Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PERAN FRAKSI PKS DALAM KETERWAKILAN BURUH ANALISIS PENGARUH TERHADAP KEBIJAKAN KETENAGAKERJAAN DI INDONESIA Farroza, Kayla Salsabilla; Putra Susilo, Galang; Sizdah, Raisha; Ummah, Aniqotul
GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan Vol. 11 No. 2 (2024): 2024 Desember
Publisher : Lembaga Kajian Ilmu Sosial dan Politik (LKISPOL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56015/gjikplp.v11i2.314

Abstract

Ketenagakerjaan merupakan isu strategis dalam pembangunan nasional Indonesia, dengan tantangan utama menciptakan lapangan kerja layak dan perlindungan bagi pekerja, terutama di sektor informal. Partai politik, termasuk Partai Keadilan Sejahtera (PKS), memiliki peran penting dalam memperjuangkan hak-hak buruh di parlemen. Penelitian ini menganalisis peran Fraksi PKS dalam mendukung keterwakilan buruh dan implikasinya terhadap kebijakan ketenagakerjaan di Indonesia. Metode kualitatif digunakan dengan data dari wawancara dan sumber sekunder. Hasil menunjukkan bahwa PKS secara aktif menyuarakan kepentingan buruh, terutama melalui penolakan terhadap kebijakan kontroversial seperti UU Cipta Kerja. Meskipun menghadapi tantangan politik, keterlibatan PKS telah memengaruhi diskursus kebijakan ketenagakerjaan di Indonesia dan mendapat dukungan dari kelompok buruh.
Peran Pemerintah Dalam Menghadapi Tantangan Demokrasi Akibat Diskriminasi Ekonomi: Studi Kasus Hak Kesempatan Kerja Di Papua Argoebie, Bella; Sizdah, Raisha; Kurniawan, Syahwa Fitria; Azis, Ardhana Ulfa
JURNAL LANSKAP POLITIK Vol 3 No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unwahas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The right to employment in Papua is still a crucial issue that is included in the challenges of democracy in Indonesia. It is evident from the 6.48% open unemployment rate that is still high in Papua because indigenous Papuans feel the inequality of access they get compared to immigrant groups. The problem studied is how the government's role in facing democratic challenges arising from economic discrimination, especially related to the right to employment opportunities in Papua. This research identifies the specific role of the government in reducing unequal access to employment and the impacts of this problem on democratic stability and explores how this economic injustice affects the principle of inclusiveness in Indonesian democracy. The researcher used a qualitative method approach that drew data sources from books, journals, previous research, and data from various websites on the internet. The research process involves systematic data collection techniques through observation and analysis of documents or archives related to the research subject, such as records of reports, books, or official documents. Based on the results of the discussion, it can be concluded that the central and regional governments have made many efforts to provide solutions to the problem of solving the challenges to democracy that occur in Papua. This is evidenced by the discovery of various special policies made by the central government for Papua such as the special autonomy policy, affirmation quota, scholarships to the Papua youth creative hub program. The author hopes that this research is useful for reference or foundation and supports further research and can be useful for the advancement of political science. Keywords: Economic Discrimination, Democracy, Papua. Abstrak Hak kesempatan kerja di Papua masih menjadi permasalahan krusial yang termasuk ke dalam tantangan demokrasi di Indonesia. Terbukti dari angka 6,48% tingkat pengangguran terbuka yang masih tinggi di Papua disebabkan oleh orang asli Papua merasakan ketimpangan akses yang mereka dapatkan dibandingkan dengan kelompok pendatang. Permasalahan yang diteliti adalah bagaimana peran pemerintah menghadapi tantangan demokrasi yang timbul akibat diskriminasi ekonomi, khususnya terkait hak kesempatan kerja di Papua. Penelitian ini mengidentifikasi peran spesifik pemerintah dalam mengurangi ketimpangan akses kerja serta dampak-dampak masalah ini pada kestabilan demokrasi serta mengeksplorasi bagaimana ketidakadilan ekonomi ini memengaruhi prinsip inklusivitas dalam demokrasi di Indonesia. Peneliti menggunakan pendekatan metode kualitatif yang mengambil sumber data dari buku, jurnal, penelitian terdahulu, dan data-data dari berbagai situs web di internet. Proses penelitian melibatkan teknik pengumpulan data secara sistematis melalui observasi serta analisis dokumen atau arsip yang berhubungan dengan subjek penelitian, seperti catatan laporan, buku, atau dokumen-dokumen resmi. Berdasarkan hasil pembahasan dapat disimpulkan bahwa pemerintah pusat maupun daerah banyak banyak melakukan segala upaya untuk memberi solusi atas penyelesaian masalah tantangan demokrasi yang terjadi di Papua. Hal ini dibuktikan dari ditemukannnya berbagai kebijakan khusus yang dibuat pemerintah pusat untuk Papua seperti kebijakan otonomi khusus, kuota afirmasi, beasiswa hingga adanya program Papua youth creative hub. Penulis berharap penelitian ini bermanfaat untuk acuan atau landasan serta mendukung penelitian selanjutnya dan dapat berguna untuk kemajuan ilmu politik. Kata kunci : Diskriminasi Ekonomi, Demokrasi, Papua.
Ekofeminisme Vandana Shiva dan Gerakan Perempuan Lingkungan di Indonesia: Studi Kasus Perjuangan Kartini Kendeng Sizdah, Raisha; Putri Rosano, Kayla Azalia; Khaliq Pohan, Khalifa Nur; Nanda Azizah, Rahma
Pubmedia Social Sciences and Humanities Vol. 3 No. 3 (2026): January
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pssh.v3i3.536

