Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Perhatian Orang Tua Terhadap Prestasi BelajarSiswa Kelas VI MIN 6 Alor Djaku, Ismunardi; Biat, Ismail Tamal
Jurnal Pendidikan Madrasah Vol 1 No 1. JPM (2023): Juli 2023
Publisher : MAN Alor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12220/c58ccd93

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang perhatian orang tua terhadap prestasi belajar siswa kelas VI di MIN 6 Alor. Perhatian Orang Tua merupakan pendidikan awal yang diterima anak dalam lingkungan keluarga. Anak tumbuh dan berkembang dalam asuhan orang tuanya. Membentuk kepribadian adalah sebuah penanaman modal manusia untuk masa depan, membekali generasi mudah dengan budi pekerti yang luhur dan kepribadian yang baik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskripsif kualitatif. Dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian bahwa dengan adanya Perhatian orang tua akan mendorong anak agar mandiri seperti: 1) memberikan keterampilan dalam mengurus diri sendiri. 2) membiarkan anak untuk mengerjakan tugas sendiri tanpa bantuan orang tua. 3) membuat pembiasaan yang positif. 4) bertanggung jawab atas pilihannya sendiri. 5) memberi kebebasan kepada anak memilih. Hal ini akan memberikan wawasan kepada anak agar selalu bersikap mandiri.
The Perception of Ancestral History, Legends, and Myths of the Alorese Muslim Minority Group in East Nusa Tenggara, Indonesia Sulistyono, Yunus; Rahmawati, Laili Etika; Biat, Ismail Tamal; Febrianti, Rika; Zafar, Muhammad; Aprilyana, Niken
IBDA` : Jurnal Kajian Islam dan Budaya Vol. 22 No. 2 (2024): IBDA': Jurnal Kajian Islam dan Budaya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/ibda.v22i2.12024

Abstract

This paper comprehensively examines the perception of the Alorese about their ancestral history, legends, and myths. It describes the Alorese people's minority status, traces their ancestral lineage, explains the interaction dynamics between coastal and inland residents, moreover unveils their intrinsic legends and myths. The primary data were from oral history interviews conducted among the Alor people in 2018, 2020, and 2022. Through qualitative descriptive methodology, the findings highlight the coexistence of the minority Muslim community with interior inhabitants despite occasional tensions, notably in the area of Pantar Barat. The paper offers a nuanced understanding of the Alorese people's journey, emphasizing their resilient cultural identity amidst broader societal norms. It examines influences shaping Alor society since ancient migrations to modern developments and scrutinizes social dynamics, shedding light on factors influencing social cohesion and cultural continuity. Emphasizing myths and legends as integral to the Alorese culture, the study underscores their role in shaping collective consciousness and identity. In conclusion, it emphasizes the resilience and cultural richness of the Alorese community, calling for further research to deepen understanding and appreciation of their unique heritage.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR PPKN BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI MIS BABUL JIHAD MORU KECAMATAN ALOR BARAT DAYA KABUPATEN ALOR Lema, Sudarto Lukman; Biat, Ismail Tamal; Kaibana, Bustami M.; Umar, Abdul Rasyid
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.36246

Abstract

ABSTRAKKomponen paling penting dalam keberlangsungan kegiatan pembelajaran adalah sebuah kurikulum. Kurikulum harus bersifat dinamis yang perlu disesuaikan dengan perkembangan paradigma pergeseran filsafat pendidikan, perubahan sosial, dan mengikuti perkembangan ilmu sains dan teknologi yang ada, serta harus disesuaikan dengan kondisi masyarakat di wilayah satuan pendidikan. Banyak guru, terutama di MIS Babul Jihad Moru, tidak mampu membuat bahan ajar berbasis kearifan lokal. Dalam rangka pengabdian masyarakat, workshop ini diadakan secara tatap muka selama satu hari, dengan metode ceramah, praktik langsung, dan evaluasi produk. Tujuan dari workshop ini adalah untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun bahan ajar PPKn yang berbasis kearifan lokal. Kegiatan ini diikuti oleh enam guru kelas. Hasilnya menunjukkan bahwa 88% peserta mampu mengintegrasikan kearifan lokal dam materi ajar. Sebagai hasil dari workshop, setiap peserta berhasil membuat satu RPP dan bahan ajar yang berbasis kearifan lokal. Hasil wawancara menunjukkan bahwa sebagian besar peserta menganggap kegiatan sangat bermanfaat. Penelitian menunjukkan bahwa pengembangan bahan ajar berbasis kearifan lokal perlu dilakukan untuk menyederhanakan muatan materi PPKn agar peserta didik mudah untuk memahaminya. Oleh karena itu, kegiatan ini benar-benar membantu meningkatkan kemampuan guru untuk menghadapi tantangan pendidikan di era kekinian.Kata kunci: Kurikulum PPKn; Kearifan Lokal; Sekolah Dasar.  ABSTRACTThe most important component of sustainable learning activities is the curriculum. The curriculum must be dynamic, adapting to evolving paradigms, shifting educational philosophies, social change, and the latest developments in science and technology. The curriculum must also be tailored to the conditions of the community in the educational unit's area. Many teachers, particularly at MIS Babul Jihad Moru, have not yet been able to develop teaching materials based on local wisdom. As part of community service, a one-day face-to-face workshop was held, using lectures, hands-on practice, and product evaluation methods. This workshop aimed to improve teachers' abilities in developing local wisdom-based Civics Education (PPKn) teaching materials. Six classroom teachers participated in the workshop. Results showed that 88% of participants were able to integrate local wisdom into the teaching materials. The workshop resulted in each participant successfully developing lesson plans and teaching materials based on local wisdom. Interviews indicated that most participants found the workshop very beneficial. Research indicates that developing local wisdom-based teaching materials is necessary to simplify Civics Education (PPKn) material for easier student understanding. Therefore, this activity significantly improves teachers' abilities to face the challenges of education in today's era. Keywords: Citizenship Curriculum; Local Wisdom; Elementary School.