Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Bahaya Pernikahan Dini Terhadap Kesehatan Reproduksi Pada Masa Remaja Meylani A’naabawati; Afrina Januarista; Nuristha Febrianti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Praktik pernikahan dini di Indonesia telah menurun sebesar 11,21% pada tahun 2018. Namun, angka tersebut masih jauh dari angka pernikahan dini yang diharapkan yaitu sebesar 6,94 persen pada tahun 2030. Tujuan pengabdian Masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja dengan pemberian pendidikan kesehatan reproduksi agar dapat menurunkan angka prevalensi pernikahan dini. Metode yang digunakan dengan pemberian edukasi kepada remaja sebanyak 64 orang dan dievaluasi berdasarkan hasil kuesioner pre-post test. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan pengetahuan remaja sebanyak 52 orang (81,3%) pada materi Pernikahan Dini Tentang Kesehan Reprodusi. Sedangkan materi Peran Gizi Terhadap Kesehatan Reproduksi Melalui Pesan Gizi Seimbang menunjukkan adanya peningkatan sesudah edukasi sebanyak 36 orang (56,3%). Pengabdian masyarakat ini berjalan dengan baik dan lancar serta memberikan dampak positif terhadap pengetahuan remaja khususnya di Madrasah Aliyah Alkhairat Biromaru.
Edukasi Pengetahuan Seksual Dalam Upaya Pencegahan Kekerasan Dan Pelecehan Seksual Pada Siswa/Siswi Mas Yaspia Wani Puput Putri; Zulmi Rahmayanti; Nuristha Febrianti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 6 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini, kekerasan yang terjadi pada anak mengalami peningkatan sangat signifikan, salah satunya kekerasan dan pelecehan seksual. Kekerasan dan pelecehan seksual dapat menimbulkan gangguan psikologis, fisik, dan sosial. Kasus ini jika tidak segera ditangani tentunya akan memberikan dampak luas pada anak. Sehingga diperlukan adanya pencegahan kekerasan dan pelecehan seksual pada anak sejak dini. Tujuan kegiatan ini yaitu untuk meningkatkan kesadaran dan penguatan upaya pencegahan serta penanganan kekerasan dan pencegahan seksual di lingkungan remaja dan sekolah MAS Yapia Wani. Anak-anak dan remaja rentan terhadap kekerasan seksual. Sekolah yang mestinya menjadi tempat yang aman dan ramah tetapi masih banyak terjadi kekerasan seksual. Bahkan di wilayah Kota Palu, Sulawesi Tengah menunjukkan kenaikan kasus kekerasan seksual pada anak-anak. Kegiatan edukasi dan pencegahan kekerasan dan pelecehan seksual dilaksanakan di MAS Yapia Wani, Kota Palu. Hasil kegiatan menunjukkan ada perubahan tingkat kognitif, afektif dan psikomotor mengenai kekerasan seksual beserta upaya pencegahan dan penanganan jika terjadi kasus di lingkungan sekitar.
STIK KEJU BERBASIS BAHAN LOKAL KAYA ANTIOKSIDAN: SUBSTITUSI EKSTRAK BUNGA TELANG DAN TEPUNG UBI JALAR UNGU Nuristha Febrianti; Febr Yolanda Pasau; Lilik Sofiatus Solikhah
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol. 10 No. 6 (2025): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63071/8cqspj97

Abstract

This study aimed to develop an alternative snack rich in antioxidants and to examine differences in acceptability and nutrient content among formulations. A completely randomized design (CRD) was used with three formulations combining butterfly pea flower extract and purple sweet potato flour: F1 (50%:50%), F2 (65%:35%), and F3 (70%:30%). Organoleptic testing was conducted with 30 semi-trained panelists using a 7-point hedonic scale, while nutritional analysis measured antioxidant content, carbohydrates, protein, and fiber. The sensory evaluation found no significant differences (p>0.05) in color, aroma, taste, and texture. However, the nutritional analysis showed significant differences (p<0.05) in antioxidant, carbohydrate, and protein contents, but not in fiber levels. F1 had the highest antioxidant content (89.10 ppm), with carbohydrate at 13.91%, protein at 6.20%, and fiber at 8.16%. Based on these results, F1 was identified as the best formulation and shows potential for development as a healthy, locally sourced snack with high antioxidant content.