Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kepuasan Pasien di Instalasi Gawat Darurat RSU Anutapura Palu Afrina Januarista
Jurnal Ners Widya Nusantara Palu (Ners Journal of Widya Nusantara Palu) Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : STIKes Widya Nusantara Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberhasilan suatu rumah sakit dalam menjalankan fungsinya ditandai dengan adanya peningkatan mutu pelayanan rumah sakit. Mutu rumah sakit sangat dipengaruhi oleh kepuasan, pelayanan administrasi, waktu tunggu, sarana, prasarana, dan tenaga kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan kepuasan pasien di Instalasi Gawat Darurat RSU Anutapura Palu. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan metode observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional. Berdasarkan rumus estimasi purposive sampling didapatkan 79 responden dengan kriteria inkulsi pasien yang sadar, keluarga pasien, pasien yang bisa membaca dan menulis, pasien yang tidak memiliki gangguan penglihatan, pasien atau keluarga bersedia diteliti, keluarga pasien yang menemani pasien dari masuk sampai klien dilakukan tindakan, keluarga yang melakukan proses pendaftaran pasien. Penelitian dilakukan di IGD Anutapura Palu pada tanggal 26 mei 2017 – 06 Juni 2017, analisis data menggunakan chi – square dengan nilai kemaknaan < 0.05 dan uji fisher dilakukan untuk tabel 2x2 dengan nilai expected kurang dari 5 lebih dari 20%. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan antara pelayanan administrasi dan waktu tunggu dengan kepuasan (p – value = 0.000, dan p – value 0.002), tidak ada hubungan antara sarana, prasarana dan tenaga kesehatan dengan kepuasan (p – value = 0.936, p – value = 0.634, p – value = 0.936), Kesimpulan faktor pelayanan administrasi dan waktu tunggu berhubungan dengan kepuasan, namun faktor sarana, prasarana dan tenaga kesehatan tidak berhubungan terhadap kepuasan. Oleh karena itu diharapakan untuk pihak rumah sakit lebih mengoptimalkan pelayanan kesehatan di ruang Instalasi Gawat Darurat dengan mengsosialisasikan triage kepada pasien yang masuk sehingga pelayanan kesehatan berjalan dengan baik. Kata Kunci : kepuasan, pelayanan administrasi, prasarana, sarana, tenaga kesehatan, waktu tunggu
Faktor Yang Mempengaruhi Kemampuan Ibu Dalam Penatalaksanaan Chocking Pada Anak Usia 0-36 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Biromaru Stevani Susilia; Afrina Januarista; Yuhana Damantalm; Meylani A’naabawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 7 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keadaan tersedak dapat terjadi kapan saja dan umumnya mengakibatkan orang tua panik dan pengetahuan serta sikap ibu merupakan hal yang mempengaruhi tindakan yang dilakukan dalam menangani kejadian tersedak pada anak usia 0 – 36 bulan. Tujuan penelitian adalah dianalisisnya faktor yang mempengaruhi kemampuan ibu dalam penatalaksanaan chocking pada anak usia 0 – 36 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Biromaru. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi adalah semua ibu yang memiliki anak usia 0 – 36 bulan di Wilayah kerja Puskesmas Biromaru berjumlah 56 ibu dan sampel adalah sebagian populasi berjumlah 36 ibu. Pengambilan sampel proporsional stratifiet random sampling. Menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu memiliki pengetahuan baik tentang penatalaksanaan chocking pada anak usia 0 – 36 bulan yaitu 86,1%, memiliki sikap baik yaitu 77,8%, melakukan tindakan dengan baik yaitu 83,3%, memiliki kemampuan baik dalam penatalaksanaan chocking yaitu 75,0%. Hasil uji Fisher’s Exact pengetahuan didapatkan nilai p=0,009, sikap nilai p=0,001, tindakan nilai p=0,002 (≤ 0,05). Simpulan ada hubungan pengetahuan, sikap, tindakan ibu dengan kemampuan ibu dalam penatalaksanaan chocking pada anak usia 0 – 36 bulan di Puskesmas Biromaru khususnya Posyandu Anggrek dan Posyandu Flamboyan: Saran bagi Puskesmas Biromaru agar meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat terutama ibu yang memiliki anak usis 0 – 36 bulan tentang penatalaksanaan chocking melalui kegiatan penyuluhan.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN KETERAMPILAN BANTUAN HIDUP DASAR PEGAWAI DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH UNDATA PROVINSI SULAWESI TENGAH Wahyudi; Afrina Januarista; I Made Rio Dwijayanto
KEWINUS: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 2 No 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Widya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Basic Life Support (BLS) is a series of rescue measures carried out to maintain respiratory function and blood circulation in someone experiencing cardiac arrest or other emergencies. Increasing BLS knowledge and skills among hospital employees not only increases preparedness in dealing with emergency situations, but also reflects the hospital's commitment to patient safety and better quality health services. Good knowledge does not always align with good skills, because sometimes it takes enough experience to implement them effectively in real life situations. The aim of this research was to determine the correlation between knowledge and basic life support skills of employees at the Undata Regional General Hospital, Central Sulawesi Province. This research uses a quantitative type of research, with a cross sectional study approach. The population in this research is an affordable population, namely all employees at the Undata Hospital, Central Sulawesi Province totaling 802 people, and the total sample used was 267 respondents, using an accidental sampling technique. Analysis uses the Chi-Square Test statistical test. The results of the research show that there is a correlation between knowledge and basic life support skills of employees with p value=0.000 (p<0.05). Therefore, it is hoped that the Hospital will make efforts to increase employee knowledge and skills, and be able to utilize information obtained from research results as input and information regarding the description of the level of knowledge and skills related to BLS for Undata Hospital employees, Central Sulawesi Province. Keywords: BLS; Knowledge; Skills Abstrak Bantuan Hidup Dasar (BHD) merupakan serangkaian tindakan penyelamatan yang dilakukan untuk mempertahankan fungsi pernapasan dan sirkulasi darah pada seseorang yang mengalami henti jantung atau keadaan darurat lainnya. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan BHD di kalangan pegawai rumah sakit bukan hanya meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat, tetapi juga mencerminkan komitmen rumah sakit terhadap keselamatan pasien dan kualitas layanan kesehatan yang lebih baik. Pengetahuan yang baik tidak selalu selaras dengan keterampilan yang baik pula, karena terkadang dibutuhkan pengalaman yang cukup untuk mengimplementasikannya secara efektif dalam situasi kehidupan nyata. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan keterampilan bantuan hidup dasar pegawai di Rumah Sakit Umum Daerah Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif, dengan pendekatan studi cross sectional. Pоpulasi dalam penelitian ini adalah pоpulasi terjangkau yakni seluruh pegawai di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah berjumlah 802 orang, dan jumlah sampel yang digunakan sebanyak 267 responden, dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling. Analisis menggunakan uji statistisk Chi-Square Test. Hasil penelitian menunjukan ada hubungan pengetahuan dengan keterampilan bantuan hidup dasar pegawai dengan nilai p value=0,000 (p<0,05). Oleh karena itu, diharapkan agar pihak Rumah Sakit melakukan upaya peningkatan pengetahuan dan keterampilan pegawai, dan dapat memanfaatkan informasi yang diperoleh dari hasil penelitian sebagai masukan dan informasi mengenai gambaran derajat pengetahuan dan keterampilan terkait BHD bagi pegawai RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Kata Kunci: BHD; Keterampilan; Pengetahuan
HUBUNGAN KONSUMSI MAKANAN CEPAT SAJI DENGAN KEJADIAN OBESITAS PADA REMAJA DI SMPN 2 RATOLINDO Moh Fajri; Ismunandar Wahyu Kindang; Afrina Januarista
KEWINUS: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 2 No 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Widya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obesitas merupakan salah satu masalah epidemiologi global yang hingga saat ini masih menjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat di seluruh dunia. Hal ini disebabkan karna pola makan yang tidak sesuai, sering Mengkonsumsi makanan yang cepat saji dan tidak sehat serta tidak teraturnya Waktu makan. Tujuan penelitian untuk menganalisis apakah ada Hubungan Konsumsi Makanan Cepat Saji Dengan Kejadian Obesitas Pada Remaja Di SMPN 2 Ratolindo. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan pendekatan analitik korelatif menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah Siswa di SMPN 2 Ratolindo sebanyak 305 siswa yang terbagi ke dalam kelas 7, 8, dan 9. Teknik pengambilan sampel Cluster Random Sampling. Hasil penelitian didapatkan bahwaterdapat hubungan antara konsumsi makanan cepat saji dengan kejadian obesitas pada remaja di SMPN 2 ratolindo. Hal ini dibuktikan dengan hasil analisis bivariat pada tabel 4.4 yang menyatakan bahwa dari 75 responden, didapatkan sebagian besar remaja sering mengkonsumsi makanan cepat saji dan mengalami obesitas, yakni sebanyak 31 responden (41,3%). Berdasarkan hasil analisis Chi Square di dapatkan P Value = 0,001 atau < 0,05 dimana Ha diterima dan H0 ditolak yang artinya terdapat hubungan antara konsumsi makanan cepat saji dengan kejadian obesitas pada remaja di SMPN 2 ratolindo. Ada Hubungan Antara Konsumsi Makanan Cepat Saji Dengan Kejadian Obesitas Pada Remaja di SMPN 2 Ratolindo.
Bahaya Pernikahan Dini Terhadap Kesehatan Reproduksi Pada Masa Remaja Meylani A’naabawati; Afrina Januarista; Nuristha Febrianti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Praktik pernikahan dini di Indonesia telah menurun sebesar 11,21% pada tahun 2018. Namun, angka tersebut masih jauh dari angka pernikahan dini yang diharapkan yaitu sebesar 6,94 persen pada tahun 2030. Tujuan pengabdian Masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja dengan pemberian pendidikan kesehatan reproduksi agar dapat menurunkan angka prevalensi pernikahan dini. Metode yang digunakan dengan pemberian edukasi kepada remaja sebanyak 64 orang dan dievaluasi berdasarkan hasil kuesioner pre-post test. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan pengetahuan remaja sebanyak 52 orang (81,3%) pada materi Pernikahan Dini Tentang Kesehan Reprodusi. Sedangkan materi Peran Gizi Terhadap Kesehatan Reproduksi Melalui Pesan Gizi Seimbang menunjukkan adanya peningkatan sesudah edukasi sebanyak 36 orang (56,3%). Pengabdian masyarakat ini berjalan dengan baik dan lancar serta memberikan dampak positif terhadap pengetahuan remaja khususnya di Madrasah Aliyah Alkhairat Biromaru.
Faktor Yang Berhubungan Dengan Kemampuan Perawat Dalam Penatalaksanaan Kegawatdaruratan Trauma Di Puskesmas Wilayah Kecamatan Palu Barat Kadek Umanata; Afrina Januarista; Bayu Eka Kurniawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5143

