Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TARI BEDHAYA ANGLIR MENDHUNG DI MANGKUNEGARAN SARANA LEGITIMASI DAN LOYALITAS PENGUASA Darmarastri, Hayu Adi; Kurniawati, Asti; Sutirto, Tundjung Wahadi; -, Supariadi; -, Susanto; Dadtun, Yusana Sasnti
MOZAIK Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 15 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/mozaik.v15i2.77372

Abstract

Penelitian ini mendiskusikan tentang fungsi Tari Bedhaya Anglir Mendhung di Mangkunegaran yang menjadi sarana memperkuat legitimasi dan loyalitas bagi pemimpin di Mangkunegaran. Penelitian ini mengajukan beberapa pertanyaan yaitu, apakah fungsi Tari Bedhaya Anglir Mendhung dalam prosesi jumenengan di Mangkunegaran? dan bagaimana perkembangan Tari Bedhaya Anglir Mendhung di Mangkunegaran?Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang terdiri dari empat tahap, tahap heuristik, kritik, verifikasi dan historiografi. Untuk menemukan realitas historis terkait dengan Tari Bedhaya Anglir Mendung di Mangkunegaran, penelitian ini menggunakan data-data tertulis berupa arsip, buku, artikel surat kabar maupun jurnal juga foto-foto penari Anglir Mendung tahun 1983 di Perpustakaan Reksa Pustaka Mangkunegaran. Selain itu, penelitian ini juga memanfaatkan sumber lisan berupa wawancara dengan tokoh-tokoh yang memahami perkembangan Tari Bedhaya Anglir Mendung di Mangkunegaran.Kesimpulan penelitian ini Tari Bedhaya Anglir Mendhung memiliki fungsi penting di Mangkunegaran, yaitu sebagai sarana memperkuat legitimasi pemimpin di Mangkunegaran selain juga membangun loyalitas di Mangkunegaran. Tari Bedhaya Anglir Mendhung yang merupakan hasil cipta dari pendiri Kadipaten Mangkunegaran, yaitu Raden Mas Said yang kemudian menjadi KGPAA Mangkunegara I. Sejak pemerintahan KGPAA I terdapat tradisi pementasan Tari Bedhaya Anglir Mendhung dalam acara Tingalan Wiyosan Jumenengan Dalem di Mangkunegaran namun kemudian tidak lagi dilakukan pada masa pemerintahan KGPAA Mangkunegara III. Hal ini disebabkan karena Tari Bedhaya Anglir Mendhung diserahkan sebagai hadiah pernikahan kepada Paku Buwana V. Atas perintah dari KGPAA VIII maka Tari Bedhaya Anglir Mendhung kembali direkonstruksi ulang. Hasil rekonstruksi tersebut terlihat dari perubahan jumlah penari perempuan pada Tari Bedhaya Anglir Mendung.           
Model Pengembangan Bank Sampah Berbasis Masyarakat untuk Mendukung Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Pembangunan Ekonomi Lokal di Kawasan Gunung Lawu Sutirto, Tundjung Wahadi; Marwanti, Sri; Sugiarti, Rara
ENVIRO: Journal of Tropical Environmental Research Vol 24, No 2 (2022): September
Publisher : Center for Environmental Research, LPPM, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/enviro.v24i2.70416

Abstract

The long-term objective of the research on "Community-Based Waste Bank Development Model to Support Environmental Management and Local Economic Development in the Mount Lawu Area" is to develop waste banks to support environmental management and improve the local economy in the Mount Lawu area. In particular, this study aims to: (1) identify waste bank development activities that have been carried out by communities in the Mount Lawu area, (2) find out the role of local institutions in developing community-based waste banks to support environmental management, (3) know internal and external obstacles in the development of community-based waste banks to support environmental management and improve the local economy in the Mount Lawu area, (4) identifyi supporting factors for the development of community-based waste banks to support environmental management and improving the local economy in the Mount Lawu area, (5) knowing the benefits of community-based waste bank development for the environment and strengthening the local economy in the Mount Lawu area, (6) find out the Karanganyar District Government policies and programs in developing community-based waste banks to support environmental management and local economic development in the Mount Lawu area, and (7) develop a community-based waste bank development model to support environmental management and local economic development in the Mountain area Lawu. This research is a descriptive study with a qualitative approach. The research data was collected using several methods, namely field observations, interviews, focus group discussions (FGD / Focus Group Discussion), and document review methods. Data were analyzed using interactive analysis and internal and external environmental analysis (ALIE). The outputs of this study are: (1) the model and strategy for developing waste banks to support environmental management and local economic development in the GunungLawu area, and (2) publication of scientific articles in nationally accredited journals.