Jurnal Sosiologi Kontemporer
Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Sosiologi Kontemporer, Desember 2025

Perilaku Sosial Masyarakat Dalam Tradisi Sabung Ayam Di Toraja Utara

Pangloli, Mona (Unknown)
Nonci, Nurmi (Unknown)
Burchanuddin, A. (Unknown)



Article Info

Publish Date
30 Dec 2025

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perilaku sosial masyarakat dalam tradisi sabung ayam di Kabupaten Toraja Utara. Tradisi ini tidak hanya dipandang sebagai hiburan, tetapi juga memiliki nilai sosial, budaya, dan religius yang masih melekat kuat di tengah kehidupan masyarakat setempat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode observasi, wawancara, serta dokumentasi guna memperoleh data yang mendalam mengenai pandangan masyarakat terhadap praktik sabung ayam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sabung ayam dipahami bukan sekadar permainan, melainkan sarana interaksi sosial, media ritual adat, serta simbol solidaritas dan status sosial. Masyarakat Toraja Utara menilai bahwa praktik ini telah menjadi bagian dari identitas budaya yang diwariskan turun-temurun. Namun, tradisi tersebut juga menimbulkan perdebatan, terutama terkait aspek hukum dan pandangan moral yang berkembang di luar daerah. Kesimpulannya, sabung ayam bagi masyarakat Toraja Utara merupakan fenomena sosial-budaya yang tidak dapat dilepaskan dari nilai adat, meskipun dalam konteks modern menghadapi tantangan regulasi dan perubahan sosial. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman lebih luas mengenai dinamika budaya lokal serta menjadi referensi dalam menjaga warisan budaya agar tetap selaras dengan perkembangan zaman. This research explores the social behavior of the community in the tradition of cockfighting in North Toraja Regency. The practice is not only considered a form of entertainment but also carries deep social, cultural, and religious values that remain strongly embedded in local life. The study applied a descriptive qualitative approach through observation, interviews, and documentation to gain an in-depth understanding of community perspectives toward cockfighting. The findings reveal that cockfighting is perceived not merely as a game but as a medium of social interaction, a component of ritual ceremonies, and a symbol of solidarity and social status. For the Toraja people, this tradition has become part of their cultural identity, passed down across generations. Nevertheless, the practice also raises debates, particularly concerning legal restrictions and moral views outside the local context. In conclusion, cockfighting in North Toraja represents a socio-cultural phenomenon inseparable from customary values, even though in the modern era it encounters challenges from state regulations and ongoing social change. This study is expected to provide broader insights into local cultural dynamics and serve as a reference for preserving cultural heritage while adapting to contemporary developments.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

jsk

Publisher

Subject

Humanities Education Social Sciences

Description

Jurnal Sosiologi Kontemporer menerbitkan artikel yang pada bidang sosiologi. Bagi penulis yang memiliki artikel pada bidang ini dapat disesuaikan dengan panduan penulisan dan template kemudian disubmit secara online di website jurnal dengan melakukan registrasi terlebih ...