Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Pendekatan Kontekstual Pada Pelajaran IPA Kelas IV SDN 640 Ponnori Mursalim, Mursalim; Indrianto, Iin; Serliana, Serliana; Sonia, Sonia
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 4 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.4.2.2024.520

Abstract

Urgensi atau permasalahan utama dalam penelitian ini terletak pada rendahnya hasil belajar siswa dalam mata pelajaran IPA di kelas IV SD Negeri 640 Ponnori. Berdasarkan data awal, sebagian besar siswa kesulitan memahami materi IPA, yang tercermin dalam rendahnya persentase siswa yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditetapkan. Masalah ini disebabkan oleh penggunaan metode pembelajaran yang masih bersifat konvensional, dengan dominasi ceramah yang mengurangi keterlibatan aktif siswa dalam proses belajar.  Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui pendekatan kontekstual pada mata pelajaran IPA kelas IV SD Negeri 640 Ponnori. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dimana peneliti menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif untuk mengetahui peningkatan hasil belajar IPA siswa yang diajarkan menggunakan pendekatan kontekstual. Subjek penelitian ini adalah 14 orang siswa kelas IV SD Negeri 640 Ponnori. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran dan soal tes. Teknik pengumpulan data ada 3 yaitu observasi, tes dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis statistika deskriptif, yaitu lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran dan data hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan kontekstual dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA siswa kelas IV SDN 640 Ponnori Kecamatan Larompong Selatan Kabupaten Luwu. Hal ini ditunjukkan dengan hasil tes yang diperoleh pada siklus I dan siklus II. Hasil pada siklus I, nilai rata-rata yang diperoleh adalah 63 dengan persentase 43%, dan mengalami peningkatan pada siklus II dengan perolehan nilai rata-rata 82 dengan persentase 90%. Berdasarkan data tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan pendekatan kontekstual dapat secara efektif meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA, sekaligus mengatasi permasalahan rendahnya keterlibatan aktif dan pemahaman siswa dalam pembelajaran.
Penerapan Kegiatan Outdoor Activity untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS pada Siswa Kelas IV SDN 358 Pangkasalu Indrianto, Iin; Masjid, Akbar Al; Nisa, Ana Fitrotun; Cahyani, Berliana Hanu
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 8 No. 4 (2025): Oktober - Desember 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.8.4.2025.7441

Abstract

Penelitian ini penting dilakukan untuk menguji sejauh mana penerapan kegiatan Outdoor Activity dapat meningkatkan hasil belajar IPAS pada materi Bagian-bagian Tumbuhan dan Fungsinya di kelas IV SDN 358 Pangkasalu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kegiatan pembelajaran Outdoor Activity dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SDN 358 Pengkasalu. Penelitian menggunakan desain Kemmis dan McTaggart dengan empat tahapan: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 25 siswa, terdiri dari 11 laki-laki dan 14 perempuan, dengan fokus pada materi “Bagian-bagian Tumbuhan dan Fungsinya”. Data dikumpulkan melalui lembar observasi aktivitas siswa, tes hasil belajar, dan dokumentasi. Analisis dilakukan secara kuantitatif untuk mengukur ketuntasan belajar dan kualitatif untuk menilai keaktifan serta partisipasi siswa. Analisis data dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan bertahap dari Siklus I hingga Siklus III. Pada Siklus I, rata-rata aktivitas siswa 70,17% dengan 52% siswa tuntas; Siklus II meningkat menjadi 73,68% dengan 68% siswa tuntas; dan pada Siklus III rata-rata aktivitas mencapai 94,73% dengan 84% siswa tuntas dan nilai rata-rata kelas 84, memenuhi target ketuntasan klasikal ≥75%. Penelitian ini membuktikan bahwa model Outdoor Activity efektif meningkatkan keaktifan, motivasi, dan pemahaman siswa, serta menciptakan pengalaman belajar yang kontekstual dan bermakna.