Abstract

Latar Belakang: Trauma merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas sehingga memerlukan penanganan cepat dan tepat. Puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama berperan penting dalam penatalaksanaan awal kegawatdaruratan trauma. Kemampuan perawat dipengaruhi oleh pengetahuan, sikap, dan pelatihan. Tujuan Penelitian: Menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kemampuan perawat dalam penatalaksanaan kegawatdaruratan trauma di Puskesmas Wilayah Kecamatan Palu Barat. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional melibatkan 32 perawat. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat serta bivariat dengan uji Fisher. erdapat hubungan pengetahuan (p=0,029), sikap (p=0,023), dan pelatihan (p=0,033) dengan kemampuan perawat. Simpulan: Pengetahuan, sikap, dan pelatihan berhubungan dengan kemampuan perawat dalam penatalaksanaan kegawatdaruratan trauma. Saran: Puskesmas diharapkan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan fasilitas pendukung pelayanan kegawatdaruratan.
Hubungan Beban Kerja Dan Self-Efficacy Dengan Kepatuhan Perawat Dalam Melakukan Penilaian Early Warning Score (Ews) Di Upt Rsud Madani Palu I Gusti Ngurah Eko Budi Sanjaya; Afrina Januarista; I Made Rio Dwijayanto
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5151

Abstract

Latar Belakang: Early Warning Score (EWS) merupakan sistem penting untuk mendeteksi dini perburukan kondisi klinis pasien. Namun, penerapannya di rumah sakit masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan beban kerja dan self-efficacy dengan kepatuhan perawat dalam melakukan penilaian EWS di UPT RSUD Madani Palu. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan analitik dan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh perawat pelaksana di ruang rawat inap Melon, Jeruk, Cerry, Markisa, dan Durian RSUD Madani sebanyak 85 orang. Sampel berjumlah 68 responden yang dipilih menggunakan teknik proporsional stratified random sampling. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar perawat memiliki beban kerja tinggi (52,9%) dan self-efficacy tinggi (54,4%). Sebagian besar perawat berada pada kategori patuh dalam penilaian EWS (61,8%). Uji Pearson Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara beban kerja dan kepatuhan perawat (p=0,000), serta antara self-efficacy dan kepatuhan perawat (p=0,000). Kesimpulan: Beban kerja dan self-efficacy berhubungan signifikan dengan kepatuhan perawat dalam melakukan penilaian EWS. Perawat diharapkan meningkatkan kompetensi dan konsistensi dalam penerapan EWS.
Hubungan Pengetahuan Perawat Dengan Respon Time Penanganan Cedera Kepala Pada Pasien Di Instalasi Gawat Darurat UPTD RSUD Madani Provinsi Sulawesi Tengah: Penelitian Andry Kristian; Afrina Januarista; Ni Nyoman Udiani
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5157

