Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Etika Kepemimpinan Sradha dan Bhakti: A Local Wisdom Perspective to Global Efriliana, Ni Putu Dian; Komalasari, Yeyen
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol. 7 (2024): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/snts.v7i.3554

Abstract

Etika budaya kepemimpinan merujuk pada nilai-nilai dan prinsip moral yang membentuk cara pemimpin berperilaku dan berinteraksi dengan anggota tim, serta bagaimana budaya organisasi serta kearifan lokal mempengaruhi kepemimpinan tersebut. Kearifan lokal merupakan nilai-nilai luhur yang berlaku di dalam tata kehidupan masyarakat yang bertujuan untuk melindungi sekaligus mengelola lingkungan hidup secara lestari. Dalam hal ini dikaitkan dengan ajaran Sradha dan Bhakti dalam kearifan lokal bali. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Etika kepemimpinan berlandaskan sradha dan bhakti berarti bahwa pemimpin harus memiliki dasar moral yang kuat dan sikap pengabdian yang tulus terhadap Tuhan dan masyarakat. Sradha, yang berarti kepercayaan atau keyakinan, berfungsi sebagai fondasi moral dalam kepemimpinan. Pemimpin yang memiliki sradha menunjukkan karakteristik Integritas dan Kejujuran artinya Sradha mendorong pemimpin untuk bertindak jujur dan konsisten dengan nilai-nilai yang mereka terapkan. Bhakti, yang berarti pengabdian, memberikan dimensi lain dalam etika kepemimpinan. Pemimpin yang menerapkan bhakti memiliki beberapa karakteristik sebagai berikut Empati dan Kepedulian yakni pemimpin yang berbasis bhakti menunjukkan perhatian yang tulus terhadap kesejahteraan pengikut. Etika kepemimpinan berdasarkan sradha dan bhakti sebaiknya diterapkan diseluruh perusahaan lokal maupun global karena dapat membawa dampak positif bagi perusahaan, baik dari sisi internal (karyawan, budaya perusahaan) maupun eksternal (stakeholder, masyarakat global).
Industrial Relations and Job Satisfaction in the Provision of Healthcare Services to International Patients: A Conceptual Review Efriliana, Ni Putu Dian; Santoso, R Tri Priyono Budi
Bali Tourism Journal Vol. 10 No. 1 (2026): In Press Online : June 2026
Publisher : Bali Tourism Board

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36675/btj.v10i1.135

Abstract

The rapid growth of international tourism has increased demand for healthcare services for foreign patients, particularly in primary care clinics located in tourism-intensive regions. This development introduces complex organizational and workforce challenges, as healthcare workers are required to manage increased workloads, cross-cultural communication barriers, and expanded roles beyond routine clinical responsibilities. These conditions underscore the importance of industrial relations in shaping employee experiences and maintaining service sustainability. The purpose of this conceptual review is to examine how industrial relations influence job satisfaction among healthcare workers providing services to international patients, with particular attention to organizational support, communication practices, and leadership mechanisms in cross-cultural healthcare settings. This study adopts a conceptual review design by synthesizing theoretical and empirical literature related to industrial relations, job satisfaction, and international or tourism-oriented healthcare services. Relevant studies were retrieved from Scopus, Web of Science, PubMed, and Google Scholar and analyzed using thematic analysis. Social Exchange Theory and the Job Demands–Resources Model were employed as the primary theoretical frameworks to integrate findings and explain the relationship between job demands, organizational resources, and employee outcomes. No primary data were collected, and all conclusions are based on a systematic interpretation of existing literature. The review demonstrates that effective industrial relations function as a critical mediating mechanism that balances increased job demands associated with international patient care with available organizational resources. Strengthening leadership support, communication quality, and institutional recognition can enhance job satisfaction, reduce work strain, and contribute to sustainable healthcare service delivery in tourism-oriented environments.