Minyak kayu putih merupakan salah satu jenis minyak atsiri yang memiliki potensi dalam industri di Indonesia. Namun dalam aktivitasnya cenderung hanya berfokus pada kuantitas produksi untuk mendapatkan keuntungan dan kurang memperhatikan output terhadap lingkungan. perlu dilakukan upaya untuk mengetahui analisis dampak lingkungan yang dihasilkan dari proses produksi penyulingan minyak kayu putih, serta melakukan upaya dalam mengurangi dampak ke lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak lingkungan yang dihasilkan dari produksi minyak kayu putih di IKM Ketel Parigi menggunakan pendekatan Life Cycle Assessment (LCA) serta pendekatan produksi bersih untuk mengurangi dampak lingkungan yang dihasilkan. Pendekatan LCA dalam penerapannya di bantu oleh software SimaPro 9.4.0 untuk mengetahui nilai dari dampak lingkungan yang dihasilkan berdasarkan penggolahan data menggunakan metode Eco Indicator 99. Berdasarkan hasil pengolahan nilai yang dihasilkan dari single score dari masing-masing damage category yaitu human health atau dampak kesehatan manusia menjadi dampak terbesar dengan nilai 2,21 Pt, selanjutnya diikuti esources atau dampak terhadap sumber daya dengan nilai sebesar 2,09 Pt, dan ecosystem quality atau dampak terhadap kualitas ekosistem memiliki nilai terkecil yaitu 0,222 Pt. Rekomendasi perbaikan yang diberikan untuk mengurangi dampak lingkungan menggunakan pendekatan produksi bersih yaitu dengan memanfaatkan limbah daun kayu putih dengan pembuatan briket sebagai pengganti bahan bakar kayu.