Burchanuddin, A.
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Persepsi Masyarakat Pesisir Terhadap Bahaya Bencana Tsunami Di Kecamatan Alor Barat Daya, Kabupaten Alor Provensi Nusa Tenggara Timur Dolmo, Virgo; Bahri, Syamsul; Burchanuddin, A.
Jurnal Sosiologi Kontemporer Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Sosiologi Kontemporer, Desember 2024
Publisher : Program Studi Sosiologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jsk.v4i2.4866

Abstract

Bencana tsunami adalah salah satu gejala alam, yang sangat berbahya bagi manusia terutaman terhadap penduduk yang menempati di wilayah pesisir pantai. Penelitian ini bertujuan mengetahui bagimana presepsi masyarakat pesisir terhadap bahya bencana tsunami. Metode penelitian pada penelitian ini adalah penelitian Studi Kasus, pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif, dan instrument penelitian yang di gunakan untuk menggumpul data adalah angket. Peneliti mengunakan pupose sampling dimana purpose sampling adalah teknik pengambilan sampel berdasarkan kebutuhan peneliti, sampel pada peneliti ini adalah masyarakat pesisir pantai kelurahan moru berjumlah 20 orang. Data statistik skala interval menunjukan bahwa jumlah peresepsi terhadap bencana tsunami sangat tinggi, berdasrakan hasi presentasi jumlah responeden sangat setuju 55% sedangkan jumlah presentasi setuju 45% dan jumlah pada jawaban tidak setuju dan sangat tidak setuju tidak memiliki hasil presentasi secara statistik skala interval ataupun tabel distribusi frekuensi. Hal dapa disimpulkan bahwa masyarakat pesisir memiliki antusiasi presepsi pengetahuan yang tinggi terhadap bencana tsunami di wilayahnya. Dari data observasi dan kuisioner persepsi masyarakat pesisir terhadap bencana tsunami memiliki beberapa aspek yang menentukan bagaimana masyarakat pesisir menanggapi dan mengatakan bencana tsunami. Masyarakat pesisir memiliki persepsi yang lebih toleran terhadap bencana tsunami, mengharapkan pemerintah sebagai pemantau dan penanggulangan, mengharapkan penggunaan teknologi sebagai solusi, mengharapkan pengembangan infrastruktur sebagai prioritas, mengharapkan ketahanan lingkungan sebagai prioritas, mengharapkan pengembangan keterampilan dan pendidikan sebagai prioritas, mengharapkan pengembangan ekonomi sebagai prioritas, mengharapkan pengembangan sosial sebagai prioritas, dan mengharapkan pengembangan politik sebagai prioritas dalam menanggapi bencana tsunami   Perception of Coastal Communities towards Tsunami Hazard in Southwest Alor District, Alor Regency, East Nusa Tenggara Province". Tsunami disaster is one of the natural phenomena, which is very dangerous for humans, especially for residents who live in coastal areas. This study aims to determine how coastal communities perceive the danger of tsunami disasters. The research method in this research is case study research, the approach used is a quantitative approach, and the research instrument used to collect data is a questionnaire. Researchers use pupose sampling where purpose sampling is a sampling technique based on the needs of researchers, the sample in this researcher is the coastal community of Moru village totaling 20 people. Interval scale statistical data shows that the number of perceptions of the tsunami disaster is very high, based on the presentation results of the number of respondents strongly agreeing 55% while the number of presentations agreeing 45% and the number of answers disagreeing and strongly disagreeing do not have statistical presentation results on an interval scale or frequency distribution table. It can be concluded that coastal communities have high enthusiasm for the perception of knowledge of tsunami disasters in their area. From the observation and questionnaire data, the perception of coastal communities towards the tsunami disaster has several aspects that determine how coastal communities respond and perceive the tsunami disaster in their area
Relasi Kuasa Korporasi Terhadap Petani Sawit : Studi Kasus PT. Surya Raya Lestari II Di Desa Babana, Kecamatan Budong-Budong, Kabupaten Mamuju Tengah Cawula, Juhi; Maidin, Andi Rusdi; Burchanuddin, A.
Jurnal Sosiologi Kontemporer Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Sosiologi Kontemporer, Desember 2025
Publisher : Program Studi Sosiologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jsk.v5i2.6883

