Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Implementation of the Project for Strengthening the Profile of Pancasila Students (P5) in the Independent Curriculum at SDN Grinting 01 Dewi Ana Putri; Moh Toharudin; Novi Yuliyanti
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol 3, No 2 (2024): September 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v3i2.3585

Abstract

This research aims to present a general overview of the project to strengthen the profile of Pancasila students at SDN Grinting 01 class II, along with an analysis of the components and stages that support and hinder the implementation of the project. The research design used was exploratory qualitative. Class II students at SDN Grinting 01, instructors and principals were the subjects of this research. Documentation, interviews, and observation are the three methods used to collect data. The Strengthening Pancasila Student Profile (P5) project has been implemented and is functioning effectively in accordance with its objectives, according to research results. The theme of the P5 curriculum in class II is "Local Wisdom". supporting components. School Principals, Teachers, Parents and the surrounding community are among the parties who support the Strengthening Pancasila Student Profile (P5) Project, providing assistance in its implementation. Teachers' ignorance of the Independent Curriculum and the lack of information and competency training are obstacles in implementing the Strengthening Pancasila Student Profile (P5) Project, even though P5 is a fairly significant advance in the field of education.
Pendekatan Etnosains dalam Pembelajaran IPAS untuk Literasi Sains Inklusif di Sekolah Dasar : Tinjauan Literatur Novi Yuliyanti; Ratih Purnama Pertiwi; Sarwi; Sri Wardani; Mukh Doyin
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 3 Agustus (2024): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.780

Abstract

Pendidikan sains di tingkat dasar memiliki peran yang krusial dalam membentuk pemahaman yang kokoh terhadap dunia sekitar. Kebutuhan akan literasi sains yang inklusif semakin meningkat, menuntut pendekatan holistik yang memperhitungkan realitas sosial, budaya, dan lingkungan tempat siswa belajar. Dalam konteks ini, pendekatan etnosains menawarkan kerangka kerja yang berpotensi untuk memperkaya pengalaman belajar sains siswa dengan mempertimbangkan konteks budaya dan sosial mereka. Tinjauan literatur ini menyajikan temuan-temuan dari berbagai kajian penelitian terkait dengan pendekatan etnosains dalam pembelajaran IPAS di sekolah dasar. Analisis terhadap literatur menunjukkan bahwa implementasi pendekatan etnosains dapat membantu meningkatkan literasi sains siswa dengan memperhatikan kebutuhan khusus mereka, memfasilitasi pengembangan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah, serta memperkaya pengalaman belajar melalui integrasi pengetahuan lokal, tradisional, dan kontekstual. Namun, tantangan dalam implementasi pendekatan ini, seperti pemahaman yang mendalam tentang keberagaman budaya siswa dan pengembangan kurikulum yang relevan, juga perlu diperhatikan. Dengan memperhitungkan temuan-temuan ini, penelitian lanjutan dapat mengembangkan strategi dan praktik terbaik dalam penerapan pendekatan etnosains dalam pembelajaran IPAS di sekolah dasar, menciptakan lingkungan pembelajaran yang inklusif dan bermakna bagi semua siswa
Sosialisasi Sampah Plastik Menjadi Barang Bernilai Jual Novi Yuliyanti; Hany Uswatunnisa; Yasin Yasin; Didik Tri Setiyoko; Suci Adinda
JAMU : Jurnal Abdi Masyarakat UMUS Vol. 5 No. 01 (2024): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jamu.v5i01.1943

Abstract

Sampah plastik merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang masih banyak dijumpai di masyarakat, termasuk di Desa Dukuhtengah, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai pengelolaan sampah menyebabkan sebagian besar sampah plastik dibuang atau dibakar, sehingga berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan. Di sisi lain, sampah plastik memiliki potensi untuk dimanfaatkan kembali menjadi berbagai produk kerajinan yang bernilai ekonomis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan masyarakat dalam mengolah sampah plastik menjadi barang bernilai jual sebagai upaya mendukung pelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi. Metode pelaksanaan meliputi tahap observasi dan identifikasi permasalahan, sosialisasi mengenai dampak sampah plastik dan prinsip pengelolaan sampah berbasis Reduce, Reuse, Recycle (3R), pelatihan pembuatan produk kerajinan dari sampah plastik, praktik secara berkelompok, serta evaluasi melalui diskusi dan angket respons peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah plastik serta meningkatnya keterampilan peserta dalam mengolah limbah plastik menjadi produk yang memiliki nilai jual, seperti pot tanaman, tempat pensil, tas belanja sederhana, dan hiasan rumah. Selain memberikan manfaat bagi lingkungan, kegiatan ini juga membuka wawasan masyarakat mengenai peluang usaha berbasis ekonomi kreatif melalui pemanfaatan sampah plastik. Dengan demikian, kegiatan sosialisasi ini menjadi salah satu upaya pemberdayaan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan produktif.
Edukasi Literasi Sains Untuk Meningkatkan Keterampilan Generik Sains Siswa SD Novi Yuliyanti; Tri Linda Antika; Rila Melyana Fitri; Aisyatun Munawaroh
JAMU : Jurnal Abdi Masyarakat UMUS Vol. 6 No. 01 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jamu.v6i01.1944