Abstract

Latar Belakang: Cedera kepala merupakan faktor penyumbang signifikan terhadap angka morbiditas dan mortalitas di tingkat global, yang terjadi akibat trauma mekanik dan berpotensi menimbulkan kerusakan pada struktur anatomis mulai dari kulit kepala hingga jaringan otak. Efektivitas penanganan awal di instalasi gawat darurat sangat bergantung pada tingkat pengetahuan perawat.. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan perawat dengan respon time penanganan cedera kepala pada pasien di Instalasi Gawat Darurat UPT RSUD Madani Provinsi Sulawesi Tengah. Metode: Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 35 perawat. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji Chi-Square serta Fisher’s Exact Test. Hasil: Perawat dengan pengetahuan baik sebagian besar memiliki respon time baik (56,3%), sedangkan perawat dengan pengetahuan cukup cenderung memiliki respon time cukup (25%). Nilai p = 0,002 (<0,05). Simpulan: Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan perawat dan respon time penanganan cedera kepala. Saran: Hasil penelitian diharapkan menjadi dasar peningkatan kompetensi perawat di IGD
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Pasien dengan Keberhasilan Perawatan Acute Coronary Syndrom di Ruangan ICVCU dan Melati RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah Agustina; Abdul Rahman; Afrina Januarista
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5213

Abstract

Latar Belakang: Acute Coronary Syndrom (ACS) merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas, sehingga keberhasilan perawatan memerlukan keterlibatan aktif pasien melalui pengetahuan dan sikap yang baik. Tujuan: Menganalisis hubungan pengetahuan dan sikap pasien dengan keberhasilan perawatan ACS. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional pada 64 pasien ACS di ruang ICVCU dan Melati RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah periode Januari–Maret 2025, menggunakan purposive sampling. Hasil: Sebagian besar responden memiliki pengetahuan dan sikap baik serta keberhasilan perawatan yang baik. Uji chi-square menunjukkan hubungan signifikan antara pengetahuan (p=0,007) dan sikap (p=0,048) dengan keberhasilan perawatan ACS. Simpulan: Terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap pasien dengan keberhasilan perawatan ACS. Saran: Hasil penelitian ini diharapkan menjadi dasar peningkatan edukasi pasien dan mutu pelayanan perawatan ACS di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah
Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Penyakit Jantung Koroner di Ruang ICU RSUD Mokopido Tolitoli: Penelitian Nurlina Umar; Afrina Januarista; Benny H.L Situmorang
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5559

Abstract

Tujuan penelitian adalah dianalisisnya hubungan indeks massa tubuh (IMT) dengan kejadian penyakit jantung koroner di Ruang ICU RSUD Mokopido Tolitoli. Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan Cross-sectional. Populasi dalam penelitian adalah pasien yang dirawat pada tahun 2025 di ruang ICU berjumlah 163 orang, jumlah sampel dihitung dengan rumus slovin yaitu 62 responden yang di ambil dengan Purposive sampling. Analisis menggunakan univariat dan bivariat (chi square). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki IMT dalam kategori normal sebanyak 45 responden (72,6%), sebanyak 39 responden (62,9%) memiliki diagnosis non penyakit jantung koroner dan hasil uji statistik Chi square diperoleh p value 0,000 <0,05. Terdapat hubungan antara indeks massa tubuh (IMT) dengan kejadian penyakit jantung koroner di Ruang ICU RSUD Mokopido Tolitoli. Pihak rumah sakit diharapkan dapat meningkatkan pemantauan dan pencatatan Indeks Massa Tubuh (IMT) pasien secara rutin, khususnya pada pasien dengan risiko penyakit jantung koroner, sebagai bagian dari data klinis di ruang ICU