Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kepuasan Pasien di Instalasi Gawat Darurat RSU Anutapura Palu Afrina Januarista
Jurnal Ners Widya Nusantara Palu (Ners Journal of Widya Nusantara Palu) Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : STIKes Widya Nusantara Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberhasilan suatu rumah sakit dalam menjalankan fungsinya ditandai dengan adanya peningkatan mutu pelayanan rumah sakit. Mutu rumah sakit sangat dipengaruhi oleh kepuasan, pelayanan administrasi, waktu tunggu, sarana, prasarana, dan tenaga kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan kepuasan pasien di Instalasi Gawat Darurat RSU Anutapura Palu. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan metode observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional. Berdasarkan rumus estimasi purposive sampling didapatkan 79 responden dengan kriteria inkulsi pasien yang sadar, keluarga pasien, pasien yang bisa membaca dan menulis, pasien yang tidak memiliki gangguan penglihatan, pasien atau keluarga bersedia diteliti, keluarga pasien yang menemani pasien dari masuk sampai klien dilakukan tindakan, keluarga yang melakukan proses pendaftaran pasien. Penelitian dilakukan di IGD Anutapura Palu pada tanggal 26 mei 2017 – 06 Juni 2017, analisis data menggunakan chi – square dengan nilai kemaknaan < 0.05 dan uji fisher dilakukan untuk tabel 2x2 dengan nilai expected kurang dari 5 lebih dari 20%. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan antara pelayanan administrasi dan waktu tunggu dengan kepuasan (p – value = 0.000, dan p – value 0.002), tidak ada hubungan antara sarana, prasarana dan tenaga kesehatan dengan kepuasan (p – value = 0.936, p – value = 0.634, p – value = 0.936), Kesimpulan faktor pelayanan administrasi dan waktu tunggu berhubungan dengan kepuasan, namun faktor sarana, prasarana dan tenaga kesehatan tidak berhubungan terhadap kepuasan. Oleh karena itu diharapakan untuk pihak rumah sakit lebih mengoptimalkan pelayanan kesehatan di ruang Instalasi Gawat Darurat dengan mengsosialisasikan triage kepada pasien yang masuk sehingga pelayanan kesehatan berjalan dengan baik. Kata Kunci : kepuasan, pelayanan administrasi, prasarana, sarana, tenaga kesehatan, waktu tunggu
Faktor Yang Mempengaruhi Kemampuan Ibu Dalam Penatalaksanaan Chocking Pada Anak Usia 0-36 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Biromaru Stevani Susilia; Afrina Januarista; Yuhana Damantalm; Meylani A’naabawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 7 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keadaan tersedak dapat terjadi kapan saja dan umumnya mengakibatkan orang tua panik dan pengetahuan serta sikap ibu merupakan hal yang mempengaruhi tindakan yang dilakukan dalam menangani kejadian tersedak pada anak usia 0 – 36 bulan. Tujuan penelitian adalah dianalisisnya faktor yang mempengaruhi kemampuan ibu dalam penatalaksanaan chocking pada anak usia 0 – 36 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Biromaru. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi adalah semua ibu yang memiliki anak usia 0 – 36 bulan di Wilayah kerja Puskesmas Biromaru berjumlah 56 ibu dan sampel adalah sebagian populasi berjumlah 36 ibu. Pengambilan sampel proporsional stratifiet random sampling. Menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu memiliki pengetahuan baik tentang penatalaksanaan chocking pada anak usia 0 – 36 bulan yaitu 86,1%, memiliki sikap baik yaitu 77,8%, melakukan tindakan dengan baik yaitu 83,3%, memiliki kemampuan baik dalam penatalaksanaan chocking yaitu 75,0%. Hasil uji Fisher’s Exact pengetahuan didapatkan nilai p=0,009, sikap nilai p=0,001, tindakan nilai p=0,002 (≤ 0,05). Simpulan ada hubungan pengetahuan, sikap, tindakan ibu dengan kemampuan ibu dalam penatalaksanaan chocking pada anak usia 0 – 36 bulan di Puskesmas Biromaru khususnya Posyandu Anggrek dan Posyandu Flamboyan: Saran bagi Puskesmas Biromaru agar meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat terutama ibu yang memiliki anak usis 0 – 36 bulan tentang penatalaksanaan chocking melalui kegiatan penyuluhan.
HUBUNGAN KONSUMSI MAKANAN CEPAT SAJI DENGAN KEJADIAN OBESITAS PADA REMAJA DI SMPN 2 RATOLINDO Moh Fajri; Ismunandar Wahyu Kindang; Afrina Januarista
KEWINUS: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 2 No 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Widya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65175/kewinus.v2i1.28

