Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pelatihan Pengelolaan Keuangan Keluarga & Menciptakan Usaha Kreatif Pembuatan Es Sago Melon Pada Ibu-Ibu Dharma Wanita Iip Dyah Kusumaningati; Umi Mas’ulah; Didi Hermawan
JCSE: Journal of Community Service and Empowerment Vol. 5 No. 2 (2024): JCSE Oktober 2024
Publisher : LP3M Universitas Putra Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32639/yqz0f195

Abstract

The aim of this service activity is to produce services that can be adopted by Dharma Wanita mothers in the form of knowledge about how to manage family finances, which includes knowledge about planning family financial expenditure, knowledge about implementing family financial management, and knowledge about assessment, supervision of family finances, as well as Empowering Dharma Wanita mothers by providing examples of creative businesses that can be carried out, namely making Sago Melon Ice. This community service activity was carried out in Kramat District, Tegal Regency after activities were carried out at the regular meeting of the Dharma Wanita Association of KWK Dikbud which was attended by approximately 40 participants. The method of implementing Community Service regarding Family Financial Management Training & Creating Creative Businesses Making Sago Melon Ice for Dharma Wanita Women, KWK Dikbud Association, Kramat District, Tegal Regency, is by using several methods, namely the lecture method, discussion method (question and answer), management training method family finances, guidance methods, and practical methods for making sago melon ice.
Pelaksanaan Edukasi, Deteksi Dini dan Pendampingan Siswa Sekolah Dasar dalam Pencegahan Infeksi Saluran Kemih dengan Gerakan Minum Air Putih dan Personal Hygiene Genetalia di SD Negeri Debong Kulon 1 Kota Tegal Sulfa, Atikah Hadiyatus; Purwaningsih, Tinah; Utomo, Deddy; Didi Hermawan
Jurnal Inovasi Masyarakat Terupdate Vol. 3 No. 1 (2026): JIMAT
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jimat.v3i1.13675

Abstract

Infeksi Saluran Kemih merupakan salah satu penyakit infeksi yang sering terjadi pada anak-anak dan menjadi penyebab morbiditas tertinggi kedua setelah infeksi saluran pernafasan. Prevalensi ISK pada anak masih cukup tinggi, terutama pada anak perempuan, yang dipengaruhi oleh faktor anatomi, personal hygiene yang kurang baik, serta perilaku menahan buang air kecil dan kurangnya asupan cairan. Pencegahan ISK sejak usia sekolah dasar sangat penting untuk menurunkan resiko kejadian dan komplikasi di kemudian hari. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku siswa sekolah dasar dalam pencegahan ISK melalui edukasi, deteksi dini dan pendampingan dengan gerakan minum air putih serta personal hygiene genetalia. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan, demonstrasi praktik personal hygiene genetalia yang benar, pembiasaan minum air putih secara teratur serta skrining awal gejala ISK pada siswa. Kagiatan dilaksanakan di SD Negeri Debong Kulon 1 Kota Tegal dengan melibatkan siswa dan guru pendamping. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai ISK, faktor resiko, cara pencegahannya serta perubahan perilaku ke arah kebiasaan hidup bersih dan sehat, khususnya dalam menjaga kebersihan genetalia dan meningkatkan konsumsi air putih.
EDUKASI KESEHATAN TENTANG PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT DI KELURAHAN BANDUNG KOTA TEGAL Hudinoto Eko Yudyarto; Didi Hermawan; Sadar Prihandana
Jurnal Inovasi Masyarakat Terupdate Vol. 3 No. 1 (2026): JIMAT
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jimat.v3i1.14830

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan salah satu strategi utama dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat serta mencegah berbagai penyakit menular maupun tidak menular. PHBS mencakup berbagai praktik sehari-hari, seperti mencuci tangan dengan sabun, menjaga kebersihan lingkungan, mengonsumsi makanan sehat, dan menerapkan pola hidup bersih dan aman. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai praktik PHBS dapat meningkatkan risiko terjadinya berbagai masalah kesehatan, mulai dari infeksi saluran pencernaan, penyakit kulit, hingga penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya PHBS melalui edukasi kesehatan yang sistematis dan menarik. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan menggunakan media presentasi, leaflet edukatif, diskusi interaktif, serta demonstrasi praktik PHBS secara langsung. Pendekatan ini diharapkan dapat memudahkan peserta memahami dan menerapkan prinsip PHBS dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan dilaksanakan pada masyarakat di kelurahan bandung kota tegal dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang, yang dipilih secara representatif dari berbagai kelompok usia. Evaluasi efektivitas kegiatan dilakukan melalui pre-test dan post-test, untuk mengukur perubahan tingkat pengetahuan peserta setelah menerima edukasi kesehatan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan mengenai praktik PHBS, termasuk kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan diri, lingkungan, dan makanan yang dikonsumsi. Dengan demikian, edukasi kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai PHBS. Implementasi rutin edukasi semacam ini diharapkan dapat mendorong perubahan perilaku jangka panjang, mengurangi risiko penyakit, dan mendukung tercapainya masyarakat yang lebih sehat serta produktif.
PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG POLA MAKAN DAN MINUM SEHAT UNTUK KESEHATAN GENITALIA DI MI DARUNNAJAH KOTA TEGAL Didi Hermawan; Agus Mulyadi; Cholis, Nur
Jurnal Inovasi Masyarakat Terupdate Vol. 3 No. 1 (2026): JIMAT
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jimat.v3i1.14831

