Penelitian ini menganalisis gerakan perempuan Kendeng melalui perspektif ekofeminisme Vandana Shiva untuk memahami bagaimana perempuan membangun perlawanan terhadap eksploitasi lingkungan dalam konteks pembangunan kapitalistik di Indonesia. Seiring dengan semakin parahnya kerusakan lingkungan akibat pertumbuhan industri ekstraktif, perempuan menjadi kelompok yang paling terkena dampak dan juga yang paling vokal dalam menyuarakan penolakan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perjuangan dari Kartini Kendeng secara amat jelas mencerminkan bagaimana prinsip-prinsip fundamental ekofeminisme Vandana Shiva, termasuk juga kepedulian yang mendalam terhadap lingkungan, komitmen dan juga terhadap keberlanjutan jangka panjang, penghargaan terhadap keanekaragaman hayati dan budaya, serta kritik tajam terhadap sistem kapitalisme-patriarki yang mendominasi kebijakan pro-industri di Indonesia. Perempuan Kendeng juga telah membangun identitas yang kuat guna sebagai penggerak perubahan yang berani melawan penindasan, berilmu berkat penggunaan pengetahuan lokal tradisional, serta berkomitmen sepenuhnya untuk melindungi lingkungan hidup dan sumber daya alam mereka dari eksploitasi yang berlebihan. Meskipun begitu, mereka tetap menghadapi tantangan struktural signifikan, yaitu seperti dominasi kebijakan yang ekstraktif yang menguntungkan korporasi besar dan minimnya perlindungan negara terhadap lingkungan serta hak-hak masyarakat lokal. Penemuan ini tidak hanya mengokohkan posisi perempuan sebagai pelopor lingkungan dalam perjuangan akar rumput yang berkelanjutan, tetapi juga menyoroti pentingnya penerapan sudut pandang feminisme dalam analisis politik lingkungan saat ini. Metode ini memungkinkan analisis yang lebih mendalam terhadap pertemuan rumit antara gender, sistem kekuasaan patriarkal, dan juga proses kerusakan lingkungan yang terkait dengan kapitalisme ekstraktif, sehingga hasil penelitian ini menciptakan peluang untuk pemahaman menyeluruh yang dapat memicu strategi advokasi yang lebih efektif di masa mendatang.
Copyrights © 2026