Abstract

Rendahnya literasi sains dan keterampilan generik sains siswa sekolah dasar masih menjadi tantangan dalam pembelajaran IPA sehingga diperlukan upaya edukatif yang mampu memberikan pengalaman belajar yang kontekstual dan bermakna. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi sains guna mengembangkan keterampilan generik sains siswa di SD Kalikangkung 2. Metode pelaksanaan meliputi tahap observasi awal, koordinasi dengan pihak sekolah, penyusunan materi edukasi, pelaksanaan pembelajaran berbasis literasi sains melalui kegiatan observasi, eksperimen sederhana, diskusi, dan presentasi, serta evaluasi menggunakan instrumen pretest dan posttest. Kegiatan melibatkan siswa SD Kalikangkung 2 sebagai peserta utama. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan siswa dalam memahami konsep sains, melakukan pengamatan, mengidentifikasi hubungan sebab-akibat, menginterpretasikan data sederhana, serta mengomunikasikan hasil pengamatan secara sistematis. Selain itu, siswa menunjukkan partisipasi dan antusiasme yang tinggi selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Program edukasi literasi sains ini terbukti mampu meningkatkan keterampilan generik sains siswa melalui pembelajaran yang aktif, kontekstual, dan berpusat pada peserta didik. Oleh karena itu, kegiatan serupa layak diterapkan secara berkelanjutan
Giat Literasi Melalui Sastra Dongeng Anak-anak SD Kalikangkung 2 Kabupaten Tegal Hany Uswatunnisa; Novi Yuliyanti; Tri Linda Antika; Bella Indriyani
JAMU : Jurnal Abdi Masyarakat UMUS Vol. 4 No. 02 (2024): Februari
Publisher : LPPM Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jamu.v4i02.1945

Abstract

Rendahnya minat baca dan kemampuan literasi siswa sekolah dasar masih menjadi tantangan dalam mewujudkan budaya literasi yang berkelanjutan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui pemanfaatan sastra anak, khususnya dongeng, sebagai media pembelajaran yang menarik, kontekstual, dan sesuai dengan karakteristik perkembangan peserta didik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan minat baca, kemampuan literasi, serta pemahaman nilai-nilai karakter siswa melalui kegiatan literasi berbasis sastra dongeng di SD Kalikangkung 2, Kabupaten Tegal. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif yang meliputi observasi awal, koordinasi dengan pihak sekolah, penyampaian materi mengenai pentingnya literasi, kegiatan mendongeng interaktif, pendampingan membaca dan menceritakan kembali isi dongeng, serta evaluasi melalui observasi dan refleksi terhadap aktivitas siswa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias, menunjukkan peningkatan minat membaca, lebih aktif dalam menyimak dan mengemukakan pendapat, serta mampu menceritakan kembali isi dongeng dengan bahasa mereka sendiri. Selain itu, kegiatan mendongeng membantu siswa memahami nilai-nilai karakter seperti kejujuran, tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian terhadap sesama. Program ini juga memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sehingga mampu menumbuhkan budaya literasi di lingkungan sekolah. Dengan demikian, giat literasi melalui sastra dongeng menjadi alternatif yang efektif dalam memperkuat kemampuan literasi sekaligus menanamkan pendidikan karakter pada siswa sekolah dasar.
Edukasi Bullying: Membangun Sekolah Yang Aman dan Nyaman di Lingkungan SDN Talok 02 Ajeng Fitriyadi Ningsih; Rila Melyana Fitri; Novi Yuliyanti
JAMU : Jurnal Abdi Masyarakat UMUS Vol. 6 No. 02 (2026): Februari
Publisher : LPPM Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan utama di SDN Talok 02 adalah masih maraknya perilaku bullying, baik verbal maupun nonverbal, seperti ejekan, pemanggilan dengan sebutan orang tua, hingga pemukulan antar siswa. Kurangnya edukasi mengenai bullying serta dampaknya terhadap kesehatan mental menjadi faktor utama permasalahan ini. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan edukasi mengenai bullying, klasifikasinya, dampak, serta cara pencegahannya guna menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan tahapan observasi langsung, wawancara dengan guru, pretest untuk mengetahui pemahaman awal siswa, serta pelaksanaan edukasi menggunakan ceramah interaktif, media PowerPoint, pemutaran film pendek, diskusi, dan deklarasi anti-bullying. Evaluasi dilakukan melalui posttest, kuesioner, serta wawancara lanjutan dengan guru dan siswa untuk melihat perubahan sikap. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pemahaman siswa, dari 50% pada tahap pretest menjadi 90% pada posttest. Siswa lebih berani menyampaikan pendapat, menolak tindakan bullying, dan mendukung terciptanya suasana sekolah yang ramah anak. Edukasi bullying terbukti efektif dalam menumbuhkan kesadaran serta membangun komitmen bersama antara siswa, guru, dan orang tua untuk mencegah perundungan dan menjaga iklim belajar yang kondusif di SDN Talok 02.