Abstract

Kesehatan genitalia pada anak merupakan aspek penting dalam mendukung pertumbuhan, perkembangan, dan kualitas hidup yang optimal. Faktor gaya hidup, terutama pola makan dan minum, memiliki peran signifikan dalam pencegahan gangguan genitalia serta infeksi yang dapat memengaruhi kesehatan reproduksi di masa depan. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan anak Madrasah Ibtidaiyah (MI) Darunnajah Kota Tegal mengenai pola makan dan minum sehat serta pentingnya menjaga kebersihan genitalia secara rutin. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan interaktif dengan materi yang disesuaikan dengan usia, permainan edukatif yang melibatkan aktivitas fisik dan mental, serta demonstrasi praktik kebersihan genitalia yang benar, sehingga siswa dapat memahami dan mempraktikkan langsung kebiasaan sehat tersebut. Ada sebanyak 40 Siswa dan kegiatan ini dilakukan dengan pendekatan partisipatif agar siswa aktif terlibat dan materi lebih mudah diserap. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk menilai perubahan pengetahuan siswa sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan peningkatan yang signifikan, dengan rata-rata skor pengetahuan siswa meningkat dari 45% pada pre-test menjadi 85% pada post-test. Peningkatan ini menandakan efektivitas metode penyuluhan dan kegiatan edukatif yang diterapkan. Dengan adanya pemahaman yang lebih baik mengenai pola makan, minum sehat, dan perawatan kebersihan genitalia, diharapkan anak-anak dapat membentuk kebiasaan hidup sehat sejak dini. Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan tetapi juga membangun kesadaran praktis untuk menjaga kesehatan diri, sehingga dapat mencegah berbagai masalah kesehatan reproduksi di masa depan. Hasil pengabdian ini dapat menjadi model bagi sekolah dan masyarakat dalam upaya promosi kesehatan anak secara berkelanjutan.
PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG PENTINGNYA MENJAGA KESEHATAN GINJAL MELALUI EDUKASI KESEHATAN Anny Fauziyah; Tinah Purwaningsih; Didi Hermawan
Jurnal Inovasi Masyarakat Terupdate Vol. 3 No. 1 (2026): JIMAT
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jimat.v3i1.14838

Abstract

Penyakit ginjal merupakan salah satu masalah kesehatan yang terus meningkat di masyarakat dan sering kali tidak terdeteksi sejak dini. Kondisi ini dapat berkembang secara perlahan tanpa gejala yang jelas hingga mencapai tahap kronis, sehingga penanganannya menjadi lebih sulit dan membutuhkan biaya yang besar. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai fungsi ginjal, faktor risiko, serta cara menjaga kesehatannya menjadi salah satu penyebab utama tingginya angka kejadian penyakit ginjal. Oleh karena itu, upaya promotif dan preventif melalui edukasi kesehatan sangat diperlukan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan Masyarakat wilayah kelurahan Bandung dan sekitarnya tentang pentingnya menjaga kesehatan ginjal melalui edukasi kesehatan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan kesehatan dengan menggunakan media presentasi dan leaflet yang berisi informasi mengenai fungsi ginjal, tanda dan gejala gangguan ginjal, serta langkah-langkah pencegahan seperti pola makan sehat, konsumsi air yang cukup, dan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta sebelum dan sesudah edukasi. Sebanyak 20 responden dilibatkan sebagai subjek kegiatan yang dipilih secara purposive sampling sesuai dengan kriteria masyarakat sasaran. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 44% sebelum edukasi menjadi 84% setelah edukasi. Analisis deskriptif menunjukkan bahwa edukasi kesehatan yang diberikan efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat. Dengan demikian, kegiatan edukasi kesehatan memiliki peran penting dalam upaya pencegahan penyakit ginjal. Oleh karena itu, program edukasi serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat.