Khairunisyah Abrarrah
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Public Relations Management in Developing Marketing of Islamic Education Institutions at IIBS Ar-Rohmah Pesantren Putri II Malang Rikza Ammaziroh; Khairunisyah Abrarrah; Muhammad Amin Nur
Al-fahim : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 6 No. 2 (2024): AL-FAHIM : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : STAI Terpadu Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54396/alfahim.v6i2.1336

Abstract

Public relations is the most important part of educational institutions, therefore the quality of management and marketing in an educational institution is one of the important factors in the quality assurance indicators of learning and education. Educational institutions have an important urgency in communicating their goals to the community. The role of public relations as a communicator, building a school image, and marketing. This article aims to describe the management of public relations in developing the marketing of IIBS Ar-Rohmah II Putri Malang boarding school. The method used in this research is qualitative with the type of case study. The data collection techniques are interviews with informants, direct presence in the field for observation, and documentation sources from various reports. The results showed that public relations management consists of public relations planning which includes planning ideas with the main elements of market identification and segmentation, targeting, and positioning. Implementation of public relations consists of coordination between the public relations team and the content creator team then implementing activities under the previous plan. Public relations evaluation consists of two phases, namely the unit evaluation phase and the central evaluation.
Pendidikan Integratif Berbasis Kurikulum Terpadu Di SMA Ar-Rohmah Putri Internatonal Boarding School Malang Khairunisyah Abrarrah; Arliansyah Maulana; Marno
Risâlah Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 11 No. 4 (2025)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jurnal_risalah.v11i4.1519

Abstract

Arus globalisasi yang terjadi saat ini memberikan penekanan pada masyarakat untuk menemukan alternatif dalam menjawab beberapa tantangan perubahan zaman. pendidikan yang dapat memadukan pendidikan formal dan nonformal dapat menjadi melahirkan konsep pendidikan yang sesuai dalam menjawab tantangan perkembangan zaman. Lembaga pendidikan perlu membuat kurikulum yang dapat menjawab kekhawatiran masyrakat saat ini. Salah satunya yakni dengan kurikulum terpadu atau kurikulum integrasi. Pendekatan penelitian yang dilakukan yaitu penelitian kualitatif dengan jenis studi kasus. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Perencanaan pendidikan integratif berbasis kurikulum terpadu di SMA Ar-Rohmah Putri Internatonal Boarding School Malang dilaksanakan dengan penentuan tujuan kurikulum dengan berlandaskan pada tujuan serta visi misi pesantren. Kemudian isi kurikulum dilaksanakan dengan menggabungkan pembelajaran sains dan kajian Islam dengan pemaduan kurikulum merdeka belajar dari Kemendikbud dengan kurikulum di Khas Hidayatullah. 2) Dalam pelaksanaannya dapat dilakukan dengan integrasi pelaksanaan kurikulum dengan menyatukan pemakaian kalender pendidikan yang telah dikeluarkan yayasan serta rencana kegiatan akademik sekolah yang bersamaan disiapkan serta diselaraskan dengan kurikulum pesantren. 3) Evaluasi dilaksanakan dengan pelaksanaan evaluasi konteks kurikulum, evaluasi input, evaluasi proses dan evaluasi produk yang dilakukan secara bersama-sama. 4) Dalam penerapan juga terdapat faktor pendukung yakni adanya visi misi lembaga yang yang berbasis keislaman, arah kurikulum nasional, kemampuan siswa serta komitemen warga sekolah untuk saling memberikan dukungan dan prasarana yang mendukung pembelajaran. Adapun yang menjadi faktor penghambat yakni guru mata pelajaran yang belum menjalankan kurikulum integrasi berbasis nilai nilai keislaman, dan latar belakang siswa yang memiliki perbedaan.