Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ORAL NUTRITION SUPPLEMENT (ONS) BERBASIS BAHAN PANGAN LOKAL UNTUK PASIEN MALNUTRISI RUMAH SAKIT Fitria, Mona; Dewi, Maryati; Wulandari, Dieni
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 34 No. 1 (2024): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v34i1.1867

Abstract

Hospitalized patients with malnutrition are at risk of experiencing prolonged healing processes, extended hospital stays, and a decline in quality of life. One effort to enhance energy and protein intake is through oral administration using Oral Nutrition Supplements (ONS). ONS can be developed as a liquid food formula based on local ingredients, such as tilapia fish and sweet potato. This research aimed to determine the impact of tilapia fish flour and sweet potato flour formulations on the quality of ONS, including organoleptic properties, nutritional value, physical quality, microbiology, and shelf life. The experimental design involves three formulations of tilapia fish and sweet potato flour: 80%:20% (F1), 60%:40% (F2), and 40%:60% (F3). Organoleptic properties are analyzed using hedonic tests by 30 semi-trained panelists. The results showed that ONS with the best organoleptic properties was F2, with an average hedonic score of 5.60 (overall). Kruskal-Wallis test results showed that the formulation significantly influences the taste, aroma, color, and overall of ONS. Nutritional analysis revealed that ONS F2 per 100 mL contains 112 Kcal of energy, 5.4 g of protein, 3.8 g of fat, and 14.1 g of carbohydrates. The viscosity of ONS F2 was 226.5 cP, and the osmolality was 589 mOsmol/kg H2O. ONS F2 also complied with microbiological quality standards. The shelf life of ONS F2 at 2°C was estimated to be 24 days, with an expected selling price of Rp. 23,000 per serving. The research results are expected to apply to malnourished patients in hospitals.
INNOVATION OF DRY NOODLES AS A SOURCE OF ENERGY, PROTEIN, AND IRON BASED ON CHICKEN LIVER, COWPEAS, AND SWEET POTATOES Fitria, Mona; Hapsari, Agustina Indri; Wulandari, Dieni
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 4 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i4.2769

Abstract

Anemia merupakan masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia, dengan anemia defisiensi besi sebagai jenis yang paling umum. Meskipun Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023 menunjukkan penurunan prevalensi anemia dari 23,7% pada tahun 2018 menjadi 16,2% pada tahun 2023, termasuk pada ibu hamil dari 48,9% menjadi 27,7%, angka tersebut masih tergolong tinggi. Oleh karena itu, diperlukan upaya berkelanjutan untuk meningkatkan konsumsi pangan sumber zat besi dan protein. Mi kering sebagai pangan pokok yang banyak dikonsumsi berpotensi ditingkatkan nilai gizinya melalui substitusi sebagian tepung terigu dengan bahan pangan lokal seperti hati ayam, tepung kacang tunggak, dan tepung ubi jalar yang kaya zat besi, protein, dan karbohidrat. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui pengaruh formulasi ketiga bahan terhadap mutu mi kering meliputi sifat organoleptik, kandungan zat gizi makro, zat besi, umur simpan, dan harga jual. Penelitian eksperimental dilakukan dengan tiga formulasi hati ayam, tepung kacang tunggak, dan tepung ubi jalar, yaitu F1 (50%:30%:20%), F2 (40%:35%:25%), dan F3 (30%:40%:30%). Hasil uji organoleptik menggunakan metode hedonik yang dilakukan oleh 30 panelis non-standar menunjukkan bahwa formulasi F3 memiliki tingkat penerimaan tertinggi dengan skor 6,20. Analisis zat gizi menunjukkan bahwa mi kering F3 mengandung energi 414 kkal, protein 14,31g, lemak 9,16g, dan karbohidrat 68,58 g per 100g. Selain itu, F3 memiliki daya simpan selama 147 hari pada suhu ruang dan harga jual sebesar Rp6.000 per porsi. Substitusi tepung terigu dengan hati ayam, tepung kacang tunggak, dan tepung ubi jalar dapat meningkatkan nilai gizi mi kering dan berpotensi untuk membantu pencegahan anemia defisiensi besi di Indonesia.