Lubis, Edo Rizki Pradana
Universitas Alwashliyah

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analysis of Secondary Local Road Conditions Using the Surface Distress Index (SDI) Method in Medan Amplas District Lubis, Edo Rizki Pradana; Hasibuan, Gina Cynthia Raphita; Anas, M. Ridwan
ASTONJADRO Vol. 14 No. 1 (2025): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v14i1.16884

Abstract

Road network data and information and spatial supporting infrastructure are important to a road database management planning process. Medan Amplas District, Medan City has a road network divided into national authority roads, provincial roads and city roads, which is 143.14 km. The study area in this research is a flexible pavement-type secondary local road with a length of 33.12 km. The method used in this research is the Surface Distress Index (SDI) Method. SDI divides road conditions into 4, namely good condition, moderate condition, lightly damaged condition and heavily damaged condition. According to RCS or SKJ 2011, there are only 4 elements that are used as support for calculating the SDI value, namely % crack area, average crack width, number of holes, and average rutting depth. From the results of the analysis of the level of road damage in secondary local roads with flexible pavement type in Medan Amplas District, namely 51 road sections in good condition (98%) and 1 road section in fair condition (2%). It can be concluded that the condition of Secondary Local roads in Medan Amplas District is in good condition and only requires routine maintenance at certain points on each road section. The condition of the Secondary Local roads in Medan Amplas District using the SDI Method is in Good Rating, but the Denai River Inspection Road section has a rating of moderate damage.
ANALISIS DAN PERENCANAAN STRUKTUR BETON BERTULANG PADA GEDUNG RUKO TIGA LANTAI MENGGUNAKAN SAP2000 BERDASARKAN STANDAR SNI Nanda Hafiz Pratama Lubis; Edo Rizki Pradana Lubis; Risky Fajar Sundari
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Public
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.15995

Abstract

ABSTRACT Perencanaan struktur merupakan tahapan penting dalam pembangunan gedung bertingkat untuk menjamin keamanan, kekuatan, stabilitas, dan kenyamanan bangunan selama masa layan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan merencanakan struktur beton bertulang pada bangunan ruko tiga lantai menggunakan perangkat lunak SAP2000 dengan mengacu pada standar perencanaan struktur yang berlaku di Indonesia. Analisis dilakukan terhadap elemen-elemen utama struktur yang meliputi balok, kolom, plat lantai, dan pondasi dengan mempertimbangkan kombinasi beban mati, beban hidup, serta beban gempa. Pemodelan struktur dilakukan secara tiga dimensi untuk memperoleh respons struktur terhadap pembebanan yang bekerja. Hasil analisis menunjukkan bahwa total berat struktur mencapai 1.739.585 kg dengan periode getar alami bangunan sebesar 0,47 detik. Gaya geser dasar akibat beban gempa yang bekerja pada arah X dan Y masing-masing sebesar 112.561 kg. Berdasarkan hasil analisis SAP2000 diperoleh kebutuhan luas tulangan pada setiap elemen struktur yang kemudian digunakan sebagai dasar dalam penentuan jumlah dan diameter tulangan. Hasil perencanaan menunjukkan bahwa seluruh elemen struktur memenuhi persyaratan kekuatan dan keamanan sesuai ketentuan yang berlaku. Kolom utama menggunakan tulangan longitudinal hingga 12D16 dengan sengkang Ø10-150 mm, sedangkan balok utama menggunakan tulangan 6D12 hingga 8D12 dengan sengkang Ø10-100 mm. Plat lantai menggunakan tulangan Ø10-150 mm yang mampu memenuhi kebutuhan luas tulangan minimum. Dengan demikian, desain struktur yang direncanakan dinyatakan aman dalam menahan beban gravitasi maupun beban gempa sehingga layak diterapkan pada pembangunan gedung ruko bertingkat.
ANALISIS DAN PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG SEKOLAH TIGA LANTAI MENGGUNAKAN SISTEM RANGKA PEMIKUL MOMEN KHUSUS (SRPMK) BETON BERTULANG DI KOTA MEDAN Edo Rizki Pradana Lubis; Nanda Hafiz Pratama Lubis; Misdi Misdi
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.16275

Abstract

Abstract Pembangunan gedung sekolah di Indonesia memerlukan perencanaan struktur yang mampu menjamin keamanan, kenyamanan, dan keselamatan pengguna, terutama terhadap pengaruh beban gempa. Kota Medan merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi risiko gempa sehingga bangunan publik seperti sekolah harus dirancang sesuai ketentuan ketahanan gempa yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan merencanakan struktur gedung sekolah tiga lantai menggunakan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) beton bertulang. Analisis dilakukan melalui pemodelan struktur tiga dimensi dengan metode respons spektrum untuk mengevaluasi perilaku dinamik bangunan terhadap beban gempa. Perencanaan mengacu pada SNI 1726:2019, SNI 2847:2019, serta standar terkait lainnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa periode getar fundamental bangunan sebesar 0,843 detik masih berada dalam batas yang diperkenankan sehingga memenuhi persyaratan kekakuan struktur. Dimensi elemen struktur yang diperoleh terdiri atas kolom berukuran 40×40 cm, balok 30×40 cm, dan pelat lantai setebal 12 cm. Tulangan utama kolom menggunakan 16D16 dengan sengkang Ø10-150 mm, sedangkan balok menggunakan tulangan maksimum 6D20 dengan sengkang Ø10-100 mm pada daerah tumpuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem SRPMK mampu memberikan tingkat daktilitas dan kapasitas disipasi energi yang baik sehingga struktur gedung sekolah memenuhi persyaratan kekuatan, stabilitas, dan ketahanan gempa. Dengan demikian, desain struktur yang dihasilkan layak diterapkan pada bangunan sekolah bertingkat di wilayah rawan gempa.