Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI MELALUI PENGUATAN KELEMBAGAAN SERTA INOVASI BANK PUPUK DAN PESTISIDA ORGANIK Nikmat Syarifuddin, Rifni; Muhanniah, Muhanniah; Jabbar, Abdul; Iskandar, Aldy; M. Lolo, Nadyah Harnol; Fadil Syamsa, Muhammad
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 12 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i12.5210-5218

Abstract

Kelompok Tani Perisai merupakan gabungan dari 24 petani berdasarkan lokasi area lahan sawah yang pengelola sebanyak 25 Ha. Luasan lahan tersebut tentunya membutuhkan suplai pupuk dan pestisida yang sangat banyak untuk mengoptimalkan hasil budidaya padi. Saat ini hampir seluruh kelompok tani masih menggunakan 100% pupuk sintetik bersubsidi dan pestisida sintetik. Tahapan kegiatan PKM dilakukan dimulai dengan melakukan sosialisasi kegiatan pemberdayaan kelompok tani melalui penguatan kelembagaan serta inovasi bank pupuk dan pestisida organik, penyuluhan dan pendampingan kelembagaan dan SDM, pembuatan pupuk trichokompos dan pestisida nabati. Kegiatan pengabdian memberikan dampak yang baik terhadap penguatan kelembagaan kelompok tani dan mampu mengidentifikasi masalah kelompok yaitu ketidaksesuaian jumlah kelompok tani yang terdapat pada SK kelompok tani dengan yang sebenarnya sehingga terdapat anggota kelompok tani yang sulit mendapatkan pupuk bersubsidi sesuai dengan luas lahan yang dimiliki. Selain itu, kelompok tani Perisai memiliki wadah untuk saling menukar informasi dan meningkatkan jejaring kerjasama sehingga dapat meningkatkan kualitas dari kelompok tani. Pendampingan memberikan edukasi kepada petani tentang cara pembuatan trichokompos yang efektif, termasuk pemahaman tentang bahan-bahan yang diperlukan dan proses pengomposan. Hal ini meningkatkan keterampilan petani dalam memproduksi pupuk organik yang berkualitas dan pendampingan pembuatan pestisida nabati meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dapat mengidentifkasi bahan baku dan menerapkan praktik pembuatan pestisida nabati, sehingga mampu mengurangi ketergantungan pada pestisida sintetik.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI MELALUI PENGUATAN KELEMBAGAAN SERTA INOVASI BANK PUPUK DAN PESTISIDA ORGANIK Nikmat Syarifuddin, Rifni; Muhanniah, Muhanniah; Jabbar, Abdul; Iskandar, Aldy; M. Lolo, Nadyah Harnol; Fadil Syamsa, Muhammad
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 12 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i12.5210-5218

Abstract

Kelompok Tani Perisai merupakan gabungan dari 24 petani berdasarkan lokasi area lahan sawah yang pengelola sebanyak 25 Ha. Luasan lahan tersebut tentunya membutuhkan suplai pupuk dan pestisida yang sangat banyak untuk mengoptimalkan hasil budidaya padi. Saat ini hampir seluruh kelompok tani masih menggunakan 100% pupuk sintetik bersubsidi dan pestisida sintetik. Tahapan kegiatan PKM dilakukan dimulai dengan melakukan sosialisasi kegiatan pemberdayaan kelompok tani melalui penguatan kelembagaan serta inovasi bank pupuk dan pestisida organik, penyuluhan dan pendampingan kelembagaan dan SDM, pembuatan pupuk trichokompos dan pestisida nabati. Kegiatan pengabdian memberikan dampak yang baik terhadap penguatan kelembagaan kelompok tani dan mampu mengidentifikasi masalah kelompok yaitu ketidaksesuaian jumlah kelompok tani yang terdapat pada SK kelompok tani dengan yang sebenarnya sehingga terdapat anggota kelompok tani yang sulit mendapatkan pupuk bersubsidi sesuai dengan luas lahan yang dimiliki. Selain itu, kelompok tani Perisai memiliki wadah untuk saling menukar informasi dan meningkatkan jejaring kerjasama sehingga dapat meningkatkan kualitas dari kelompok tani. Pendampingan memberikan edukasi kepada petani tentang cara pembuatan trichokompos yang efektif, termasuk pemahaman tentang bahan-bahan yang diperlukan dan proses pengomposan. Hal ini meningkatkan keterampilan petani dalam memproduksi pupuk organik yang berkualitas dan pendampingan pembuatan pestisida nabati meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dapat mengidentifkasi bahan baku dan menerapkan praktik pembuatan pestisida nabati, sehingga mampu mengurangi ketergantungan pada pestisida sintetik.
Pemberdayaan Masyarakat Desa Ciro-Ciroe Melalui Pelatihan Inovasi Pengolahan Produk Olahan Cabai Bernilai Ekonomi Tinggi AR, Trisnawaty; Asra, Reza; Nikmat Syarifuddin, Rifni; Ernayanti; Mahendra, Zulsah; Harsono; Fernanda, Bossi; Muh. Reski; Abd. Mujib M.
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 2 (2025): September-Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i2.615

Abstract

Desa Ciro-Ciroe memiliki potensi komoditas cabai yang cukup besar, namun pemanfaatannya masih terbatas pada penjualan cabai segar sehingga nilai ekonominya rendah dan sangat dipengaruhi oleh fluktuasi harga pasar. Selain itu, keterbatasan pengetahuan masyarakat mengenai teknik pengolahan pascapanen menyebabkan potensi cabai belum dioptimalkan secara maksimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan nilai ekonomi cabai melalui pelatihan inovasi produk olahan. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi pelatihan pengolahan cabai menjadi produk sambal dan cabai kering, praktik pengemasan produk, serta evaluasi kegiatan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta dalam pengolahan cabai, terbentuknya produk olahan cabai yang bernilai tambah, serta meningkatnya minat peserta untuk mengembangkan usaha berbasis cabai. Kegiatan ini dapat disimpulkan efektif dalam memberdayakan masyarakat Desa Ciro-Ciroe dan meningkatkan nilai tambah komoditas cabai, sehingga berpotensi mendukung penguatan ekonomi rumah tangga dan keberlanjutan usaha desa.