Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Relationship between Values, Norms, and Morals in Forming National Character Through Social Studies Education Selsha Juliana Dwi Putri; Hotimah, Ulin Khusnul; Noviyanti, Silvina; Chan, Faizal
Tekno - Pedagogi : Jurnal Teknologi Pendidikan Vol. 14 No. 2 (2024): Tekno-Pedagogi
Publisher : Program Magister Teknologi Pendidikan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/teknopedagogi.v14i2.33200

Abstract

The goal is to understand how these elements work together to foster a strong ethical and moral foundation in students. Using a qualitative literature review method, this study analyzes academic findings to explore how values serve as life principles, norms provide a framework for behavior, and morals guide ethical decisions. The findings emphasize that social studies education is a strategic platform for integrating values, norms, and morals, enabling students to develop critical thinking, empathy, and social responsibility. By embedding these elements into the curriculum, students are equipped to face real-life challenges with integrity and adaptability. The study concludes that a holistic approach, integrating these three elements, is essential to building strong national character. Furthermore, the study identifies the need for contextual and active learning strategies, such as problem-based learning, to enhance the application and relevance of these concepts in the classroom environment. The novelty of this study lies in its comprehensive framework, which moves beyond traditional character education by emphasizing the dynamic interactions between values, norms, and morals. This approach provides a new perspective on social studies education as a transformative tool for building character. Future research is recommended to include empirical data through classroom experiments or case studies to validate the framework, ensure its effectiveness in real-world educational settings and further strengthen its practical implications.
ASAL USUL BAHASA Walhazwa , Walhazwa; Hotimah, Ulin Khusnul; Noviyanti, Silvina
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 No. 1 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i1.41989

Abstract

Penelitian ini didasari pada kepentingan penggunaan bahasa bagi manusia yang kiranya tidak perlu diragukan lagi. Hal itu tidak saja dapat dibuktikan dengan pemakaian bahasa dalam kehidupan sehari hari, tetapi dapat juga dibuktikan dengan banyaknya perhatian para ilmuan dan praktisi terhadap bahasa.  Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metodologi penelitian kualitatif. Menurut Moleong (1989:6), "Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bertujuan untuk memahami fenomena apa yang dialami oleh subjek penelitian seperti perilaku, persepsi, motivasi, tingkat, dan lain-lain". Penelitian kualitatif digunakan karena memerlukan penerapan kemampuan analisis dan pemahaman sudut pandang narasumber. Oleh karena itu, diperlukan komunikasi langsung antara peneliti dan narasumber. Data yang dikumpulkan diambil melalui sumber data primer yakni wawancara yang direkam, video penelitian, catatan penelitian, observasi lapangan, dan format lainnya dapat digunakan sebagai sumber data. Untuk data sekunder dikumpulkan dari sumber-sumber seperti buku-buku ilmiah tentang topik penelitian, jurnal, tesis, atau artikel yang relevan, serta hipotesis tentang masalah yang sedang diteliti. Adapun hasil dari penelitian ini yakni bahasa pertama kali di Indonesia adalah bahasa melayu dari tahun 1901 hingga sekarang masyarakat Indonesia memiliki kemajuan ilmu dan teknologi serta teknologi informasi dan komunikasi sumber daya manusia yang mampu berfikir kritis dan komunikasi dengan efektif. Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi Negara Kesatuan Republik Indonesia dan bahasa persatuan bangsa Indonesia. Sampai saat ini, bahasa Indonesia merupakan bahasa yang hidup yang terus berkembang dengan pengayaan kosakata baru, baik melalui penciptaan maupun melalui penyerapan dari bahasa daerah dan bahasa asing. Pada abad ke 5 M berkembang bentuk yang dianggap sebagai bentuk resmi bahasa Melayu karena dipakai oleh Kesultanan Malaka, yang kelak disebut sebagai bahasa Melayu Tinggi