating interesting questions. (2) supporting factors in the implementation of 4C skills are policies related to one of the rules, especially time discipline, and the school strives to utilize all facilities provided by the government and do their best in the classroom learning process.
Analisis Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila Di Smp Negeri 2 Tolitoli Utara Ilmiyanti; Shofia Nurun Alanur; Hasdin; Sukmawati; Imran; Nasran
Civics Education and Social Science Journal (CESSJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/cessj.v8i1.8022

Abstract

Keterampilan berpikir kritis sangat penting dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan karena memungkinkan siswa untuk menganalisis isu-isu sosial, mengevaluasi argumen, dan membuat keputusan yang beralasan. Namun, pengamatan awal menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa belum sepenuhnya berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterampilan berpikir kritis siswa dan meneliti upaya guru dalam meningkatkan keterampilan tersebut dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di SMP Negeri 2 Tolitoli Utara. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan menggunakan wawancara, observasi kelas, dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Data dianalisis melalui model interaktif reduksi data, tampilan data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan berpikir kritis siswa telah mulai berkembang tetapi belum optimal di semua indikator, khususnya dalam penalaran logis dan evaluasi. Meskipun siswa menunjukkan kejelasan dan relevansi yang memadai dalam menjawab pertanyaan, mereka mengalami kesulitan dalam membangun argumen sistematis dan mengevaluasi opini secara kritis. Guru menerapkan beberapa strategi konstruktivis, termasuk diskusi kelompok, studi kasus, dan pertanyaan tingkat tinggi, yang berkontribusi positif terhadap keterlibatan siswa. Studi ini menyoroti perlunya strategi pembelajaran yang lebih sistematis dan konsisten untuk memperkuat pemikiran logis dan evaluatif. Penelitian ini berkontribusi pada praktik pendidikan dengan menyediakan analisis berbasis indikator tentang pengembangan berpikir kritis di kelas Pendidikan Kewarganegaraan. Referensi Alanur, S. N. (2025). Pengembangan Media Catur Konstitusi untuk Meningkatkan Berpikir Kritis dalam Pembelajaran PPKn. Jurnal Pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian Dan Inovasi, 5(4), 41–49. https://doi.org/10.59818/jpi.v5i4.1786 Alimuddiin. (2020). Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Dalam Memecahkan Masalah Matematika Ditinjau Dari Perbedaan Gender Pada Siswa Kelas VIII.1 SMP Negeri 2 Labakkang. 12. Bustomi. (2024). Pemikiran Konstruksivisme Dalam Pendidikan Kognitif. Jurnal Review Pendidikan Dan Pengajaran, 7(3), 7899–7906. Cahya, S. R. (2018). Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Mata Pelajaran PPKn Di SMP Negeri 1 Balong, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo. Kajian Moral Dan Kewarganegaraan., 06(2006), 291–305. Cahyani, M. (2024). Upaya Guru PPKn dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Melalui Pembelajaran Problem Based Learning Pada Siswa Kelas VIII di SMP Negeri 17 Mataram. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 9(3), 1534–1540. https://doi.org/10.29303/jipp.v9i3.2490