A. Multazam Mustari
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Kebijakan Penanganan Stunting Di Kota Makassar Khususnya Wilayah Kerja Puskesmas Bangkala Kecamatan Manggala Putri Ayu Salwatiah Syamsuddin; A. Rizki Amelia AP; A. Multazam Mustari
Window of Public Health Journal Vol. 5 No. 5 (2024)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v5i5.2030

Abstract

Berdasarkan data awal dari Dinas Kesehatan tahun 2024, jumlah balita stunting di Puskesmas Bangkala adalah 288 dengan prevalensi 2,79%. Data dari penanggung jawab stunting di Puskesmas Bangkala menunjukkan peningkatan dalam tiga tahun terakhir, dengan 99 balita stunting pada tahun 2024 dan prevalensi 4,6%. Penelitian ini bertujuan menganalisis Kebijakan Penanganan Stunting Di Kota Makassar, Khususnya Wilayah Kerja Puskesmas Bangkala, Kecamatan Manggala Tahun 2024. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif untuk mengetahui pelaksanaan kebijakan penanganan stunting sesuai Perpres No. 72 tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting, menggunakan wawancara mendalam dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program imunisasi, pemberian vitamin A, makanan tambahan untuk anak kurus, serta pemantauan dan promosi pertumbuhan di Puskesmas Bangkala berjalan baik sesuai regulasi. Meskipun terdapat kendala kekurangan vaksin, upaya optimal tetap dilakukan. Program stunting di Puskesmas Bangkala sesuai dengan Peraturan Presiden, mencakup kegiatan seperti imunisasi, pemberian vitamin A, makanan tambahan, dan pemantauan pertumbuhan. Semua tahap dilaksanakan sesuai pedoman pemerintah, memastikan prosedur dan intervensi berjalan baik. Pendekatan holistik ini melibatkan penyuluhan, konseling, dan monitoring rutin untuk mengoptimalkan efektivitas program penanganan stunting. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan penanganan stunting di Puskesmas Bangkala, Kecamatan Manggala, Kota Makassar telah dilaksanakan dengan baik. Namun, terdapat beberapa aspek yang belum maksimal, seperti ketersediaan vaksin yang kurang pada saat pelaksanaan imunisasi, sehingga sebagian balita harus menunggu pemberian imunisasi yang kemudian diarahkan ke Puskesmas Bangkala.
Pengaruh Vitamin C Terhadap Kadar Hba1c Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe II Di Puskesmas Rappokalling Makassar Zalsa Dilla, Salwa; Masriadi; A. Multazam Mustari; Arman; Farihah Muhsanah
Window of Public Health Journal Vol. 5 No. 6 (2024)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v5i6.2003

Abstract

Jumlah kasus diabetes di Makassar terus meningkat dari tahun ke tahun dan pada tahun 2020-2021, diabetes tercatat sebagai penyakit tidak menular nomor tiga terbanyak dari segi kasus 30.976 juta pasien, Data Dinas Kesehatan Kota Makassar tahun (2021) kasus Diabetes Melitus akan terus bertambah bilamana pencegahan dan pengendalian tidak ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh vitamin C terhadap kadar HbA1C pada penderita diabetes mellitus II Di puskesmas rappokalling makassar. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian eksperimen sungguhan (true experiment) model Pretest- Posttest With Control Group. Populasi penelitian adalah seluruh penderita diabetes melitus Tipe 2 di Puskesmas Rappokaling kecamatan tammua kota makassar sulawesi selatan dan sampel penelitian yaitu sebanyak 45 pasien diabetes mellitus Tipe 2 di Puskesmas Rappokaling kecamatan tammua kota makassar sulawesi selatan dengan menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian diperoleh dari data yang diambil dengan melakukan pemeriksaan lalu dilakukan uji normalitas data dan dianalisis data menggunakan uji wilcoxon menunjukkan ada pengaruh berjemur dengan konsumsi vitamin C dengan nilai p-value 0,001 < 0,05 pada pasien penderita DM II, berjemur dengan konsumsi vitamin D dengan nilai p-value 0,001 < 0,05 pasien penderita DM II dan berjemur terhadap kadar HbA1c pada penderita diabetes melitus II di puskesmas rappokalling Makassar dengan nilai p-value 0,000 < 0,05. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada pengaruh vitamin C terhadap Kadar Hba1C pada penderita diabetes mellitus II di Puskesmas Rappokalling Makassar.
Hubungan Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pasien BPJS Rawat Inap RSUD Batara Guru Tahun 2024 Assyahra, Sabrina; A. Multazam Mustari; A. Rizki Amelia AP
Window of Public Health Journal Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v6i1.2015

Abstract

Service Quality is the best service carried out by a person, group, or institution that satisfies customers or the community. In turn, that satisfaction will create customer or community loyalty to a person/group/institution that provides the service. The effectiveness of quality is determined by customer satisfaction, which will meet the desired needs of the parties involved to ensure the quality of service is by rapid developments. This study aimed to determine the relationship between service quality and inpatient BPJS patients at Batara Guru Hospital, Luwu Regency, in 2024. The method used is a quantitative cross-sectional approach method. The sample of this study was inpatient BPJS patients at Batara Guru Hospital, which had a population of 312 patients and a sample size of 90 patients, as determined by the Slovin formula. The research results show that there is a relationship between the quality of Service to BPJS Inpatient Patients based on physical evidence (tangible) (p = 0.001), reliability (p = 0.001), Responsiveness (p = 0.001), Empathy (p = 0.001), and assurance (p = 0.001). The advice given to the Hospital is expected to make improvements, enhancements, and development of physical facilities so that patients and their families feel comfortable.