Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

STRATEGI PENCEGAHAN PERUNDUNGAN (BULLIYING) SEBAGAI PERLINDUNGAN HAK ASASI MANUSIA DI SMPN 3 SUNGAI AMBAWANG Rohani; Hemafitria
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 8 No 2 (2024): Volume 8 Nomor 2 Edisi Desember 2024
Publisher : IKIP PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v8i2.8373

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi pencegahan tindak kekerasan dalam kerangka perlindungan hak asasi manusia. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini bersifat kualitatif, dengan ciri desain deskriptif. Partisipan dalam penelitian ini meliputi Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, pendidik, dan siswa. Metodologi pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan pemeriksaan dokumentasi. Bersamaan dengan itu, analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, perumusan kesimpulan, dan verifikasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa determinan perundungan meliputi karakteristik individu, pengaruh keluarga, hubungan dengan teman sebaya, lingkungan pendidikan, dampak media, dan pengalaman masa kecil yang buruk. Strategi pencegahan perundungan, yang dianggap sebagai sarana perlindungan hak asasi manusia di SMPN 3 Sungai Ambawang, meliputi penerapan kebijakan anti perundungan di lembaga pendidikan, pembentukan program anti perundungan, penyediaan konseling perilaku, penyelenggaraan kompetisi atau kegiatan kreatif yang berpusat pada tema anti perundungan, dan pembinaan kolaborasi dengan orang tua dan masyarakat luas untuk meningkatkan upaya yang bertujuan mencegah perundungan. Diharapkan bahwa penerapan berbagai strategi ini akan memudahkan terciptanya lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif bagi perkembangan siswa.
STRATEGI PENCEGAHAN PERUNDUNGAN (BULLIYING) SEBAGAI PERLINDUNGAN HAK ASASI MANUSIA DI SMPN 3 SUNGAI AMBAWANG Rohani; Hemafitria
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 8 No 2 (2024): Volume 8 Nomor 2 Edisi Desember 2024
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v8i2.8373

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi pencegahan tindak kekerasan dalam kerangka perlindungan hak asasi manusia. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini bersifat kualitatif, dengan ciri desain deskriptif. Partisipan dalam penelitian ini meliputi Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, pendidik, dan siswa. Metodologi pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan pemeriksaan dokumentasi. Bersamaan dengan itu, analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, perumusan kesimpulan, dan verifikasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa determinan perundungan meliputi karakteristik individu, pengaruh keluarga, hubungan dengan teman sebaya, lingkungan pendidikan, dampak media, dan pengalaman masa kecil yang buruk. Strategi pencegahan perundungan, yang dianggap sebagai sarana perlindungan hak asasi manusia di SMPN 3 Sungai Ambawang, meliputi penerapan kebijakan anti perundungan di lembaga pendidikan, pembentukan program anti perundungan, penyediaan konseling perilaku, penyelenggaraan kompetisi atau kegiatan kreatif yang berpusat pada tema anti perundungan, dan pembinaan kolaborasi dengan orang tua dan masyarakat luas untuk meningkatkan upaya yang bertujuan mencegah perundungan. Diharapkan bahwa penerapan berbagai strategi ini akan memudahkan terciptanya lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif bagi perkembangan siswa.
Character Building With High Integrity In Lectures For Iain Pontianak Students In The Digitalization Era Wahab; Putri Nabila Ramadani; Hemafitria; Putra, Purniadi
Journal of Educational Studies Vol. 4 No. 1 (2026): April
Publisher : Lembaga Bale Literasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/jes.v4i1.3002

Abstract

The world of education in today's digital era faces various challenges as well as new opportunities, especially in the process of building student character. The purpose of this study is to see how the lecture process at IAIN Pontianak can play a role in shaping the character of high integrity, as well as the supporting and inhibiting factors faced by students in the digital era. The influence of digitalization on academic behavior, the role of lecturers, and the condition of students' integrity character were investigated through a qualitative approach involving observation and literature study. The research findings revealed that the majority of students realize the importance of integrity. However, its implementation in academic life is still constrained by easy access to technology that triggers plagiarism and academic fraud. The role of lecturers in instilling integrity values through active dialog and role modeling is very influential in shaping student character. Character education integrated into the curriculum, especially in religion and ethics courses, plays an important role in increasing students' moral awareness. Therefore, there is a need for collaboration between technology and effective teaching methods so that students can develop digital integrity attitudes.