Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengembangan Desa Wisata Berbasis Local Indegenous di Desa Dukuhwaringin Dawe Kudus Ulya Fawaida; Rukhaini Fitri Rahmawati
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 8 No 2 (2023): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-dinamika.v8i2.3795

Abstract

Pengembangan dibidang sektor pariwisata merupakan upaya yang dilakukan untuk menambah dan meningkatkan pendapatan pada daerahnya. Dalam pengembangan wisata disuatu daerah harus didasarkan pada perencanaan, pengembangan dan pengelolaan wisata yang jelas agar semua potensi yang dimiliki suatu daerah wisata tersebut dapat diberdayakan dengan optimal. Wisata dukuhwaringin merupakan wisata yang terletak di dukuhwaringin kecamatan colo kabupaten kudus dengan objek wisata berupa air terjun dan kampung wisata lebah. Kedua objek ini memiliki daya tarik wisata sehingga pemerintah setempat bersama pokdarwis mengembangkan wisata dukuhwaringin. Penelitian ini menggunakan metode Asset Based Community Development (ABCD). Teknik pengumpulan data meliputi angket, observasi dan dokumentasi. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa untuk mengembangkan wisata dukuhwaringin dengan cara pemberian pendampingan berupa pemahaman tentang mitigasi bencana, pres daun, gesek daun, dan pembuatan soufenir dari resin yang dapat di jadikan soufenih khas untuk wisatawan. Dengan membekali banyak ketrampilan untuk pokdarwis akan meningkatkan semangat dalam mengembangkan desa wisata. Sedangkan untuk meningkatkan wisatawan adalah dengan promosi melalui akun media sosial baik dari individu, pemerintah setempat dan penyediaan pelayanan yang nyaman untuk para penginap yang menggunakan home stay yang ada di desa dukuhwaringin.
Determination of Institutional and Individual Factors for the Implementation of the Merdeka Belajar Kampus Merdeka Rahmawati, Rukhaini Fitri; Maghfirah, Nuril
Al-Hayat: Journal of Islamic Education Vol. 9 No. 2 (2025): Al-Hayat: Journal of Islamic Education
Publisher : LETIGES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35723/ajie.v9i2.169

Abstract

This study analyzes the multifaceted relationship between institutional and personal determinants that mold the execution of the Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) program at the Faculty of Da'wah and Communication in particular State Islamic Universities (PTKIN) in Central Java and Yogyakarta. The analysis seeks to chart strategic priorities for implementing MBKM in the religious higher education setting. This research uses a qualitative descriptive field study approach. Data were collected through semi-structured interviews, non-participant observations, and document reviews from purposively selected informants like faculty heads, lecturers, students, and external partners. The data were evaluated using the Miles and Huberman interactive model, supported by triangulation, member checking, and peer debriefing to ensure validity. The study finds that successful MBKM execution is greatly influenced by strategic interunit communication, adaptive organizational structure, and incorporation into existing academic systems. Conversely, key inhibiting elements include bureaucratic rigidity, nonstandardized assessment processes, limited socialization, budgetary constraints, and weak external collaboration. These dynamics reflect the practical application of Pressman & Wildavsky's policy implementation theory, Mazmanian & Sabatier's structural framework, and Lewin's Unfreeze–Change–Refreeze model, demonstrating that effective policy adoption necessitates structural transformation and cultural adaptation. This research is exploratory and context-specific, focusing on selected PTKIN in Central Java and DI Yogyakarta. It does not include longitudinal data or viewpoints from alums and national-level stakeholders, restricting its generalizability. This study contributes to the literature by offering an in-depth policy analysis of MBKM implementation in religious higher education institutions using a combination of classic policy implementation and organizational change theories—an approach infrequently used in previous research in this domain.
KEGAGALAN INTEGRASI TEKNOLOGI DALAM INOVASI PENDIDIKAN ; TELAAH KRITIS APLIKASI DIGITAL (APK DAN WEB) UNTUK PNS GPAI SMA/SMK DI JAWA TIMUR Faishol, Muhammad; Rahmawati, Rukhaini Fitri; Muchsin, Muchsin
Jurnal Sains Riset Vol 14, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47647/jsr.v14i1.2294

Abstract

Kebijakan penerapan aplikasi digital seringkali menghadapi berbagai masalah dan hambatan, bahkan ada kasus dimana implementasinya berakhir dengan kegagalan. Sebagai bukti, banyak aplikasi digital yang telah dibangun hanya digunakan dalam waktu beberapa tahun saja, setelah itu tidak lagi aktif. Bahkan lebih serius lagi, dengan banyaknya aplikasi digital yang diperkenalkan, pekerjaan yang seharusnya menjadi lebih sederhana dan efisien, justru menjadi lebih rumit dan membingungkan. Penelitian ini menjadi sangat penting untuk dilakukan dengan beberapa tujuan utama. Pertama, untuk mengevaluasi anggaran pemerintah dalam menerapkan aplikasi digital (baik berupa aplikasi seluler maupun situs web) yang seringkali mencapai angka yang sangat besar. Kedua, untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat integrasi aplikasi digital oleh pemerintah pusat dan daerah, sehingga pelaksanaannya bisa menjadi lebih efektif dan lancar. Penelitian ini fokus pada penyelidikan faktor-faktor yang menyebabkan kegagalan dalam mengintegrasikan aplikasi digital (baik aplikasi seluler maupun situs web) PNS GPAI di Sekolah Menengah Atas dan Kejuruan wilayah Jawa Timur. Kualitatif menjadi pendekatan pada penelitian ini. Data dari observasi dan pengamatan berkas-berkas yang berkaitan. Hasil dari penelitian ini mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan kegagalan dalam pengembangan aplikasi digital (baik aplikasi seluler maupun situs web) dalam beberapa aspek, yaitu: a) Faktor organisasi b) Faktor sumber daya manusia c) Faktor teknologi d) Faktor layanan e) Faktor proses. Dengan memahami faktor-faktor ini, diharapkan pemerintah pusat dan daerah bisa mengambil langkah strategis dalam mengimplementasikan aplikasi digital, sehingga keberhasilannya dapat ditingkatkan dan kegagalan dapat dihindari.