Abstract

Obesitas merupakan salah satu masalah epidemiologi global yang hingga saat ini masih menjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat di seluruh dunia. Hal ini disebabkan karna pola makan yang tidak sesuai, sering Mengkonsumsi makanan yang cepat saji dan tidak sehat serta tidak teraturnya Waktu makan. Tujuan penelitian untuk menganalisis apakah ada Hubungan Konsumsi Makanan Cepat Saji Dengan Kejadian Obesitas Pada Remaja Di SMPN 2 Ratolindo. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan pendekatan analitik korelatif menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah Siswa di SMPN 2 Ratolindo sebanyak 305 siswa yang terbagi ke dalam kelas 7, 8, dan 9. Teknik pengambilan sampel Cluster Random Sampling. Hasil penelitian didapatkan bahwaterdapat hubungan antara konsumsi makanan cepat saji dengan kejadian obesitas pada remaja di SMPN 2 ratolindo. Hal ini dibuktikan dengan hasil analisis bivariat pada tabel 4.4 yang menyatakan bahwa dari 75 responden, didapatkan sebagian besar remaja sering mengkonsumsi makanan cepat saji dan mengalami obesitas, yakni sebanyak 31 responden (41,3%). Berdasarkan hasil analisis Chi Square di dapatkan P Value = 0,001 atau < 0,05 dimana Ha diterima dan H0 ditolak yang artinya terdapat hubungan antara konsumsi makanan cepat saji dengan kejadian obesitas pada remaja di SMPN 2 ratolindo. Ada Hubungan Antara Konsumsi Makanan Cepat Saji Dengan Kejadian Obesitas Pada Remaja di SMPN 2 Ratolindo.
Bahaya Pernikahan Dini Terhadap Kesehatan Reproduksi Pada Masa Remaja Meylani A’naabawati; Afrina Januarista; Nuristha Febrianti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Praktik pernikahan dini di Indonesia telah menurun sebesar 11,21% pada tahun 2018. Namun, angka tersebut masih jauh dari angka pernikahan dini yang diharapkan yaitu sebesar 6,94 persen pada tahun 2030. Tujuan pengabdian Masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja dengan pemberian pendidikan kesehatan reproduksi agar dapat menurunkan angka prevalensi pernikahan dini. Metode yang digunakan dengan pemberian edukasi kepada remaja sebanyak 64 orang dan dievaluasi berdasarkan hasil kuesioner pre-post test. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan pengetahuan remaja sebanyak 52 orang (81,3%) pada materi Pernikahan Dini Tentang Kesehan Reprodusi. Sedangkan materi Peran Gizi Terhadap Kesehatan Reproduksi Melalui Pesan Gizi Seimbang menunjukkan adanya peningkatan sesudah edukasi sebanyak 36 orang (56,3%). Pengabdian masyarakat ini berjalan dengan baik dan lancar serta memberikan dampak positif terhadap pengetahuan remaja khususnya di Madrasah Aliyah Alkhairat Biromaru.
Hubungan Konsumsi Makanan Cepat Saji Dengan Kejadian Obesitas Pada Remaja Di SMPN 2 Ratolindo Moh Fajri; Ismunandar Wahyu Kindang; Afrina Januarista
KEWINUS: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 2 No 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Widya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65175/kewinus.v2i1.28

Abstract

Obesitas merupakan salah satu masalah epidemiologi global yang hingga saat ini masih menjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat di seluruh dunia. Hal ini disebabkan karna pola makan yang tidak sesuai, sering Mengkonsumsi makanan yang cepat saji dan tidak sehat serta tidak teraturnya Waktu makan. Tujuan penelitian untuk menganalisis apakah ada Hubungan Konsumsi Makanan Cepat Saji Dengan Kejadian Obesitas Pada Remaja Di SMPN 2 Ratolindo. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan pendekatan analitik korelatif menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah Siswa di SMPN 2 Ratolindo sebanyak 305 siswa yang terbagi ke dalam kelas 7, 8, dan 9. Teknik pengambilan sampel Cluster Random Sampling. Hasil penelitian didapatkan bahwaterdapat hubungan antara konsumsi makanan cepat saji dengan kejadian obesitas pada remaja di SMPN 2 ratolindo. Hal ini dibuktikan dengan hasil analisis bivariat pada tabel 4.4 yang menyatakan bahwa dari 75 responden, didapatkan sebagian besar remaja sering mengkonsumsi makanan cepat saji dan mengalami obesitas, yakni sebanyak 31 responden (41,3%). Berdasarkan hasil analisis Chi Square di dapatkan P Value = 0,001 atau < 0,05 dimana Ha diterima dan H0 ditolak yang artinya terdapat hubungan antara konsumsi makanan cepat saji dengan kejadian obesitas pada remaja di SMPN 2 ratolindo. Ada Hubungan Antara Konsumsi Makanan Cepat Saji Dengan Kejadian Obesitas Pada Remaja di SMPN 2 Ratolindo.