Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pendekatan Etnosains dalam Pembelajaran IPAS untuk Literasi Sains Inklusif di Sekolah Dasar : Tinjauan Literatur Novi Yuliyanti; Ratih Purnama Pertiwi; Sarwi; Sri Wardani; Mukh Doyin
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 3 Agustus (2024): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.780

Abstract

Pendidikan sains di tingkat dasar memiliki peran yang krusial dalam membentuk pemahaman yang kokoh terhadap dunia sekitar. Kebutuhan akan literasi sains yang inklusif semakin meningkat, menuntut pendekatan holistik yang memperhitungkan realitas sosial, budaya, dan lingkungan tempat siswa belajar. Dalam konteks ini, pendekatan etnosains menawarkan kerangka kerja yang berpotensi untuk memperkaya pengalaman belajar sains siswa dengan mempertimbangkan konteks budaya dan sosial mereka. Tinjauan literatur ini menyajikan temuan-temuan dari berbagai kajian penelitian terkait dengan pendekatan etnosains dalam pembelajaran IPAS di sekolah dasar. Analisis terhadap literatur menunjukkan bahwa implementasi pendekatan etnosains dapat membantu meningkatkan literasi sains siswa dengan memperhatikan kebutuhan khusus mereka, memfasilitasi pengembangan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah, serta memperkaya pengalaman belajar melalui integrasi pengetahuan lokal, tradisional, dan kontekstual. Namun, tantangan dalam implementasi pendekatan ini, seperti pemahaman yang mendalam tentang keberagaman budaya siswa dan pengembangan kurikulum yang relevan, juga perlu diperhatikan. Dengan memperhitungkan temuan-temuan ini, penelitian lanjutan dapat mengembangkan strategi dan praktik terbaik dalam penerapan pendekatan etnosains dalam pembelajaran IPAS di sekolah dasar, menciptakan lingkungan pembelajaran yang inklusif dan bermakna bagi semua siswa
A Systematic Literature Review of Math Playground-Based Interactive Media for Primary School Students (2020-2025) Lorensia Yanti; Sarwi; Bambang Subali; Arif Widiyatmoko
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol. 14 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jipm.v14i2.23530

Abstract

Kesenjangan antara konten matematika dan strategi instruksional telah berkontribusi pada rendahnya motivasi siswa dan kinerja berhitung yang buruk. Meskipun banyak penelitian telah meneliti media interaktif berbasis game seperti Math Playground, penelitian yang ada tetap terfragmentasi dan tidak memiliki sintesis yang komprehensif tentang tren, efektivitas, dan tantangan implementasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren, manfaat, tantangan, dan efektivitas Math Playground dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) mengikuti protokol PRISMA. Data dikumpulkan dari Google Scholar untuk artikel yang diterbitkan antara tahun 2020 dan 2025. Berdasarkan kriteria inklusi yang telah ditentukan, 33 studi dipilih dari 204 artikel awal untuk analisis mendalam. Temuan menunjukkan bahwa Math Playground secara konsisten meningkatkan motivasi, keterlibatan, dan pemahaman konseptual siswa dalam matematika. Bukti dari studi kasus kualitatif juga menunjukkan bahwa siswa menjadi lebih aktif dan partisipatif selama pembelajaran. Namun, beberapa tantangan tetap ada, termasuk infrastruktur digital yang terbatas dan kesiapan guru. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada sintesis komprehensif temuan empiris menggunakan analisis konten dan tren, memberikan pemahaman multidimensi tentang Math Playground dalam pendidikan matematika. Studi ini berkontribusi dengan mengidentifikasi pola penelitian yang dominan dan area yang kurang dieksplorasi, menawarkan wawasan untuk mengembangkan strategi pembelajaran matematika yang lebih efektif dan berpusat pada siswa dalam pendidikan dasar. The gap between mathematical content and instructional strategies has contributed to low student motivation and poor numeracy performance. Although many studies have examined game-based interactive media such as Math Playground, existing research remains fragmented and lacks a comprehensive synthesis of trends, effectiveness, and implementation challenges. This study aims to analyze the trends, benefits, challenges, and effectiveness of Math Playground in mathematics learning. This study uses a Systematic Literature Review (SLR) approach following the PRISMA protocol. Data were collected from Google Scholar for articles published between 2020 and 2025. Based on predefined inclusion criteria, 33 studies were selected from an initial 204 articles for in-depth analysis. The findings indicate that Math Playground consistently improves students’ motivation, engagement, and conceptual understanding in mathematics. Evidence from a qualitative case study also shows that students become more active and participatory during learning. However, several challenges remain, including limited digital infrastructure and teacher readiness. The novelty of this study lies in its comprehensive synthesis of empirical findings using both content and trend analysis, providing a multidimensional understanding of Math Playground in mathematics education. This study contributes by identifying dominant research patterns and underexplored areas, offering insights for developing more effective and student-centered mathematics learning strategies in elementary education.
Research Trends in Computational Thinking: A Systematic Content Analysis of Publications Edi Daenuri Anwar; Sarwi; Ani Rusilowati; Bambang Subali; Hartono; Siti Alimah
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 12 No 4 (2026)
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v12i4.13657

Abstract

Computational thinking (CT) is an essential skill for solving complex problems. This study aims to identify and analyze CT frameworks used as instructional techniques across various subjects. This research employs a literature review method. Data were obtained from the ERIC database using the keywords “computational thinking”, “science education.” From more than 600 articles published between 2012 and 2021, 32 articles were selected based on inclusion criteria. The selection process followed systematic stages: identification, screening, eligibility, and inclusion. Data were analyzed using content analysis focusing on publication year, source, subject area, research participants, educational level, and CT frameworks. The results indicate that CT is implemented across multiple educational levels, from preschool to higher education, and is integrated into various subjects. CT approaches are frequently combined with STEM and constructivist approaches to enhance problem-solving skills. Common CT components include decomposition, pattern recognition, abstraction, and algorithmic thinking, along with several variations of other CT components. Overall, CT is an effective approach that can be applied across disciplines to develop problem-solving and critical thinking skills. The integration of CT in learning is recommended to improve the quality of education in the digital era.
Development of Project Assessment Instruments Based on E-Portfolio to Measure High School Student’s Creative Thinking Skills Mona Yelly Simamora; Sarwi; Prima Lestari Situmorang
Jurnal Paedagogy Vol. 13 No. 3 (2026): July (IN PRESS)
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jp.v13i3.20726

Abstract

This study aims to develop an e-portfolio-based project assessment instrument for economics learning that can measure high school students’ creative thinking skills. The research employed a Research and Development (R&D) method using a modified 4D development model, consisting of the Define, Design, and Develop stages, followed by field testing. The research instruments included interview guidelines, validation sheets, creative thinking skills assessment rubrics, and response questionnaires. The research subjects consisted of three expert validators and 28 tenth-grade high school students in Jayapura City. The validity of the developed instrument was analyzed using Aiken’s V coefficient, resulting in an average value of 0.83, indicating a high level of validity. The field test results showed that students’ creative thinking skills were categorized as creative and highly creative. The internal consistency analysis using Cronbach’s Alpha produced a reliability coefficient of 0.89, indicating a high reliability level. The practicality evaluation based on student and teacher responses obtained a score of 92.5%, demonstrating that the instrument was practical for implementation. Furthermore, the effectiveness analysis was conducted by comparing pretest and posttest scores using normalized gain (N-Gain) analysis, which resulted in a gain score of 0.57, categorized as moderately effective. Therefore, the developed e-portfolio-based project assessment instrument is considered valid, reliable, practical, and effective for measuring students’ creative thinking skills in high school economics learning.