Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

OPTIMALISASI PRODUK PEMBIAYAAN LASISMA DALAM MENINGKATKAN MINAT NASABAH DI KSPPS BMT NU CABANG PASEAN Bari, Abdul; Muslimah, Muslimah; A’yun, Qurratul; Ayu Wulandari, Putri; Atiqah Wardah, Yuhan; Muhassinah, Sitti
Prosiding Pengabdian Ekonomi dan Keuangan Syariah Vol. 1 No. 2 (2023): Prospeks
Publisher : LP2M IAI AL-KHAIRAT PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/pps.v1i2.273

Abstract

BMT NU sebagai salah satu koperasi syari’ah yang cukup mempunyai andil besar dalam membangun perekonomian masyarakat dengan berbagai produk yang di sediakan di dalamnya. Persaingan yang ketat diantara lembaga keuangan yang ada di Indonesia menuntut BMT NU untuk melakukan pengoptimalan dalam kinerjanya, hal ini perlu dilakukan untuk menarik calon anggota atau nasabah. Disamping itu juga, pelayanan dan kapuasan masyarakat dijadikan tumpuan utama boleh BMT NU. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bagaimana caranya mengoptimalkan pemasaran produk pembiayaan layanan berbasis jamaah (LASISMA) , fungsi, dan wewenangnya sebagai lembaga keuangan syariah di KSPPS BMT NU cabang Pasean. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan datanya menggunakan studi dokumen, wawancara, dan observasi. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa LASISMA (Layanan Berbasis Jamaah) merupakan layanan pembiayaan/ pinjaman tanpa jaminan dengan hanya membentuk kelompok sehingga pembiayaan tersebut bisa menjadi daya tarik bagi masyarakat hususnya bagi pelaku UMKM. Produk ini merupakan produk baru yang dikeluarkan pada tahun 2017, yang sampai saat ini sudah banyak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, sehingga semakin bertambahnya tahun produk pembiayaan ini semakin banyak angka peminatnya.
EDUKASI PENGGUNAAN BAHAN HERBAL PERAWATAN VULVA HAYGINE PADA IBU POST PARTUM DI DESA NYALABUH LAOK KECAMATAN PAMEKASAN KABUPATEN PAMEKASAN Sulaiha, Sulaiha; A’yun, Qurratul
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 01 (2025): FEBRUARI 2025
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa nifas adalah periode setelah persalinan dan plasenta dan selaput ketuban keluar dari tubuh. untuk memperbaiki organ kandungan seperti sebelum hamil dalam waktu kurang lebih enam minggu atau empat puluh hari. Selama pemulihan organ reproduksi, kita harus menjaga kebersihan dan kesehatan, termasuk merawat vulva haygine dengan benar. Ini dapat dicapai dengan menyebarkan informasi tentang perawatan vulva haygine pasca persalinan melalui surat kabar dan mengajarkan cara melakukan perawatan vulva haygine dengan pantum. Problem kesehatan terus meningkat. Untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan, tenaga kesehatan semakin dipaksa untuk meningkatkan kuantitatif dan pelayanan mereka seiring dengan perkembangan masyarakat dan ilmu pengetahuan dan teknologi. Meskipun pengetahuan semakin berkembang, penanganan penyakit tertentu, terutama pasien yang telah menjalani operasi, mungkin tidak efektif. Oleh karena itu, kita harus tahu cara perawatan vulva haygine yang benar untuk mencegah infeksi. Kita juga bisa menggunakan bahan-bahan alami untuk menyembuhkan luka perenium. Bisa disimpulkan bahwa menjaga kesehatan organ reproduksi berawal dari menjaga kebersihan di seluruh tubuh.
Peran Mahasiswa Kebidanan dalam Edukasi Pencegahan Kanker Serviks pada Remaja Putri di SMA N 1 Pademawu sebagai upaya Meningkatkan Kesadaran Kesehatan Reproduksi Selfiana, Selfiana; A’yun, Qurratul
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 2 (2025): Bulan November
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i2.754

