Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tantangan Penerapan Program Kartu Pra Kerja Tahun 2020: Studi Tenaga Kerja Terdampak Covid 19 Nanda Azizah, Rahma; Damayanti, Keisya; Rizkia Fanita, Andhila; Ikhsan Ananta, Muhammad; Ridwan
Journal of Multidisciplinary Inquiry in Science, Technology and Educational Research Vol. 2 No. 1 (2025): NOVEMBER 2024 - JANUARI 2025
Publisher : UNIVERSITAS SERAMBI MEKKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/mister.v2i1.2578

Abstract

The Indonesian government launched the Pre-Employment Card Program in 2020 to respond to the economic impact of the COVID-19 pandemic. The goal of this policy is to reduce the unemployment rate and revive the national economy by offering financial assistance and skill training to individuals affected by layoffs. To assess the effectiveness of the program in this context from the agenda-setting stage to evaluation it is crucial to use the policy cycle theory. Although this program is intended to reach everyone, accessibility has become a major issue. This is especially true for people living in remote areas who do not have access to digital infrastructure. Although a fully digital approach ensures administrative efficiency, this approach has proven difficult for people who are less familiar with technology. Moreover, the targeting of beneficiaries poses a problem because most beneficiaries are formal workers, not the unemployed, who should be the main focus of the program. Although this program offers valuable lessons about the difficulties in socio-economic policy-making, a thorough analysis of the Prakerja Card policy cycle shows that there is still room for improvement. A strong conceptual framework for evaluating the success of this program is provided by the integration of human resource theory and Maslow's hierarchy of needs.
Ekofeminisme Vandana Shiva dan Gerakan Perempuan Lingkungan di Indonesia: Studi Kasus Perjuangan Kartini Kendeng Sizdah, Raisha; Putri Rosano, Kayla Azalia; Khaliq Pohan, Khalifa Nur; Nanda Azizah, Rahma
Pubmedia Social Sciences and Humanities Vol. 3 No. 3 (2026): January
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pssh.v3i3.536

Abstract

Penelitian ini menganalisis gerakan perempuan Kendeng melalui perspektif ekofeminisme Vandana Shiva untuk memahami bagaimana perempuan membangun perlawanan terhadap eksploitasi lingkungan dalam konteks pembangunan kapitalistik di Indonesia. Seiring dengan semakin parahnya kerusakan lingkungan akibat pertumbuhan industri ekstraktif, perempuan menjadi kelompok yang paling terkena dampak dan juga yang paling vokal dalam menyuarakan penolakan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perjuangan dari Kartini Kendeng secara amat jelas mencerminkan bagaimana prinsip-prinsip fundamental ekofeminisme Vandana Shiva, termasuk juga kepedulian yang mendalam terhadap lingkungan, komitmen dan juga terhadap keberlanjutan jangka panjang, penghargaan terhadap keanekaragaman hayati dan budaya, serta kritik tajam terhadap sistem kapitalisme-patriarki yang mendominasi kebijakan pro-industri di Indonesia. Perempuan Kendeng juga telah membangun identitas yang kuat guna sebagai penggerak perubahan yang berani melawan penindasan, berilmu berkat penggunaan pengetahuan lokal tradisional, serta berkomitmen sepenuhnya untuk melindungi lingkungan hidup dan sumber daya alam mereka dari eksploitasi yang berlebihan. Meskipun begitu, mereka tetap menghadapi tantangan struktural signifikan, yaitu seperti dominasi kebijakan yang ekstraktif yang menguntungkan korporasi besar dan minimnya perlindungan negara terhadap lingkungan serta hak-hak masyarakat lokal. Penemuan ini tidak hanya mengokohkan posisi perempuan sebagai pelopor lingkungan dalam perjuangan akar rumput yang berkelanjutan, tetapi juga menyoroti pentingnya penerapan sudut pandang feminisme dalam analisis politik lingkungan saat ini. Metode ini memungkinkan analisis yang lebih mendalam terhadap pertemuan rumit antara gender, sistem kekuasaan patriarkal, dan juga proses kerusakan lingkungan yang terkait dengan kapitalisme ekstraktif, sehingga hasil penelitian ini menciptakan peluang untuk pemahaman menyeluruh yang dapat memicu strategi advokasi yang lebih efektif di masa mendatang.