Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

WORKSHOP NASIONAL PENGENALAN BAHASA ISYARAT BAGI TENAGA KESEHATAN UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN PADA PEREMPUAN PENYANDANG DISABILITAS Arthyka Palifiana, Dheska; Khadijah, Sitti; Puspita Dewi, Devillya; Septian Anggraini, Dita; Hasan, Mufliha
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 10 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i10.3836-3844

Abstract

Komunikasi efektif dalam layanan kesehatan merupakan kunci pelayanan prima. Individu dengan gangguan pendengaran dan wicara (tuna rungu dan wicara) memiliki hak yang sama dengan individu yang normal dalam mengakses layanan kesehatan. Bahasa isyarat merupakan bahasa komunikasi untuk individu dengan tuna rungu dan wicara. Bahasa isyarat menjadi salah satu bidang yang penting untuk dikuasai oleh tenaga kesehatan, karena penyandang disabilitas berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang setara dengan masyarakat umum. Metode pelaksanakan PkM dilakukan dalam bentuk workshop nasional secara hybrid pada tanggal 19 Juli 2024. Untuk peserta offline diikuti oleh 15 peserta anggota Ikatan Bidan Indonesia Cabang Sleman Yogyakarta sedangkan peserta online sebanyak 80 nakes dari berbagai Provinsi di Indonesia melalui zoom meeting. Naraumber dalam workshop ini yaitu teman tuli dari Pusat Bahasa Isyarat Indonesia (Pusbisindo) DIY dan Juru Bahasa Isyarat dari Pusat Layanan Juru Bahasa Isyarat (PLJ) DIY. Workshop yang dilakukan dapat meningkatkan pemahaman dan kemampuan peserta dalam berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat. Melalui serangkaian materi, peserta memperoleh ilmu baru dan pemahaman yang lebih mendalam mengenai dasar-dasar bahasa isyarat dan kosakata bahasa medis dalam bahasa isyarat.
WORKSHOP NASIONAL PENGENALAN BAHASA ISYARAT BAGI TENAGA KESEHATAN UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN PADA PEREMPUAN PENYANDANG DISABILITAS Arthyka Palifiana, Dheska; Khadijah, Sitti; Puspita Dewi, Devillya; Septian Anggraini, Dita; Hasan, Mufliha
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 10 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i10.3836-3844

Abstract

Komunikasi efektif dalam layanan kesehatan merupakan kunci pelayanan prima. Individu dengan gangguan pendengaran dan wicara (tuna rungu dan wicara) memiliki hak yang sama dengan individu yang normal dalam mengakses layanan kesehatan. Bahasa isyarat merupakan bahasa komunikasi untuk individu dengan tuna rungu dan wicara. Bahasa isyarat menjadi salah satu bidang yang penting untuk dikuasai oleh tenaga kesehatan, karena penyandang disabilitas berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang setara dengan masyarakat umum. Metode pelaksanakan PkM dilakukan dalam bentuk workshop nasional secara hybrid pada tanggal 19 Juli 2024. Untuk peserta offline diikuti oleh 15 peserta anggota Ikatan Bidan Indonesia Cabang Sleman Yogyakarta sedangkan peserta online sebanyak 80 nakes dari berbagai Provinsi di Indonesia melalui zoom meeting. Naraumber dalam workshop ini yaitu teman tuli dari Pusat Bahasa Isyarat Indonesia (Pusbisindo) DIY dan Juru Bahasa Isyarat dari Pusat Layanan Juru Bahasa Isyarat (PLJ) DIY. Workshop yang dilakukan dapat meningkatkan pemahaman dan kemampuan peserta dalam berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat. Melalui serangkaian materi, peserta memperoleh ilmu baru dan pemahaman yang lebih mendalam mengenai dasar-dasar bahasa isyarat dan kosakata bahasa medis dalam bahasa isyarat.
ENCOURAGING PATERNAL INVOLVEMENT DURING THE PERINATAL PERIOD WITH EDUCATIONAL HEALTH PROGRAM ‘PRIME’ Okinarum, Giyawati Yulilania; Panggih Rahayu, Puspito; Lusviana Widiany, Fery; Nahdah Haibah, Salma; Hasan, Mufliha; Dwi Saputri, Viana
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 12 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i12.%p

Abstract

Indonesia adalah negara berkembang dengan dukungan yang lebih sedikit untuk ayah; Oleh karena itu, keterlibatan mereka dalam periode perinatal tidaklah mudah dan umum. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa peningkatan keterlibatan ayah dalam periode prenatal meningkatkan luaran kesehatan ibu dan bayi baru lahir. Pelayanan kesehatan primer biasanya menghadapi masalah saat menjadwalkan kelas ayah. Bahkan ketika diselenggarakan, kelas ayah dianggap membosankan oleh para ayah karena hanya memberikan pengetahuan teoretis tanpa aplikasi praktis. Oleh karena itu, kami menciptakan "Perinatal Mindful Education Program/PRIME", yang mencakup dua bagian: kelas holistik dan kelas postaprtum support. Pada bulan Juni 2025, 15 pasang ayah dan ibu hamil berpartisipasi dalam 'PRIME'. Studi ini menggunakan equivalent time series design, dengan dua kali kelas holistik dan dua kali kelas postpartum support. Temuan ini menunjukkan perubahan yang signifikan secara statistik dalam kompetensi ayah (p=0,001) antara hari pertama dan kedua. Keterampilan ayah meningkat sebesar 68,96% dalam program holistik, tetapi hanya 45,39% dalam kelas postpartum support. Hal ini menunjukkan bagaimana PRIME dapat meningkatkan keterlibatan ayah selama periode perinatal, sebagaimana ditunjukkan oleh keterampilan ayah dalam perawatan maternal dan neonatal.