Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Solusi Inovatif Pemanfaatan Limbah Garmen Untuk Efisiensi Biaya Di Inainabali: Penerapan Strategi Ekonomi Sirkular Pawitri, Ni Nyoman Herlina Maha; Trimurti, Christimulia Purnama
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol. 7 (2024): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/snts.v7i.3548

Abstract

Industri tekstil lokal di Indonesia sedang menghadapi tekanan dari produk impor yang menawarkan kualitas tinggi namun dengan harga yang bersifat kompetitif. Ini mendorong para pengusaha lokal terutama UMKM untuk mencari solusi inovatif agar tetap bisa bersaing di pasar yang kompetitif. Inainabali adalah sebuah UMKM di Denpasar Bali yang telah menerapkannya strategi ekonomi sirkular dengan memanfaatkan limbah kain premium dari garmen yang memproduksi pakaian dari merek-merek ternama. Limbah tersebut digunakan untuk membuat pakaian anak berkualitas tinggi dengan biaya produksi yang lebih rendah. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana penerapan ekonomi sirkular tersebut berkontribusi terhadap keunggulan finansial melalui Cost Benefit Analysis (CBA). Dalam penelitian ini, biaya utama yang dianalisis meliputi biaya produksi, seperti harga pokok kain limbah termasuk ongkos kirim dari pemasok, ongkos jahit, dan ongkos potong, Selain itu, penelitian ini juga mengevaluasi manfaat ekonomis berupa margin keuntungan yang meningkat signifikan dibandingkan jika menggunakan kain baru dengan kualitas setara kain limbah premium. Berdasarkan hasil analisis, pemanfaatan limbah kain menghasilkan rasio manfaat-biaya (BCR) lebih dari 1, dan Net Present Value (NPV) menunjukkan nilai positif, sehingga strategi ini terbukti sangat layak untuk diterapkan. Hasil penelitian ini memberikan rekomendasi bahwa penerapan ekonomi sirkular dapat menjadi strategi efektif bagi UMKM lain untuk mengurangi biaya produksi tanpa mengorbankan kualitas, sekaligus meningkatkan daya saing di pasar.
Solusi Inovatif Pemanfaatan Limbah Garmen Untuk Efisiensi Biaya Di Inainabali: Penerapan Strategi Ekonomi Sirkular Pawitri, Ni Nyoman Herlina Maha; Trimurti, Christimulia Purnama
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol. 7 (2024): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/snts.v7i.3548

Abstract

Industri tekstil lokal di Indonesia sedang menghadapi tekanan dari produk impor yang menawarkan kualitas tinggi namun dengan harga yang bersifat kompetitif. Ini mendorong para pengusaha lokal terutama UMKM untuk mencari solusi inovatif agar tetap bisa bersaing di pasar yang kompetitif. Inainabali adalah sebuah UMKM di Denpasar Bali yang telah menerapkannya strategi ekonomi sirkular dengan memanfaatkan limbah kain premium dari garmen yang memproduksi pakaian dari merek-merek ternama. Limbah tersebut digunakan untuk membuat pakaian anak berkualitas tinggi dengan biaya produksi yang lebih rendah. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana penerapan ekonomi sirkular tersebut berkontribusi terhadap keunggulan finansial melalui Cost Benefit Analysis (CBA). Dalam penelitian ini, biaya utama yang dianalisis meliputi biaya produksi, seperti harga pokok kain limbah termasuk ongkos kirim dari pemasok, ongkos jahit, dan ongkos potong, Selain itu, penelitian ini juga mengevaluasi manfaat ekonomis berupa margin keuntungan yang meningkat signifikan dibandingkan jika menggunakan kain baru dengan kualitas setara kain limbah premium. Berdasarkan hasil analisis, pemanfaatan limbah kain menghasilkan rasio manfaat-biaya (BCR) lebih dari 1, dan Net Present Value (NPV) menunjukkan nilai positif, sehingga strategi ini terbukti sangat layak untuk diterapkan. Hasil penelitian ini memberikan rekomendasi bahwa penerapan ekonomi sirkular dapat menjadi strategi efektif bagi UMKM lain untuk mengurangi biaya produksi tanpa mengorbankan kualitas, sekaligus meningkatkan daya saing di pasar.
Inclusive Digital Marketing For Urban Fashion Enterprises: The Roles Of Body Positivity, Micro-Influencers, And Brand Image Pawitri, Ni Nyoman Herlina Maha; Junaedi, I Wayan Ruspendi; Utama, I Gusti Bagus Rai; Komalasari, Yeyen
PANGRIPTA Vol. 9 No. 1 (2026): Pangripta Jurnal Ilmiah Kajian Perencanaan Pembangunan
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Kota Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58411/jkthxt17

Abstract

The expansion of digital fashion markets offers new opportunities for urban creative enterprises, but it also requires marketing practices that are inclusive, credible, and responsive to changing consumer values. This study examines the roles of body positivity campaigns, micro-influencers, and brand image in shaping women consumers’ purchase intentions within Indonesia’s urban digital fashion market. Data were collected through an online survey involving 110 women aged 18–35 who actively used Instagram and TikTok and resided in selected urban market areas in Indonesia. The proposed relationships were examined using Partial Least Squares–Structural Equation Modeling. The findings reveal that body positivity campaigns contribute to a favorable brand image but do not directly translate into purchase intention. Micro-influencers play a more comprehensive role by contributing to both brand image and purchase intention. Brand image is also associated with stronger purchase intention and mediates the relationship between micro-influencers and purchase intention. However, it does not mediate the relationship between body positivity campaigns and purchase intention. These findings indicate that body positivity and micro-influencer communication operate through different marketing mechanisms. Inclusive messages primarily strengthen consumer perceptions of the brand, whereas credible micro-influencers help connect brand communication with purchasing interest. From an urban development perspective, the findings provide consumer-level evidence that can inform local government agencies, business incubators, and creative-economy stakeholders in designing digital marketing assistance, responsible influencer partnerships, and inclusive branding programs for urban fashion enterprises. This study contributes to the development of competitive, inclusive, and digitally adaptive urban creative-economy ecosystems.