Fransiskus Bala Kleden
Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

EKSISTENSI MORI KRAENG PADA MASYARAKAT MANGGARAI DALAM PERSPEKTIF TRANSENDENSI KARL JASPERS Fransiskus Bala Kleden; Silfanus Jemadin; Yohanes Baptista Angelino Galus; Bernardus Subang Hayong
Jurnal Reinha Vol 15 No 2 (2024)
Publisher : STP Reinha Larantuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56358/ejr.v15i2.376

Abstract

Artikel ini bertujuan membahas eksistensi Mori Kraeng dalam perspektif filsafat Karl Jaspers.  Dalam tradisi dan kepercayaan masyarakat Manggarai, Mori Kraeng dianggap sebagai entitas transenden, wujud tertinggi dan pengatur kehidupan. Tujuan dari penulisan artikel ini ialah menjelaskan eksistensi Mori Kraeng dengan mengacu pada pemikiran Jasppers tentang Transendensi. Untuk mencapai tujuan ini, penelitian kualitatif dengan metode studi kepustakaan digunakan untuk menelusuri buku-buku dan artikel-artikel jurnal sebagai sumber primer dan sumber sekunder. Hasil yang ditemukan dalam penulisan artikel ini ialah pemikiran Jaspers tentang Transendensi, yang menyatakan bahwa pengalaman Transendensi terjadi dalam situasi batas dan tidak dapat dijelaskan sepenuhnya oleh akal, sejalan dengan cara masyarakat Manggarai berhubungan dengan Mori Kraeng. Dalam pandangan ini, kepercayaan terhadap Mori Kraeng bukan hanya menyentuh aspek budaya, melainkan juga berkenaan dengan sebuah pencarian eksistensial yang memberi makna dan arah hidup, terutama dalam menghadapi keterbatasan hidup, seperti penderitaan dan kematian. Simbolisme adat, seperti ritual syukur dan persembahan, menjadi jembatan untuk menghubungkan manusia dengan Mori Kraeng, yang merupakan realitas yang melampaui dunia imanen.
EKSISTENSI MORI KRAENG PADA MASYARAKAT MANGGARAI DALAM PERSPEKTIF TRANSENDENSI KARL JASPERS Fransiskus Bala Kleden; Silfanus Jemadin; Yohanes Baptista Angelino Galus; Bernardus Subang Hayong
Jurnal Reinha Vol 15 No 2 (2024)
Publisher : STP Reinha Larantuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56358/ejr.v15i2.376

Abstract

Artikel ini bertujuan membahas eksistensi Mori Kraeng dalam perspektif filsafat Karl Jaspers.  Dalam tradisi dan kepercayaan masyarakat Manggarai, Mori Kraeng dianggap sebagai entitas transenden, wujud tertinggi dan pengatur kehidupan. Tujuan dari penulisan artikel ini ialah menjelaskan eksistensi Mori Kraeng dengan mengacu pada pemikiran Jasppers tentang Transendensi. Untuk mencapai tujuan ini, penelitian kualitatif dengan metode studi kepustakaan digunakan untuk menelusuri buku-buku dan artikel-artikel jurnal sebagai sumber primer dan sumber sekunder. Hasil yang ditemukan dalam penulisan artikel ini ialah pemikiran Jaspers tentang Transendensi, yang menyatakan bahwa pengalaman Transendensi terjadi dalam situasi batas dan tidak dapat dijelaskan sepenuhnya oleh akal, sejalan dengan cara masyarakat Manggarai berhubungan dengan Mori Kraeng. Dalam pandangan ini, kepercayaan terhadap Mori Kraeng bukan hanya menyentuh aspek budaya, melainkan juga berkenaan dengan sebuah pencarian eksistensial yang memberi makna dan arah hidup, terutama dalam menghadapi keterbatasan hidup, seperti penderitaan dan kematian. Simbolisme adat, seperti ritual syukur dan persembahan, menjadi jembatan untuk menghubungkan manusia dengan Mori Kraeng, yang merupakan realitas yang melampaui dunia imanen.
Dialog Gereja Dengan Komunitas Society Socialis  (SOS) Children’s Villages of Flores  Waturia-Maumere Vinsensius M. Junior Situmorang; Astina Vebriani Pasaribu; Fransiskus Bala Kleden; Georgius Ture
JURNAL PASTORAL KATEKETIK Vol 2 No 2 (2025): Jurnal Pastoral Kateketik (JPKAT)
Publisher : Sekolah Tinggi Katolik Touye Paapaa Deiyai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70343/j6cd2n34

Abstract

This paper examines the role and challenges faced by the SOS Children’s Villages Flores Waturia, Maumere community in providing care for children who have lost parental custody. Children in this community experience various difficulties, particularly in meeting basic needs such as health, education, and psychological and spiritual support. The absence of parents makes them vulnerable to losing direction and hope for the future. On the other hand, limitations in resources, both human and financial, pose serious obstacles in ensuring the provision of adequate care. In this context, the Catholic Church is expected to serve as a strategic partner capable of providing spiritual and moral support. The Church is called not only to provide material assistance but, more importantly, to engage in pastoral services, faith-based accompaniment, and empowerment of the children's potential. Through a humanistic and faith-based approach, the Church can become a transformative force that restores the dignity of children and advocates for their often-overlooked rights. The involvement of the Church is a concrete manifestation of the Christian mission to bring love, justice, and hope to those most in need.