Abstract

Kanker serviks merupakan salah satu penyebab utama kematian pada perempuan di Indonesia yang dapat dicegah melalui edukasi dan deteksi dini. Remaja putri termasuk kelompok berisiko karena kurangnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dan pentingnya vaksinasi HPV. Mahasiswa kebidanan memiliki peran penting sebagai agen perubahan dalam memberikan edukasi mengenai pencegahan kanker serviks sejak usia remaja. Kegiatan edukasi ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Pademawu dengan tujuan meningkatkan kesadaran dan pengetahuan remaja putri tentang pentingnya menjaga kesehatan reproduksi serta melakukan pencegahan terhadap kanker serviks. Metode yang digunakan berupa penyuluhan interaktif, pemutaran video edukatif, dan diskusi kelompok. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai penyebab, cara pencegahan, serta pentingnya deteksi dini kanker serviks. Edukasi oleh mahasiswa kebidanan terbukti efektif dalam menumbuhkan kesadaran dan perilaku positif terhadap kesehatan reproduksi remaja. Upaya ini diharapkan dapat berkelanjutan sehingga menciptakan generasi muda yang sadar akan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi sejak dini.
Edukasi Mioma Uteri untuk Remaja Putri dalam Meningkatkan Kesadaran Kesehatan Reproduksi di SMAN 1 Pademawu Kab. Pamekasan Amanda, Saskiya; A’yun, Qurratul
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi Mei - Agustus
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i2.7663

Abstract

Mioma uteri merupakan salah satu gangguan kesehatan reproduksi yang dapat dialami perempuan usia subur, namun tingkat pengetahuan remaja putri mengenai kondisi ini masih tergolong rendah. Rendahnya literasi kesehatan reproduksi berdampak pada minimnya upaya pencegahan dan deteksi dini sejak usia sekolah. Kegiatan edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja putri di SMAN 1 Pademawu, Kabupaten Pamekasan, terkait mioma uteri melalui penyuluhan kesehatan yang bersifat interaktif. Metode pelaksanaan meliputi ceramah edukatif, diskusi kelompok, pemutaran video, serta evaluasi menggunakan desain pre-test–post-test pada 20 siswi. Hasil pre-test menunjukkan bahwa rata-rata tingkat pengetahuan awal peserta berada pada kategori kurang, dengan nilai rata-rata sebesar 56,40. Setelah dilakukan edukasi, hasil post-test menunjukkan peningkatan yang signifikan dengan nilai rata-rata menjadi 82,20. Sebanyak 87% peserta mengalami peningkatan skor pengetahuan, dan hasil uji statistik paired t-test menunjukkan perbedaan yang bermakna antara nilai pre-test dan post-test (p < 0,05). Edukasi ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman remaja putri mengenai pengertian, faktor risiko, gejala, serta upaya pencegahan mioma uteri, sekaligus mendorong sikap positif terhadap pentingnya menjaga kesehatan reproduksi. Oleh karena itu, program edukasi kesehatan reproduksi yang berkelanjutan direkomendasikan untuk diterapkan di lingkungan sekolah sebagai upaya preventif sejak dini.
Analisis Pascatambang terhadap Dampak Penambangan Batu Gamping pada Kualitas Lingkungan di PT Semen Baturaja Tbk A’yun, Qurratul; Rahmi, Hisni; Andrawina, Andrawina; Juniah, Restu
Blend Sains Jurnal Teknik Vol. 4 No. 4 (2026): Edisi April
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/blendsains.v4i4.1652

Abstract

Kegiatan pascatambang merupakan bagian penting untuk memastikan kegiatan pertambangan batugamping akan berdampak paling minimal terhadap lingkungan. Untuk itu PT Semen Baturaja Tbk sebagai salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan batugamping mencoba untuk merencanakan kegiatan pasca tambang dengan luas bukaan lahan yang direncanakan seluas  341 hektar mulai dari area penambangan, jalan hantar, disposal area, soil storage dan fasilitas penunjang tambang lainnya selama tahap operasi produksi tahun  2022-2042 Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan reklamasi telah mencapai luas 207,16 ha atau sekitar 60,75% dari total lahan terganggu. Tingkat keberhasilan tumbuh vegetasi berkisar antara 60–80%, dengan kondisi lereng yang relatif stabil pada kemiringan 25–35° serta didukung sistem drainase yang berfungsi baik. Analisis efektivitas dilakukan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan komparatif terhadap standar Kepmen ESDM No. 1827 K/30/MEM/2018, yang menunjukkan bahwa kegiatan reklamasi tergolong cukup efektif, meskipun masih memerlukan peningkatan dalam pengelolaan kesuburan tanah dan pemantauan jangka panjang. Kegiatan reklamasi ini dilakukan dengan tahapan penataan lahan, penyebaran top soil, dan revegetasi dengan spesies tanaman local. Sehingga dapat disimpulkan bahwa reklamasi menunjukkan keberhasilan dibidang stabilotas lahan dan penutupan vegetasi, tetapi masih perlunya peningkatan dalam menkontrol serta memonitoring dalam jangka waktu yang panjang serta dalam pengelolaan kualitas tanah.