Masfuah, Imas
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Swamedikasi di Kalangan Mahasiswa Tingkat Akhir (Kebidanan dan Farmasi) STIKes Salsabila Serang Yusransyah, Yusransyah; Stiani, Sofi Nurmay; Harpan, Andri; Masfuah, Imas
Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima Vol. 5 No. 1 (2022): Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Salsabila Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60010/jikd.v5i1.74

Abstract

The efforts of a group to take medication without a doctor's prescription for themselves or known as self-medication.The high percentage of self-medication is one reason of medication errors. Students are educated people who are highly educated and have a wider level of knowledge when compared to society in general. Having sufficient knowledge is expected to emerge a positive attitude and maximize vigilance so that health problems do not occur. The purpose of this study was to determine the comparison of self-medication patterns in each department and to measure differences in the level of knowledge and attitudes in each department regarding drug use among final students of STIKes Salsabila Serang. Data retrieval is done by using the technique of purposive sampling by providing a questionnaire via Google Forms. The results is study are that there are differences in the level of knowledge between the D3 Midwifery, S1 Midwifery and S1 Pharmacy majors with a P value of 0.000 (significantly different), while for attitudes there is no comparison between each department because the P value is > 0.05, which is 0.987 (not significantly different). The relationship between attitude and level of knowledge does not have a significant relationship because the P Value> 0.05 is 0.128 (not significantly different.   Upaya suatu kelompok untuk melakukan pengobatan  tanpa resep dokter terhadap diri sendiri atau dikenal dengan istilah swamedikasi. Tingginya presentase swamedikasi menjadi salah satu penyebab munculnya kesalahan pengobatan. Mahasiswa merupakan kalangan terpelajar yang berpendidikan tinggi dan mempunyai tingkat pengetahuan yang lebih luas jika dibandingkan masyarakat pada umumnya. Memiliki pengetahuan yang cukup diharapkan muncul sikap yang positif dan memaksimalkan kewaspadaan agar tidak terjadi gangguan kesehatan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui perbandingan pola swamedikasi pada setiap jurusan serta mengukur perbedaan tingkat pengetahuan dan sikap pada setiap jurusan tentang penggunaan obat di kalangan mahasiswa akhir STIKes Salsabila Serang. Pengambilan data dilakukan dengan teknik purposive sampling dengan memberikan kuesioner melalui Google Form kepada responden. Hasil dari penelitian ini yaitu terdapat perbedaan tingkat pengetahuan antara jurusan D3 Kebidanan, S1 Kebidanan dan S1 Farmasi dengan P value 0,000 (berbeda signifikan), sedangkan untuk sikap tidak terdapat perbandingan tiap jurusan karena nilai signifikansi >0,05 yaitu 0,987 (tidak berbeda signifikan). Hubungan sikap dengan tingkat pengetahuan tidakmmelikihubungan yang signifikansi karena nilai P value >0,05 yaitu 0,128 (tidak berbeda signifikan).
Analisis Perbandingan Swamedikasi Pada Masyarakat Di Desa Kadumaneuh Dan Desa Cikeusik Yusransyah, Yusransyah; Insani, Nurul; Masfuah, Imas; Bahaudin, Bahaudin
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 10 No 1 (2023): Jurnal Farmasi Galenika Vol 10 No 1
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/jfg.v10i1.285

Abstract

Tingginya presentase swamedikasi menjadi salah satu penyebab munculnya kesalahan pengobatan. Pengetahuan yang cukup diharapkan menimbulkan sikap yang positif dan memaksimalkan kewaspadaan agar tidak terjadi gangguan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan tingkat pengetahuan dan sikap antara Desa Kadumaneuh dan Desa Cikeusik, serta menganalisis hubungan tingkat pengetahuan terkait swamedikasi dengan faktor sosiodemografi dan sikap. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel 100 orang responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, sedangkan pengambilan data dilakukan dengan kuesioner. Data dianalisis dengan menggunakan analisis univariat, Chi Square, Mann Whitney dan Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak terdapat perbedaan tingkat pengetahuan antara Desa Kadumaneuh dan Desa Cikeusik dan mayoritas responden di kedua desa tersebut mempunyai kriteria sikap negatif terhadap swamedikasi. Hasil penelitian terkait hubungan faktor sosiodemografi dengan tingkat pengetahuan, yang mempunyai hubungan signifikan yaitu pendidikan terakhir (P<0,05), sedangkan faktor sosiodemografi yang lain (jenis kelamin, usia, pekerjaan, pendapatan dan status perkawinan) tidak mempunyai hubungan yang signifikan (P>0,05). Hasil hubungan antara sikap dengan tingkat pengetahuan yaitu tidak mempunyai hubungan yang signifikan (P>0,05).