Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERAN GURU BAHASA INDONESIA DALAM MENANAMKAN NILAI-NILAI KRISTIANI MELALUI MATERI PEMBELAJARAN DI SMP METHODIST 9 MEDAN Baherianta Tarigan; Fenny Yuliani Pasaribu; Kevin Pardede; Irma Yanti Sitorus; Samuel Simamora
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 7 No. 2 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4236/tashdiq.v7i2.6267

Abstract

Pendidikan tidak hanya meningkatkan kemampuan akademik, tetapi juga membangun karakter siswa. Penanaman nilai-nilai Kristen seperti kasih, kejujuran, dan tanggung jawab sangat penting di sekolah berbasis Kristen. Guru Bahasa Indonesia mengintegrasikan nilai-nilai ini dengan materi seperti teks observasi dan iklan. Penelitian ini mengkaji bagaimana peran guru Bahasa Indonesia dapat mengintegrasikan nilai-nilai Kristiani melalui materi pembelajaran teks observasi di SMP Swasta Methodist 9 Medan. Sebagai subjek penelitian, penelitian ini menggunakan observasi dan wawancara dengan guru Bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menggunakan pendekatan untuk memilih teks observasi yang mengandung nilai-nilai Kristiani seperti kasih, kejujuran, dan kebaikan terhadap sesama. Selain itu, guru mendorong siswa untuk menulis teks observasi yang berkaitan dengan ajaran Kristen dalam kehidupan sehari-hari mereka. Siswa memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang prinsip moral dan spiritual selama proses ini, selain meningkatkan kemampuan mereka dalam menulis dan menganalisis teks.
TELAAH PEMBELAJARAN BIPA BERBASIS BUDAYA LOKAL UNTUK PENGUATAN KOMPETENSI INTERKULTURAL Fenny Yuliani Pasaribu; Daniela Maretty Situmorang; Nanda Claudia Pardede; Safinatul Hasanah Harahap
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 2 (2026): JURNAL BASTRA EDISI APRIL 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i2.2621

Abstract

Pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) perlu dirancang bukan hanya sebagai transfer struktur bahasa, tetapi juga sebagai proses pemerolehan makna sosial dan budaya yang melekat pada penggunaan bahasa Indonesia. Artikel ini bertujuan menelaah pembelajaran BIPA berbasis budaya lokal sebagai strategi pedagogis untuk memperkuat kompetensi interkultural pemelajar asing. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka deskriptif melalui sintesis tematik terhadap literatur tentang BIPA, budaya lokal, pembelajaran bahasa kontekstual, dan kompetensi interkultural. Data dianalisis melalui reduksi informasi, pengodean tema, pemetaan relasi konsep, dan interpretasi kritis. Hasil telaah menunjukkan bahwa budaya lokal berfungsi sebagai sumber input autentik, konteks pragmatik, dan medium refleksi lintas budaya dalam pembelajaran BIPA. Integrasi budaya lokal dapat dilakukan melalui teks budaya, dialog situasional, proyek berbasis budaya, media digital, kunjungan virtual, simulasi sosial, dan penilaian performatif. Kompetensi interkultural pemelajar dapat diperkuat melalui empat dimensi utama, yaitu sikap terbuka, pengetahuan budaya, keterampilan menafsirkan dan berinteraksi, serta kesadaran kritis terhadap perbedaan budaya. Kajian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran BIPA berbasis budaya lokal berpotensi memperkuat kemampuan komunikasi lintas budaya apabila dirancang secara bertahap, sesuai level BIPA, dan disertai evaluasi yang mengukur penggunaan bahasa dalam konteks sosial budaya.
PERAN LEKSIKOGRAFI DALAM PENDOKUMENTASIAN DAN PELESTARIAN BAHASA DAERAH: RELEVANSINYA BAGI BAHASA NIAS Daniela Maretty Situmorang; Fenny Yuliani Pasaribu; Irzi Armando Panjaitan; Nanda Claudia Pardede; Ferdinand Simbolon
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 2 (2026): JURNAL BASTRA EDISI APRIL 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i2.2707

Abstract

Ancaman terhadap keberlangsungan bahasa daerah di Indonesia, termasuk bahasa Nias, semakin nyata seiring menguatnya pergeseran bahasa, melemahnya transmisi antargenerasi, dan terbatasnya dokumentasi leksikal yang dapat diakses publik. Dalam konteks tersebut, leksikografi dipandang sebagai instrumen strategis untuk mendokumentasikan kosakata, merekam pengetahuan budaya, dan mendukung revitalisasi bahasa. Artikel ini bertujuan menganalisis peran leksikografi dalam pendokumentasian dan pelestarian bahasa daerah serta merumuskan relevansinya bagi pengembangan dokumentasi bahasa Nias. Penelitian menggunakan studi pustaka naratif-analitis dengan menelaah buku linguistik, artikel jurnal, dan dokumen kelembagaan yang relevan dengan leksikografi, dokumentasi bahasa, bahasa Nias, dan pelestarian bahasa daerah. Analisis dilakukan melalui reduksi data, pengelompokan tema, sintesis temuan, dan interpretasi kritis. Hasil kajian menunjukkan bahwa leksikografi tidak hanya berfungsi sebagai penyusunan daftar kata, tetapi juga sebagai kerja ilmiah untuk menafsirkan makna, mencatat variasi pemakaian, dan mengarsipkan pengetahuan budaya. Bagi bahasa Nias, leksikografi relevan untuk mendokumentasikan kosakata kekerabatan, adat, ekologi, tradisi lisan, dan ungkapan sosial yang berpotensi melemah penggunaannya pada generasi muda. Kajian ini mengimplikasikan perlunya pengembangan kamus digital bahasa Nias berbasis komunitas yang memadukan validasi penutur, analisis linguistik, dan teknologi digital agar dokumentasi bahasa tidak berhenti sebagai arsip pasif, tetapi berfungsi sebagai sarana pembelajaran dan revitalisasi.