Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EFEKTIFITAS METODE AL-BIRRU DALAM MENINGKATKAN PEMBELAJARAN MEMBACA AL-QUR’AN DI RUMAH QUR’AN QOLBUN SALIM Sari, Wahyu Nur Sinta; Sativara, Putri Rahayuningtyas; Nuri, Nadia Alisyia; Lestari, Catur Sri; Wibowo, Hendra; Nurrohim, Ahmad
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 10 No. 3 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4236/tashdiq.v10i3.9854

Abstract

Pembelajaran Al-Qur'an sering kali membuat anak-anak merasa kesulitan dan bosan. Di Rumah Qur'an Qolbun Salim, terdapat beberapa anak yang mengalami hambatan dalam membaca Al-Qur'an. Metode Al-Birru diharapkan menjadi solusi efektif untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an. Penelitian ini bertujuan untuk melihat seberapa besar peningkatan yang dicapai dalam membaca Al-Qur'an melalui penerapan metode Al-Birru. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Al-Birru mampu memberikan peningkatan signifikan dalam kemampuan membaca Al-Qur'an. Dengan pendekatan yang sederhana, terstruktur, dan menyenangkan, peserta didik dapat lebih cepat mengenali huruf, tanda baca, dan intonasi. Hal ini membuat pembelajaran lebih interaktif dan efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an.
Critical Review: The Law of Taqlid Between Obligatory, Prohibited, or Permissible? Karimah, Zulfa; Lestari, Catur Sri; Apriantoro, Muhamad Subhi
Ethica: International Journal of Humanities and Social Science Studies Vol 2 No 3 (2024): September
Publisher : Global Research Network

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

According to the etymological meaning agreed upon by scholars, taqlidoriginates from the word qallada, which means "to hang a rope around the neck." From a terminological perspective, there is a tendency to agree on a single meaning, despite slight editorial differences. For instance, Al-Ghazali defines it as accepting someone else's opinion without evidence. This study employs a normative research method, examining various aspects to obtain information and answer legal questions. The concept of the law regarding taqlidcannot be absolutely concluded as obligatory, permissible, or prohibited. It represents an approach to understanding Islamic law where an individual follows the opinion or fatwa of a scholar considered authoritative in religious knowledge. The law of taqlid for laypeople is obligatory; however, there are scholars who strongly oppose it, such as Ibn Qayyim, A. Hassan, and Ibn Hazm.