Abstract

Penelitian ini menganalisis gerakan perempuan Kendeng melalui perspektif ekofeminisme Vandana Shiva untuk memahami bagaimana perempuan membangun perlawanan terhadap eksploitasi lingkungan dalam konteks pembangunan kapitalistik di Indonesia. Seiring dengan semakin parahnya kerusakan lingkungan akibat pertumbuhan industri ekstraktif, perempuan menjadi kelompok yang paling terkena dampak dan juga yang paling vokal dalam menyuarakan penolakan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perjuangan dari Kartini Kendeng secara amat jelas mencerminkan bagaimana prinsip-prinsip fundamental ekofeminisme Vandana Shiva, termasuk juga kepedulian yang mendalam terhadap lingkungan, komitmen dan juga terhadap keberlanjutan jangka panjang, penghargaan terhadap keanekaragaman hayati dan budaya, serta kritik tajam terhadap sistem kapitalisme-patriarki yang mendominasi kebijakan pro-industri di Indonesia. Perempuan Kendeng juga telah membangun identitas yang kuat guna sebagai penggerak perubahan yang berani melawan penindasan, berilmu berkat penggunaan pengetahuan lokal tradisional, serta berkomitmen sepenuhnya untuk melindungi lingkungan hidup dan sumber daya alam mereka dari eksploitasi yang berlebihan. Meskipun begitu, mereka tetap menghadapi tantangan struktural signifikan, yaitu seperti dominasi kebijakan yang ekstraktif yang menguntungkan korporasi besar dan minimnya perlindungan negara terhadap lingkungan serta hak-hak masyarakat lokal. Penemuan ini tidak hanya mengokohkan posisi perempuan sebagai pelopor lingkungan dalam perjuangan akar rumput yang berkelanjutan, tetapi juga menyoroti pentingnya penerapan sudut pandang feminisme dalam analisis politik lingkungan saat ini. Metode ini memungkinkan analisis yang lebih mendalam terhadap pertemuan rumit antara gender, sistem kekuasaan patriarkal, dan juga proses kerusakan lingkungan yang terkait dengan kapitalisme ekstraktif, sehingga hasil penelitian ini menciptakan peluang untuk pemahaman menyeluruh yang dapat memicu strategi advokasi yang lebih efektif di masa mendatang.
Politik Agraria Laut dan Kontestasi Tata Ruang di Raja Ampat: Analisis Konflik Tambang dalam Kawasan Konservasi Khaliq Pohan, Khalifa Nur; Apasha, Rahma; Sizdah, Raisha; Nurdin, Nurdin; Jumaynah, Fullah
Indonesian Journal of Public Administration Review Vol. 3 No. 1 (2025): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/par.v3i1.5226

Abstract

Ekspansi pertambangan nikel yang dilakukan di Pulau Gag-Raja Ampat, menunjukkan ironi antara proyek pembangunan nasional dan masalah keberlanjutan kawasan konservasi. Penelitian ini menganalisis konflik konsesi tambang PT Gag Nikel melalui pendekatan kualitatif studi kasus dengan kerangka political ecology, governance of natural resources, dan environmental justice. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian dan dipertahankannya izin tambang di Pulau Gag yang berada dalam kawasan konservasi menciptakan degradasi ekologis berupa deforestasi, sedimentasi pesisir, kerusakan terumbu karang, serta risiko pencemaran air tawar. Dampak tersebut juga beriringan dengan dislokasi sosial masyarakat adat Maya yang kehilangan ruang hidupnya, akses terhadap laut dan hutan yang dibatasi bahkan menghilang, serta otoritas adat seperti praktik sasi yang ikut terdampak. Proses perizinan pun menunjukkan bahwa dominasi kebijakan yang bersifat top-down, lemahnya keadilan dalam konteks prosedural, serta minimnya implementasi prinsip FPIC sehingga eksistensi masyarakat adat rentan termarginalkan. Penelitian ini menegaskan bahwa konflik konsesi tambang di Pulau Gag bukan hanya sekedar persoalan legalitas izin, tetapi menjadi bentuk ketidakadilan ekologis dan agraria laut yang menuntut perubahan tata kelola menuju pengakuan hak adat dan pemulihan ekologis kawasan konservasi Raja Ampat.