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketimpangan relasi kuasa antara korporasi perkebunan dan petani kelapa sawit plasma yang berpotensi memengaruhi kesejahteraan serta kemandirian petani. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis bentuk relasi kuasa yang dibangun PT. Surya Raya Lestari II dengan petani plasma di Desa Babana, Kecamatan Budong-Budong, serta dampaknya terhadap aspek sosial-ekonomi petani. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, dengan informan yang terdiri dari petani plasma, karyawan perusahaan, dan tokoh masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemitraan inti-plasma berjalan dalam bingkai saling menguntungkan, di mana petani menyediakan lahan dan tenaga kerja, sedangkan perusahaan memberikan sarana produksi, pendampingan teknis, dan jaminan pasar. Namun, perusahaan memegang dominasi dalam penguasaan pengetahuan teknis, penetapan standar produksi, dan mekanisme pengawasan, yang membatasi daya tawar petani, khususnya pada penentuan harga Tandan Buah Segar (TBS). Kesimpulan penelitian menegaskan adanya keterikatan yang memperkuat posisi dominan perusahaan, meskipun memberikan manfaat ekonomi bagi petani. Rekomendasi diarahkan pada penguatan kelembagaan petani dan diversifikasi akses pasar untuk menciptakan kemitraan yang lebih setara dan berkelanjutan Welfare and independence. The objective of this study is to analyze the form of power relations established by PT. Surya Raya Lestari II with plasma farmers in Babana Village, Budong-Budong District, and its impact on the farmers' socio-economic conditions. This research employs a descriptive qualitative method, using observation, in-depth interviews, and documentation, with informants comprising plasma farmers, company employees, and community leaders. The findings indicate that the nucleus-plasma partnership operates within a mutually beneficial framework, in which farmers provide land and labor. At the same time, the company supplies production facilities, technical assistance, and market guarantees. However, the company holds dominance in controlling technical knowledge, setting production standards, and implementing monitoring mechanisms, which limit farmers' bargaining power, particularly in determining the price of Fresh Fruit Bunches (FFB). The study concludes that a structural dependency reinforces the company's dominant position, despite providing economic benefits to farmers. The recommendations focus on strengthening farmers' institutions and diversifying market access to create a more equitable and sustainable partnership.
Perilaku Sosial Masyarakat Dalam Tradisi Sabung Ayam Di Toraja Utara Pangloli, Mona; Nonci, Nurmi; Burchanuddin, A.
Jurnal Sosiologi Kontemporer Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Sosiologi Kontemporer, Desember 2025
Publisher : Program Studi Sosiologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jsk.v5i2.6885

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perilaku sosial masyarakat dalam tradisi sabung ayam di Kabupaten Toraja Utara. Tradisi ini tidak hanya dipandang sebagai hiburan, tetapi juga memiliki nilai sosial, budaya, dan religius yang masih melekat kuat di tengah kehidupan masyarakat setempat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode observasi, wawancara, serta dokumentasi guna memperoleh data yang mendalam mengenai pandangan masyarakat terhadap praktik sabung ayam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sabung ayam dipahami bukan sekadar permainan, melainkan sarana interaksi sosial, media ritual adat, serta simbol solidaritas dan status sosial. Masyarakat Toraja Utara menilai bahwa praktik ini telah menjadi bagian dari identitas budaya yang diwariskan turun-temurun. Namun, tradisi tersebut juga menimbulkan perdebatan, terutama terkait aspek hukum dan pandangan moral yang berkembang di luar daerah. Kesimpulannya, sabung ayam bagi masyarakat Toraja Utara merupakan fenomena sosial-budaya yang tidak dapat dilepaskan dari nilai adat, meskipun dalam konteks modern menghadapi tantangan regulasi dan perubahan sosial. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman lebih luas mengenai dinamika budaya lokal serta menjadi referensi dalam menjaga warisan budaya agar tetap selaras dengan perkembangan zaman. This research explores the social behavior of the community in the tradition of cockfighting in North Toraja Regency. The practice is not only considered a form of entertainment but also carries deep social, cultural, and religious values that remain strongly embedded in local life. The study applied a descriptive qualitative approach through observation, interviews, and documentation to gain an in-depth understanding of community perspectives toward cockfighting. The findings reveal that cockfighting is perceived not merely as a game but as a medium of social interaction, a component of ritual ceremonies, and a symbol of solidarity and social status. For the Toraja people, this tradition has become part of their cultural identity, passed down across generations. Nevertheless, the practice also raises debates, particularly concerning legal restrictions and moral views outside the local context. In conclusion, cockfighting in North Toraja represents a socio-cultural phenomenon inseparable from customary values, even though in the modern era it encounters challenges from state regulations and ongoing social change. This study is expected to provide broader insights into local cultural dynamics and serve as a reference for preserving cultural heritage while adapting to contemporary developments.